
“Kak Aldo mau kemana ? “ Tanya Putri memandang Aldo yang sudah berjalan tanpa mempedulikan ucapan Putri.
Putri memandang Rio dan Tari yang memandang balik padanya menjadi bingung
“Pantas saja Ade minta kita merahasiakan dari dia karena kecemburuan Aldo“ Ucap Rio dan Tari memandang Rio hanya tersenyum
“Persis sama kamu … “ Ucap Tari dan dianggukin oleh Citra karena tau kecemburuan Rio pada Tari membuat Rio bungkam.
“Kejar Dia de… Jelaskan padanya supaya tak salah paham hingga berlarut – larut “ Ucap Citra yang dari diam.
Putri memandang Rio dan Tari, mereka hanya mengangguk kepala. Putri lalu melepaskan tangannya dari Citra lalu berdiri dan lari mengejar Aldo yang sudah berjalan duluan. Ketika sampai di parkiran Putri melihat Aldo yang sudah berada di dalam mobilnya dan Putri terlambat Aldo sudah pergi dengan kemarahannya. Putri melihat satpam di depan rumahnya sudah membukakan pintu pagar. Udin sopir yang biasa antar Rio menghampirinya
“Pak Ambil mobil kita ikuti kak Aldo … Cepat Pak “ Ucap Putri panik, pak Udin hanya mengangangguk kepala dan berlari mengambil mobil.
Mobil pun datang dan Putri masuk dengan cepat
“Cepat Pak jangan sampai mobil Kak Aldo jauh” Ucap Putri pada Pak Udin
Ketika di jalan raya Putri yang menghafal plat mobil Aldo sudah terlihat dan Putri meminta Pak Udin mengejarnya.
“Non telpon den Aldo biar berhenti mobilnya “ Saran Pak Udin dan Putri baru teringat lalu mencari handponenya di saku celananya dan Putri sadar jika dia tak membawakan handpondnya.
“Maaf Pa Udin .. Aku gak bawa handpone… Kejar aja pa mobil kak Aldo” Ucap Putri yang masih melihat mobilnya.
Masih dalam pengejaran mobil Aldo Putri yang tak sadar jika mobilnya di ikuti oleh orang tak di kenal dan ketika jalanan sepi serta mobil Aldo sudah jauh tapi masih kelihatan oleh Putri, mobil yang mengikuti mereka menghadang mobil Putri sehingga pak Udin menghentikan mobilnya dengan mendadak membuat Putri kaget dan memandang pak Udin
“Ada apa pa Udin?” Tanya Putri
“Maaf non itu mobil di depan tiba-tiba menghadang mobil kita non” Ucap Pak Udin dan Putri langsung memandang ke depan dan benar saja ada mobil di depan mereka. Putri yang melihat mobil yang menghadang mobil di depan mobil Putri langsung kaget melihat empat orang keluar dengan memakai penutup kepala mereka dan ketika Putri melihat ke belakang juga ada mobil yang berhenti tetapi membuat Putri takut karena mereka keluar juga dengan memakai penutup kepala mereka.
“Gimana nich Pak Udin?” Ucap Putri dengan suara gemetar dan takut
Belum pak Udin jawab salah satu orang dari kedelapan itu mengetuk kaca mobil samping pak Udin dan menyuruh pak Udin keluar begitu juga salah satu yang di depan mobil Putri pun menyuruh mereka keluar
“Keluar cepat atau kita pecahkan kaca “ Ucapnya
“Non di dalam mobil saja biar pak Udin yang keluar” Ucap Pak Udin
“Hati-hati pak” Ucap Putri
Pak Udin lalu membuka pintu mobil, pak Udin keluar lalu menutup pintu mobil kembali
“Ada apa ini ?” Tanya Pa Udin
Ketika pak Udin keluar salah satu yang berdiri di samping mobil langsung membuka pintu samping dan menarik Putri keluar membuat Pak Udin berbalik memandang Putri dan kaget melihat Putri sudah di tangan mereka dan memandang orang yang memegang Putri
“Lepaskan Non Putri … “ Ucap Pa Udin
Pak Udin yang ingin menolong Putri tak bisa beranjak ke arah Putri karena Pak udin langsung di pukul dua orang yang memegang Pa Udin hingga Pak Udin Pingsan
“Pa Udin… “ teriak Putri
Putri yang melihat ada mobil yang menghampiri mereka menjadi takut dan takutnya hilang ketika empat orang yang keluar tidak memakai topeng dan ingin melepaskan Putri. Mereka turun dari mobil dan langsung menghantam orang yang yang memakai topeng dan terjadi saling pukul memukul. Hanya satu orang dari kedelapan bertopeng memegang Putri dan sisanya menyerang ke empat orang tersebut.
Ketika mereka pergi, dua orang yang masih sadar menyadarkan Pak Udin dan kedua orang lainnya. Tapi karena pak udin tak juga bangun mereka terpaksa membawa Pak Udin ke rumah sakit terdekat.
Dirumah Rio, Tari dan Citra masih menunggu kabar dari Aldo dan Putri hingga sore belum ada khabar dari mereka berdua. Tetapi sampai Rava datang untuk menjemput Citra, Aldo dan Putri belum juga kembali.
“Assalamualaikum” Ucap Rava
“Waailakumsalam “ jawab Rio, Tari dan Citra bersamaan Rava lalu menyalami Rio, Tari dan Citra
“Gimana Bun, udah ada kabar dari ade dan Aldo?” Tanya Rava dan Citra hanya menggeleng kepala
“Dari abang telpon sampai sekarang belum ada kabar dari ade … ade juga gak bawa handponenya “ Ucap Citra lalu menunjukan handpone Putri yang di atas meja.
Tak lama handpone Rava berbunyi
“Assalamualaikum” Ucap Rava
“Waailakumsalam “
“Maaf Bos, maaf saya mau lapor non Putri di culik dan kita tidak menyelamatkan Non Putri .. Maaf Bos” Ucap salah satu dari keempat yang menyelamatkan Putri tadi
“Apa? Gimana bisa kalian tak bisa menyelamatkan adik saya ?” Tanya Rava
Citra, Rio dan Tari yang mendengar ucapan Rava kaget dan Rava yang mendengar kebenarannya hanya diam lalu teringat akan pemberiannya pada Putri
“Kamu cari tau dimana letak posisi GPS yang saya kan kirim ke kamu dan persiapkan untuk kita selamatkan adikku” Ucap Rava lalu mematikan telponnya dan mengirimkan signalnya GPS pada anak buahnya.
“Apa yang terjadi dengan ade bang?” Tanya Citra dan Tari hanya mengangguk kepala
Rava lalu menceritakan semuanya dan menceritakan pemberiannya pada Putri. Tak lama Nathan, Ryana, David dan Ardi datang membuat Rava kaget memandang mereka bertiga. Nathan yang memandang Rava yang memandangnya dengan heran langsung angkat bicara
“Papa di telpon sama nenek Lily .. Putri ada di tangannya … Nenek Lily ingin semua harta balik atas namanya …” Ucap Nathan
Rava menjadi kesal dengan ucapan Nathan dan permintaan Nenek Lily dan Rava memandang David dan Ardi yang bersama Nathan
“David dan Ardi kebetulan di rumah jadi mendengar makanya mereka ikut juga” Ucap Nathan Rava hanya mengangguk kepala
Tak lama handpone Rava berbunyi, ternyata pesan dari anak buahnya yang memberitahukan lokasi penyekapan Putri.
“Dari siapa bang?” Tanya Ardi
“Dari anak buahku yang memberitahukan dimana posisi penyekapan Putri” Ucap Rava
“Ayo Kita pergi jangan buang waktu lagi “ Ucap Nathan
“Aku ikut Mas” Ucap Citra dengan berlinang air mata pada Nathan, Nathan memandang Rava sedangkan Rava hanya menggeleng kepala.
“Gak Bun, Bunda tunggu di sini bersama Mama Tari dan Mama Ryana, “ Ucap Rava dan di anggukin oleh Tari dan Rio serta Nathan
“Pa.. Pa temani mama dan Bunda biar aku dan lainnya yang pergi bebaskan ade” Ucap Rava pada Rio dan di anggukin oleh Rio.
Citra hanya pasrah ketika di minta untuk tinggal dan Rava mengirim pesan untuk anak buahnya selalu pantau keadaan sampai mereka datang.