
“Assalamualaikum” Ucap Ardi, Diva dan David membuat membuat Putri yang mendengar sapaan mereka langsung membalikan badannya memandang Citra
“Waailakumsalam “ Ucap Citra gugup karena kaget melihat Putri yang berbalik badan
Citra yang melihat itu kaget dan diam berdiri di tempat membuat Rava yang berjalan di belakang Citra hanya memandang mereka berdua. Sedangkan Ardi dan David tersenyum memandang Citra lalu berdiri dan berjalan mendekati Citra dan menyalami membuat Citra kaget dan memandang Ardi dan David serta Diva yang berjalan di belakang Ardi.
“Bunda kangen “ Ucap David langsung memeluk Citra
Ardi yang tak mau kalah sama David langsung memeluk Citra juga bersama David
“Aku juga Bun” Ucap Ardi
Ucapan kangen dari Ardi dan David membuat Citra terpaksa tersenyum.
“Bunda juga kangen kalian berdua” Ucap Citra
“Udah kangen-kangennya, “ Ucap Rava membuat ARdi dan David memandang RAva dengan kesal
“Ardi, David gak malu sama Cewek kalian berdua tuh?” Ucap Rava membuat Ardi memandang Diva dan Putri begitu juga dengan David. Citra lalu melepaskan pelukan Ardi dan David lalu memandang Diva dan Putri. Diva yang dipandang lalu menyalami Citra
“Ini Pacar bang Ar, Bun” Ucap Ardi membuat Diva menyubit Ardi karena malu.
“Kamu cantik, Sayang” Ucap Citra membuat Diva malu
Citra lalu memandang Putri lalu Putri berjalan mendekati Citra, Diva dan Ardi yang melihat Putri berjalan mendekati Citra langsung memberi ruang untuk Putri mendekati Citra dan berdiri di depan Citra sedangkan Citra yang melihat Putri yang mendekatinya menjadi takut dan gugup karena Citra belum siap untuk bertemu Putri membuat matanya mulai berembun. Putri yang melihat Citra seperti itu hanya tersenyum dan mengambil tangan Citra karena Citra masih diam berdiri. Sedangkan Citra sudah menahan tangisnya agar tidak pecah tapi tetap saja tak kuat ketika melihat Putri mencium tangannya. Setelah Putri selesai mencium tangan Citra dengan matanya yang juga sudah berembun memandang Citra yang sudah meneteskan airmatanya.
“Bun, jangan nangis lagi “ucapnya lalu menghapus airmata yang menetes di pipi Citra. Begitupun Citra menghapus airmata Putri yang juga menetes serta menarik Putri kedalam pelukannya.
“Maafkan Bunda sayang" Ucap citra
Putri lalu melepaskan pelukan Citra dan memandang Citrasambil menghapus airmata Citra
“Iya Bun, Bunda gak salah … gak usah mengingat lagi ya” Ucap Putri
Citra kembali menarik Putri kedalam pelukan, Rava yang melihat itu hanya tersenyum dengan menahan kesedihan dan matanya sudah merah dan langsung memeluk kedua perempuan yang masih berpelukan
“Udah Bunda, ade jangan menangis lagi .. aku janji kita akan berkumpul setelah semua berlalu” Ucap Rava.
Citra dan Putri lalu memandang Rava, Citra dan Putri lalu memeluk Rava kembali.
“Udah … yuk kita duduk, malu dilihat kaya gini sama calon mantu Bunda” Ucap Rava menjaili Ardi dan Diva
Sedangkan Diva malu tapi mendengar ucapan Rava dan secepatnya menghapus airmatanya dan tersenyum bahagia melihat sahabatnya bertemu dengan bundanya. Sedangkan Ardi dan David matanya sudah merah hanya tersenyum dan mereka mengangguk kepala setuju dengan apa yang dikatakan Rava.
Mereka semua duduk, Putri yang tak mau lepas dari Citra duduk disamping Citra. Diva bersama Ardi sedangkan David dan Ardi duduk sendiri.
“Ini siapa Abang ?” Tanya Citra yang memandang Ardi dan Diva
“Diva Bun, Pacar bang Ar temannya Putri juga” ucap Ardi dan Citra memandang Putri hanya mengangguk kepala
“Trus David pacarnya mana? Ade?” Ucap Citra membuat Putri, Ardi dan Diva tersenyum
Citra yang melihat Putri sedih menjadi heran
“Udah Put, dimanapun Mita pasti akan kembali ke kita berkumpul bersama kita doakan yang terbaik untuk Mita” Ucap Ardi yang memeluk Diva dan tak mau melihat Putri sedih begitu juga Diva.
Putri hanya mengangguk kepala begitu juga Diva
“Trus Pacar ade siapa masa gak punya ?” Tanya Citra membuat Putri diam dan malu untuk mengakui Aldo pacarnya
“Gak ada Bun, Ade gak punya pacar masih sekolah” Ucap Putri membuat David dan Diva memandang Putri
“Gak Bunda Putri ada pacarnya kakaknya sendiri” Ucap David menggoda Putri
“Apaan sich Bang “ Ucap Putri malu tapi membuat David jengah dan melempar bantal sofa ke arah Putri tapi di tangkap oleh Citra
“Gak ada manggil abang kenapa sich” Ucap David sewot
“Makanya jangan reseh orang gak ada hubungan sama kak Aldo” Ucap Putri berbohong
“Kalau ada gak apa-apa de, abang setuju ade sama Aldo” Ucap Rava
“Tapi Kak Aldo ada pacarnya bang gak mungkin ade mencintai orang yang ada pacarnya” Ucap Putri membuat Citra kaget
“Memang benar ade suka sama kakak angkat ade ? “ Tanya Citra Putri hanya mengangguk kepala
“Aldo pagi tadi udah putus sama pacarnya Tania, abang Cuma bisa katakan begitu tapi tidak bisa katakan yang sebenarnya mereka berdua putus nanti Aldo yang berhak jelasin “ Ucap Rava membuat Putri kaget dan dalam hatinya senang.
“Udah bahas pacar-pacarnya sekarang abang mau tunjukan sesuatu pada kalian” Ucap Rava lalu beranjak ke kamarnya dan keluar lagi dengan amplop coklat
“Disitu semua Bukti kejahatan Nenek Lily dan tante Hana pada Opa dan Ayah Arya “ Ucap Rava
Ardi lalu mengambil amplop coklat yang di berikan oleh Rava dan melihat isinya dan ada Flasdisch.
Ardi lalu mengeluarkan bukti-bukti di dalam amplop coklat tadi, David dan Putri yang melihat Ardi mengeluarkan bukti dari amplop langsung berdiri dan melihat bersama-sama.
“Opa dan ayah Arya kecelakaan karena faktor kesengajaan dengan orang suruhan nenek Lily dan Tante Hana mereka membuat rem mobil menjadi tidak berfungsi saat opa dan ayah Arya berpergian bertemu klien, itu juga nenek Lily dan Tante Hana yang meminta padahal tidak ada klien hanya sebagai alasan saja supaya opa dan Ayah Arya pergi…. dan saat ini orang itu sudah abang sudah amankan dan di jaga oleh orang suruhan abang.” Ucap Rava membuat Ardi dan David kaget
Putri yang mendengar ayahnya kecelakaan menjadi kaget dan sedih kembali. Diva yang melihat Putri menangis langsung menghampirinya dan Putri yang melihat Diva mendekati dia langsung memeluk Diva.
“Di Flasdisc itu ada bukti rekaman Tante Hana yang masuk dan mengambil perhiasan nenek Lily dan diletakan di kamar Papa Nathan hingga papa Nathan yang di tuduh” Ucap Rava membuat David dan Ardi kaget dan emosi
“Gimana abang tau semua itu?” Tanya Ardi
“Dua Bulan yang lalu Ketika Papa Nathan datang ke LA dan berbicara sama oma dan bunda tanpa sengaja abang mendengar semua itu termasuk adik abang yang di titipkan ke teman Ayah Arya. Abang meminta orang suruhan abang yang menyelidiki semua itu, untunglah orang suruhan abang mendapatkan orang suruhan Papa Nathan dulu, yang memberitahukan semuanya ke abang “ Ucap Rava
Putri yang sudah berhenti menangis memandang Rava yang juga memandangnya
“Bang, Bisa abang ceritakan dan terbuka buat ade semuanya tanpa di tutupi hingga ade harus di papa Rio” Ucap Putri