
Setelah hampir seminggu mereka tau Mita sakit, David selalu menjaga mereka bertiga dimana mereka bertiga tetap David mengikuti kecuali mereka ke toilet. Karena itu janji Dia pada Mita, Apalagi Putri yang dia jaga selalu karena nyawa Putri masih dalam bahaya karena Nenek Lily belum juga diketahui tempat tinggalnya. Ketika mereka juga tau Mita sakit, Mita tak ada kabar membuat mereka menambah khawatir pada Mita. Di kantin, David duduk dengan Putri dan Tya dengan Diva, mereka makan sambil berbicara kabar dari Mita
“Coba gue nelpon dia mudah-mudahan aktif” Ucap Putri dan mengambil handponenya untuk menelpon Mita tapi Putri mematikan handpondnya dan meletakannya di saku kembali.
“Gak aktif ..” ucapnya lesu
“Gue khawatir sama dia “ Ucap Diva
“Bukan lu aja Di, gue juga “ Ucap David.
“Gimana kita besuk Mita sebentar…” Ucap Diva tak melanjutkan karena handpone David berbunyi dan David yang melihat nomor panggilan pribadi menjadi heran tapi tetap mengangkatnya
“Halloo…” Ucapnya
“…….”
“Sayang…??” Ucap David ragu jika pendengarnya salah
“…..”
“aku sama mereka” Ucap David lalu menaruh handponenya di meja tapi sebelumnya dia loadspaker handponenya.
“Siapa? Mita?“ ucap Putri dan David hanya mengangguk kepala
“Assalamualaikum “ Ucap Mita
“Mittaaa..” Panggil Diva, Putri dan Tya bersamaan dengan keras
“Jangan teriak dodol budeg gue… Bukan balas salam gue malah teriak” Ucap Mita sewot
Mereka lalu saling memandang dan langsung tersenyum senang karena kekhawatiran mereka.
“Wallaikumssalam” Ucap mereka kompak
“Telat…” ucap Mita membuat mereka diam dan terdengar tertawa dari sana
“Gimana kabar lu? Napa baru nelpon ?” Tanya Putri
Tya, Putri, Diva dan David diam karena mereka mau mendengar kabar Mita tapi Mita hanya diam. Putri memandang Diva yang matanya sudah berembun langsung menggeleng kepala dan mengangkat tangan serta jari telunjuk di depan bibir putri dan Diva hanya mengangguk. Tya yang melihat Putri memberikan kode pada Diva lalu memandang Diva yang sudah menangis dalam diam Tya yang melihat itu hanya memeluk dan berbisik
“Jangan membuat Mita bersedih” Ucap Tya
“Sayang….” Panggil David pelan
“Ya…” jawab Mita
“Doakan gue aja, dan satu lagi jangan kerumah gue, gue udah gak di rumah … doakan gue semoga gue bisa ngumpul dengan kalian lagi” Ucap Mita
“kita selalu doa untukmu Mit, “ Ucap Tya Diva tak bisa berbicara karena masih nangis dengan menutup mulutnya
“Put, “ panggil Mita
“ya…”
“Tya… “ Panggil lagi Mita
“ Ya …”
“ Di… “ Panggil Mita dan mereka memandang Diva yang masih menangis. Diva yang dipanggil tak bisa menjawabnya
“Di.. “ ulang Mita yang belum mendengar jawabannya. Diva berusaha untuk Mita tidak curiga jika dia menangis
“Yyaa” Ucap Diva
Tak ada suara lagi, Mita diam Diva yang sudah tak nangis lagi hanya diam dan menghapus airmatanya
“Di… “ Ucap Mita pelan
“Udah dong … udah janjikan … “ ucap Mita
“Maaf…” Ucapnya
“Sayang…” panggil Mita dengan ragu
“ehemmmmm” Putri mendehem menggoda Mita dan bel istirahat berbunyi.
“Udah Put jangan reseh, bel masuk thu” Ucap Mita yang tau putri menggodanya
“Udah dulu ya, nanti kalau ada waktu gue telpon lagi doakan gue aja…” Ucap Mita
“ Iya “ Ucap Putri, Tya dan David
“Di, jangan nangis lagi yach… Gue akan kangen kalian semua … Assalamualaikum” ucap Mita
“Wallaikumsalam” Ucap Mereka kompak dan Mita menutup telponnya.
“yuk masuk kelas “ Ucap David. Diva lalu mengambil tisu dan menghapus airmatanya lalu mereka masuk kelas.
Pulang sekolah, Tya, Diva, dan David menuju parkiran. David yang melihat abangnya sudah datang menjemput Diva seperti biasanya. Sedangkan Putri dan Tya yang belum melihat sopirnya belum datang.
“Belum ada jemputan Pu?” Tanya Ardi Putri hanya menggeleng kepala
“belum,… Tya juga belum ..” Ucap Putri
David yang melihat sekeliling memang benar belum ada jemputan dan David memandang sekelilingnya masih ada orang suruhan papanya. Tak lama dua mobil datang dan Putri mengenalnya karena jemputan dari salah satu mobil yang datang.
“Sopir gue udah datang bang” Ucap Putri
Ketika pintu mobil dibuka membuat Putri kaget melihat siapa yang datang menjemputnya begitu juga Tya kaget melihat orang yang keluar dari mobil. Putri dan Tya saling memandang karena kaget. Ardi pun sama kaget memandang Rangga dan Aldo yang datang menjemput Tya dan Putri.
“Lu kenapa gak katakan jika mereka berdua ada datang?” gumam Putri pelan yang masih di dengar Tya
“Gue juga gak tau Put, Kak Rangga gak katakan sama gue” Ucap Tya pelan
Mereka berdua berbicara pelan membuat Aldo dan Rangga hanya tersenyum.
“Iya itu suami lu Tya dan pacar lu Put” Ucap david lalu merangkul Putri sedangkan Putri mencubit David
“Apaan sich” Ucap Putri malu
David yang merangkul Putri membuat Aldo memandang mereka dengan tatapan ingin memakan David.
Ardi lalu mendekati Rangga dan Aldo lalu memukul mereka berdua dengan sengaja
“Kapan datang? Datang gak beritahu kita”Ucap Ardi
“Tadi jam sebelas dan langsung janjian untuk jemput mereka berdua” Ucap Rangga
Putri yang melihat muka Aldo sudah tak bersahabat membuat dia takut dan memandang tangan David lalu memandang David
“Lepas gak … Thu liat lu bangun singa yang sedang tidur” Ucap Putri pelan sekali
“Gue sengaja merangkul lu … Gue mau liat apa dia masih mencintai lu atau gak .. kalau dia cemburu berarti dia masih cinta dan gue bisa lepas dengan lega adik gue ke dia” Ucap David mberbisik di telinga David lalu dengan sengaja mencium kening Putri membuat Putri kaget dan memandang David dengan marah. Diva yang berdiri melihat David dan Putri hanya menggeleng kepala.
“Cari mati lu Vid?” Ucap Putri, David hanya mengedipkan matanya
“Kak Aldo belum tau kita bukan kakak beradik kandung .. Gue sengaja gak katakan dan melarang Papa dan mama katakan pada Kak Aldo “Ucap Putri membuat Tya dan Diva hanya diam
Ardi yang melihat muka Aldo yang sudah tak bersahabat dan memandang Aldo yang terus memandang ke arah Putri lalu Ardi memandang kearah Putri mengikuti tatapan Aldo. Dan kaget melihat David yang merangkul Putri lalu menepuk jidatnya, Rangga yang melihat Ardi dan Aldo hanya tersenyum
“Cari mati thu anak “ ucap Ardi membuat Rangga langsung tertawa
“Gak Lucu” Ucap Aldo marah lalu berjalan mendekati Putri dan David, lalu menarik kasar David untuk melepaskan rangkulannya dan menarik Putri ke arahnya
“Bagus bukannya langsung pulang… mau pergi pacaran lagi, Iya?” Ucap Aldo tegas
David yang melihat Aldo yang seperti itu menahan senyumnya dan ingin membuat Aldo bertambah marah karena terbakar cemburu
“Kalau Iya kenapa … Lu gak punya hak untuk melarangnya dia udah besar gak perlu melarang “ Ucap David kasar lalu menarik Putri ke pelukannya
Putri yang mendengar dan ditarik ke pelukan David membuat dia semakin bingung dan memandang David yang ditatap memandang Aldo dengan tatapan amarah. Putri yang melihat David yang marah menjadi diam. Aldo yang melihat Davd menarik Putri langsung menarik Putri menjauhi Dia dari David lalu Aldo dan David saling berhadapan dengan tatapan amarah.
“Lu gak Punya hak melarang .. Gue kakaknya berhak membawa pulang Putri” Ucap Aldo dengan amarah dan sudah emosi dengan mengepalkan tangannya