
Hari pun berganti Mita, Tya, David, Diva dan Putri sudah selesai ujian nasional dan mereka dinyatakan lulus dengan baik. Tya ke singapura untuk melanjutkan kuliahnya mengambil jurusan Disainer. Diva kuliah mengenai bisnis sedangkan Putri, Mita dan David mengambil jurusan Kedokteran. Dan mereka semua sudah mendaftar di perguruan masing-masing dan mereka terpaksa terpisah dari Tya karena dia sendiri yang melanjutkan ke singapura walaupun mereka sedih tapi mereka menerima keputusan Tya yang mengambil kuliah disana. Walau mereka terpisah tapi mereka akan tetap akan saling komunikasi satu sama lain. Seperti sekarang setelah selesai kuliah Mita, Putri dan David serta Sara teman satu fakultas kedokteran juga sedang menunggu Diva di kantin kampus yang berada di tengah kedua fakultas mereka. Mereka selalu berkumpul dan tetap menghubungi Tya untuk bergabung dengan mereka tetapi ketika Diva yang menelpon Tya menjadi kaget karena Tya sedang telepon dengan Rangga.
“Assalamualaikum” Ucap Tya dan Rangga
“Waailakumsalam”
“Tya lu lagi nelpon sama Kak Rangga ngapain angkat nanti kita mengganggu lagi” Ucap Putri membuat Tya mendengus kesal
“Kenapa De.. memang kak rangga gak boleh bergabung begitu? Udah gak sayang lagi sama kak Rangga karena kak Rangga bukan sepupu kamu gitu?” Protes Rangga
“Apa sich Kak Rangga … jangan berfikir begitu .. “ Ucap Putri merasa bersalah membuat Rangga tertawa
“Ga Lu dimana? “ Tanya Ardi
“Di apertemen .. gimana kabar lu Ar?”Jawab Rangga
“Gue baik .. salam buat Aldo dan Bang Rava” Ucap Ardi
“Iya nanti gue sampaikan” Ucap Rangga
“Ade gak pesan apa buat Aldo ?” Goda Rangga pada Putri
“Gak Ada..” Ucap Putri sewot mendengar nama Aldo
“Kalau bang Rava sampaikan ade kangen “ Ucap Putri lagi
“Kok Bang Rava aja gak ke Aldo.. sampaikan salam sayang gitu?” Goda Tya
“Udah .. jangan reseh Tya .. malas gue “ ucap Putri
“Cerita nich lagi ngambek sama yayank” Goda Rangga Putri hanya mendengus kasar
“Malas kak bahas Kak Aldo tiap telpon pasti berantem “ Ucap Putri
“Aldo kayak gitu takut kehilangan apalagi setiap hari bersama terus “ Ucap Rangga yang tau karena Aldo selalu cerita sama Rangga dan Melati
“Kan udah ada tuh ceweknya .. “ Ucap Putri yang tak bisa lanjut bicara karena di potong oleh David
“Kalau gitu gue nikah secepatnya sama Mita aja” Ucap David mengoda Mita membuat Mita kaget dan mencubit David
“Awww “ David meringgis karena cubitan Mita membuat semua tertawa.
Pulang kuliah Putri pulang ke butik dan membantu Citra karena hari ini pelanggannya sangat banyak. Putri senang karena Citra mau tinggal dengannya walaupun Citra kadang sering ke luar negeri untuk bertemu dengan Rava dan melihat butik cabangnya yang di luar negeri.
Malamnya setelah selesai makan malam Putri, Rio, Tari dan Citra duduk di ruang keluarga sambil nonton dan bercerita karena Rio selalu mengajarkan setiap malam untuk berkumpul dan bercerita supaya mereka semua terbuka satu sama lain.
Setelah Putri bertemu dengan Citra ia selalu ingin bertanya tentang Ayah Arya tapi takut karena akan membuat Citra bundanya sedih dan malam ini Putri berniat ingin menanyakan tentang Arya ayahnya. Putri yang tidur dan paha Citra sebagai sandaran kepala Putri itupun sudah meminta ijin kepada Tari karena biasanya Putri tidur beralasankan paha Tari.
“Bun.. “ Panggil Putri dan Citra memandangnya
“Ada apa?” Ucap Citra
Putri lalu bangun dan duduk memandang Citra
“Maaf Bun, Putri ingin tau sosok Ayah Arya dan wajah ayah Arya pa Bunda masih punya foto?” Ucap Putri
Pertanyaan Putri membuat Citra diam dan memandang Rio dan Tari yang memandangnya juga. Putri yang melihat Citra Bundanya yang diam membuat dia menjadi gusar da tak enak hatinya karena Citra menjadi diam dan raut mukanya tak bisa di tebak. Rio dan Tari yang melihat Citra diam mereka berdua lalu saling memandang, Tari yang memandang Rio dan Rio mngangguk kepala
“Kalau sosok bagi papa dan Mama ayah ade.. ayah Arya sangat baik dan bertanggung jawab serta juga keras .. Ma Ambilkan foto di kamar “ Ucap Rio yang melihat Citra masih diam dan memandang Rio
Tari yang diminta oleh Rio untuk mengambil foto Arya di kamarnya pun lalu pergi mengambil album foto. Putri yang mendengar Rio dan TAri menyimpan foto arya di kamar mereka menjadi heran
“Kenapa papa dan Mama menyimpan foto ayah di kamar ? kan ade tak tau jika ayah Arya ayah kandungku” Tanya Putri
“Memang ade ga tau tapi papa dan mama gak mau ada yang mengatakan pada ade tentang ayah Arya walau gak ada yang tau ade bukan anak kandung papa dan mama” Ucap Rio Putri yang mendnegar itu hanya mengangguk kepala walau masih ragu dengan jawaban Rio.
Tari lalu datang membawa album foto dan memberikan pada Putri yang sudah di buka album foto yang ada Arya.
“Itu papa sama ayah kamu yang terakhir saat pertemuan terakhir sebelum ayah kamu kecelakaan” Ucap Tari
Putri yang melihat pun memandang foto yang di berikan Tari dan memandang Citra Bundanya yang hanya mengangguk kepala dengan air mata sudah menetes membuat Putri pun menangis karena baru hari ini Putri melihat Arya walau sudah lama tau tentang orang tua kandungnya karena Putri tak mau menanyakan itu Karena nanti membuat mereka sedih.
“Ayah senang ketika bunda mengandung ade.. sebelum kejadian ayah tak mau meninggalkan Bunda yang mengandung ade karena saat itu bunda tinggal menunggu ade untuk lahir tapi karena tanggung jawab ayah terpaksa pergi” Ucap Citra sendu mengingat sebelum peristiwa itu terjadi
“De.. Malam sebelum kejadian naas itu.. mungkin ayah Arya sudah mempunyai firasat … ayah menelpon papa untuk menitipkan Bunda ade sama abang sama ade dengan alasan karena akan pergi besok .. tapi papa hanya menganggap semua itu canda dan meminta ayah ade untuk tetap jaga Bunda dan abang serta ade tapi kenyataannya… papa salah itu pesan terakhir ayah Arya.. “ Ucap Rio
“Tapi papa sudah menempati janji ayah dengan menjaga ade kan?” Ucap Putri danm di anggukin oleh Rio dan Tari
“Sekarang gak usah sedih ayah sudah senang di sana .. dan juga Bunda serta abang Rava sudah kembali berkumpul bersamakan” Ucap Citra dan di anggukin Putri
“Ya bun,… maaf jika ade Tanya ayah membuat Bunda sedih .. dan juga papa” Ucap Putri