
“Oma..” Ucap Rava
Citra kaget dan memandang Rava lalu teringat akan ucapan Rava jika dia tak ingin pacaran jika adiknya belum di temukan
“Bang .. Ade udah ketemu kasih kenalin teman abang yang pernah abang ucapkan ke bunda sama oma” Ucap Citra membuat Rava memandang Citra tapi tidak dengan Putri dan lainnya yang kaget begitu pula dengan Aldo dan Melati
“Raf adik kamu udah ketemu?” Tanya Aldo Rava memandang Aldo dan mengangguk kepala nya
Aldo dan Melati tersenyum senang.
“Bang Rava… benar yang oma sama bunda katakan?” ucap Putri pelan yang hanya di dengar oleh Rava
Rava memandang Putri yang ingin pandangannya minta jawaban dan Rava hanya mengangguk kepala. Putri yang ingin jail pada abangnya menjadi tertegun dan langsung memeluk Rava.
“Kenapa Abang lalukan itu? “ tanya Putri pelan
“Abang gak mau mencintai kalau belum ketemu adik abang… Abang gak mau sakit hati dan kecewa udah pacaran lama ternyata dia adik Abang” ucap Rava
“Berarti Abang gak pernah pacaran?” Tanya Putri
“Pernah tapi gak orang Indonesia “ ucap Rava
Melihat Putri memeluk Rava Muka Aldo yang semula tersenyum langsung cemberut tapi Melati membuang mukanya.
“Abang suka kan sama Kak Melati? “ tanya Putri masih memeluk Rava dengan manja dan menggoda Rava.
Rava mendengar Ucapan Putri langsung salah tingkah dan malu membuat Putri terus menggodanya dengan manja. David yang melihat Putri yang manja pada Rava hanya menggeleng kepalanya karena tau Putri menjaili Rava lalu David memandang Melati dan melihat raut muka Melati yang udah berbeda
“Benar aku akan mendapatkan kakak ipar “ ucap David dalam hati dan mengirim pesan untuk Putri
‘kita akan dapat kakak ipar put… dengan jail lu gue liat calon kakak ipar bete’
Putri yang mendengar handphonenya berbunyi lalu mengambil dengan tangan satu dan tangan satunya masih memeluk Rava. Putri yang membaca pesan David langsung tersenyum dan memandang David yang tersenyum padanya. Tari dan Rio yang tau sifat dan tingkah Putri menggeleng kepalanya melihat Putri dan David
“Ade jangan jail sama orang “ ucap Tari tersenyum
Putri langsung tertawa mendengar ucapan Tari lalu meletakkan handphonenya dan memandang Rava.
“Bang katakan perasaan Abang ke kakak ipar Ade sebelum terlambat” ucap Putri pelan pada Rava
“Jangan sembarangan bicara de “ ucap Rava pelan menutupi perasaannya
“Abang.. Ade serius .. kan Ade udah ketemu .. Abang jangan takut dia bukan adik abang “ ucap Putri pelan
Rava hanya memandang Putri dan memandang bunda Citra dan Tyara lalu memandang Putri kembali
“Abang hanya takut karena dia mencintai kakak angkat ade” ucap Rava pelan
Putri lalu mengambil handphone dan memberikan pada Rava untuk membaca pesan David dan Rava membaca pesan David lalu memandang Putri dan memandang David yang sudah tersenyum
“Ayo bang” ucap David
“Apa? “ tanya Rava heran
David langsung membuang mukanya kesal karena abangnya tidak mengerti ucapannya sedangkan Putri tersenyum melihat David yang kesal dan memandang Rava kembali
“Abang ade yakin kak Melati suka sama abang .. “ ucap Putri pelan dan manja pada abangnya.
Putri lalu memandang Aldo yang mukanya sudah cemberut dari tadi dan Putri hanya bisa menahan tawanya melihat Aldo yang cemberut dari tadi. Dan kembali memandang Rava, Melati yang melihat Rava dan Putri dari tadi seperti itu hatinya menjadi sakit dan dia ingin pulang dari pada melihat orang yang dia suka bermesraan dengan Putri. Melati berdiri berjalan ke arah Aldo
“Iya makasih ya udah jenguk aku .. hati-hati pulangnya” ucap Aldo.
“Tante .. om .. oma.. semuanya aku pamit Yach.. “ ucap Melati
Melati lalu menyalami para orang tua dan Oma Tyara.
Mendengar Melati yang pamit Putri memandang Rava lalu memberikan kode supaya Rava memandangnya dan Rava memandang Putri
“Ayo sekarang bang.. aku ingin Abang ungkapin perasaan Abang … Ade udah ketemu kan gak ada alasan lagi.” Pinta Putri
Rava hanya diam memandang Melati yang pamit pada orang tua dan teman-teman Putri tapi tidak dengan Rangga. Rangga yang ingin berjabat tangan dengan Melati di tepis oleh Melati
“Nanti juga ketemu di sana dan nanti istrimu cemburu lagi“ goda Melati sedangkan Rangga melihat Tya sedangkan Tya hanya tersenyum
Putri yang melihat Melati yang sudah pamit pada semua tinggal dia dan Rava langsung melepaskan pelukan Rava dan turun dari tempat tidur tapi sebelumnya dia berbisik pada Rava
“Sekarang Abang .. sekalian antar calon kakak ipar pulang” bisik Putri
Putri lalu turun dan berjalan ke arah Aldo yang masih cemberut dan duduk di samping tempat tidur. Rava yang mendengar ucapan Putri memandang Putri yang berjalan mendekati Aldo hanya memandang bingung sedangkan Melati yang berbalik ingin pamit pada Putri heran melihat Putri yang berjalan ke arah tempat tidur Aldo. Melati lalu mendekati Putri tapi dicegah oleh Rava karena anggukan dari Putri, Tyara dan Citra hingga Rava memberanikan diri dekat Melati untuk mengungkapkan perasaannya.
Melati yang melihat Rava mendekatinya menjadi heran dan detak jantung berdetak kuat dan dia menjadi gugup begitupun dengan Rava yang takut di tolak oleh Melati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
“Mel… “ panggil Rava
“Hmmm.. ada apa?” tanya Melati
“Ayo bang Rava … “ ucap David memberi semangat pada Rava membuat Ardi bingung lalu memandang David sedangkan David tak memandang Ardy.
Rava memandang David yang memberi semangat kepadanya menjadi gugup.
“Rav, ada apa jangan membuat aku malu di depan keluargamu” ucap Melati pelan
Rava memandang Melati menjadi gugup dan dengan menarik nafas dalamnya Rava berlutut di depan Melati membuat Melati kaget dan bingung dengan tindakan Rava
“Rav, mau ngapain? Berdiri.. “ ucap Melati yang tak melanjutkan ucapannya karena di hentikan oleh Rava dengan jari telunjuk taru di bibir Rava
“Sssttt…”
“Maaf..” Rava lalu mengambil kedua tangan Melati dengan tangan kanan Rava dan tangan kanan Melati begitu sebaliknya
“ Mel… Didepan oma, Bunda dan adik aku serta om dan tante bahkan adik-adik sepupuku.. “ ucap Rava berhenti untuk menarik nafasnya karena gugup
“Mel.. perasaan ini udah lama aku simpan dan tak berani untuk aku ungkapkan.. “ ucap Rava
“Mel maaf aku bukan pria romantis karena mengungkapkan perasaaan aku di sini di rumah sakit.. Tapi aku tulus sayang kamu.. dan Maaf lagi aku tidak ada apa-apa yang aku berikan saat ini .. maukah kamu menjadi kekasihku?” ucap Rava yang membuat Melati kaget dan memandang dengan menajamkan pandangannya dan melepaskan tangan kirinya karena pegangan Rava yang tak kuat untuk menutupi mulutnya
“Mel..maaf boleh minta tangan kirinya lagi..“ ucap Rava yang masih ingin berbicara lagi
Melati yang masih bingung lalu memberikan tangan kirinya dan Rava kembali menggenggam tangan kiri Melati sedangkan lain semua diam menunggu jawaban Melati
“Mel jika kamu mau jadi kekasih aku, lepaskan genggaman tangan kiri kita dan jika sebaliknya kamu lepaskan genggaman tangan kanan” pinta Rava lalu menutup matanya gugup dan takut dia di tolak
Melati hanya diam dan bingung karena perasaan yang dia rasakan tak bertepuk sebelah tangan tapi tadi dia liat sendiri Rava sedang bermesraan dengan Putri adik Aldo dan memandang ke semua orang termasuk Aldo dan Putri lalu kembali memandang Rava
“Maaf Raf.... “ ucap Melati