Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Sembilan Puluh Satu


“Sayang, Memilikimu di sisiku adalah hal yang melengkapiku aku tidak bisa memikirkan hidup tanpamu.. aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama.. aku ingin kau selalu bersamaku dalam duka maupun suka ... seperti lagu yang kubawakan untukmu jadikanlah ibu dari anak- anakku .. “ Ucap Ardy walau gugup tapi dia bisa melewati semua dengan baik dan Ardy meminta Diva memandang ke sahabat – sahabatnya. Diva lalu memandang sahabatnya dengan membacakan tulisan yang mereka pegang dan Ardy lalu berlutut di depan Diva sambil memegang cincin yang sudah ia siapkan


“ Sayang .. “ Panggil Ardy


Diva lalu memandang Ardy dan semakin tak percaya dengan apa yang Ardy lakukan


“Sayang.. jadikanlah ibu dari anak – anakku .. WILL YOU MARRY ME” Ucap Ardy sambil memandang Diva


Diva yang masih diam dengan air matanya masih menetes lalu memandang ke arah orang tuanya dan mereka hanya mengangguk kepala, begitu pun dengan sahabatnya saat dia memandang mereka. Diva lalu memandang Ardy dan hanya bisa mengangguk


“Yes I Will” Ucap Diva pelan tapi masih bisa di dengar oleh Ardy dan lainnya


Jawaban Diva membuat semua orang ada di situ menjadi senang apalagi Ardy. Ardy lalu berdiri dan memasangkan cincin di jari Diva dengan senyuman setelah selesai Ardy lalu mencium kening Diva dengan mesra sedangkan Diva yang di cium Ardy menjadi malu


“Jangan menangis lagi sayang” Ucap Ardy setelah mencium kening Diva dan menghapus airmata Diva


Ardy lalu mengambil bunga yang di berikan Putri padanya dan Ardy memberikan pada Diva


“Ini untukmu sayang” Ucap Ardy membuat Diva semakin malu


Reza dan tania serta Nathan dan Ryana menghampiri Ardy dan Diva dengan memebrikan selamat pada mereka berdua.


“Ingat yang papa bilanng jika bosan atau Diva berbuat salah pulangkan Diva ke papa” Ucap Reza


“Gak akan Diva aku pulangkan ke papa karena ardy akan membahagiakan Diva pa” Ucap Ardy Reza hanya mengangguk kepala


“Ingat bang.. sakiti Diva sebelum berhadapan dengan yang lain aku dulu yang akan jadi tameng untuk Diva” Ucap David


‘Aku juga bang .. sakiti Diva sama dengan abang sakiti aku” Ucap Putri


Membuat Ardy memandang keduanya dan memandang Mita serta Aldo, Aldo yang ditatap Ardy hanya memandang dengan senyuman mengejek


“Jangan berharap aku dan Mita bantu kamu “ Ucap Aldo tegas dan di anggukin oleh Mita membuat Ardy mendengus kesal


“Sudah.. sambil nunggu kita makan dan minum dulu.. “ Ucap Tari


Ardy dan Aldo hanya mengangguk begitu yang lain


“Aldo kamu bantu bakar sama yang lain biar mama dan cewek-cewek siapkan minuman dan yang lainnya sambil menunggu kalian bakar” Ucap Tari karena mereka tidak mau membuat art yang membakar art hanya menyiapkan bahan- bahannya.


Rangga, Rava, dokter Ryan, Ardy, Alvin, Andi dan Aldo menuju alat dan bahan untuk di bakar sedangkan Tya, Gita, Rissa, Mita, Diva, Fara dan Putri mempersiapkan minuman di bantu oleh Ryana, Tari dan Citra. Yang lain dimintakan untuk duduk saja.


“Tya... Fara .. kalian berdua duduk saja jangan kecapean” Ucap Tari


“Boleh tapi duduk aja” Ucap Putri dengan terpaksa Fara dan Tya mengiyakan ucapan Putri.


“Diva kamu juga .. masa yang punya acara bantu – bantu” Ucap Putri tapi dihiraukan oleh Diva.


“ini anak ngeyel banget.. “ Ucap Putri pada Diva dan Diva dengan terpaksa menuruti kemauan Putri untuk duduk tenang di dekat Tya dan Fara sambil sekali – kali membantu.


Setelah semua selesai mereka lalu makan dan sesekali bercanda gurau. Oma Tiara datang membuat kejutan membuat mereka bertambah senang walau oma Tiara datang terlambat saat Ardy melamar Diva. Rangga yang posesif selalu duduk berdekatan dengan Tya begitu juga dengan Aldo duduk dengan Putri dan Putri tak mempersalahkan itu karena dia berfikir dari pada nanti Aldo bertambah marah padanya. Sedangkan Andi yang ingin duduk di luar tak di ijinkan oleh Putri dan David.


“Diva..Tya malam ini nginap ya di sini ...Mita juga .. “ ucap Putri


Mita hanya mengangguk kepala, Arra yang sudah tidur di temani oleh baby sisternya jadi Mita mau, Diva pun sama hanya Tya yang memandang Rangga untuk meminta ijin dan Rangga hanya memandang Tya dan tatapan Tya memandang Rangga yang memberikan kode dengan matanya pada David tanpa merera semua sadari dan Tya berbisik hingga Rangga pasrah mengangguk kepala.


Mita, Putri, Tya, Diva dan Rissa membereskan bekas makanan mereka semua di bantu Ryana dan Tari. Ketika sampai di dapur Mita ingin ke kamar mandi tapi di pakai oleh Rissa dan Putri meminta Mita memakai kamar mandi di kamarnya dan Mita hanya mengangguk dan langsung ke kamar Putri. Tari, Putir dan lainnya ingin ke gazebo mengikuti yang lain tapi Ryana menahan Tya untuk tidak pergi karena ingin menanyakan sesuatu pada Tya


“Ada apa Ma?” Tanya Tya karena mereka semua para sahabat sepakat untuk memanggil orang tua dengan papa dan Mama


“Mama sebenarnya dari dulu ingin tanyakan ini tapi selalu lupa dan kebetulan mama ingat “Ucap Ryana


“Tanya Apa ma?” Tanya Tya


“Apa benar kamu temannya David waktu SMP dan kamu pernah pacaran sama David ?” Ucap Ryana membuat Tya kaget dan memadang Ryana lalu memandang kesekeliling.


Tya memandang ke arah pintu di sana udah ada David dan David juga mendengarnya dan Tya memandang balik ke arah Ryana


“Iya Ma... itu aku”Ucap Tya jujur


“Ma sudah nanti ada yang mendengar ,, karena aku dan Tya sepakat untuk tidak memberitahukan pada yang lain jika kita pernah pacaran” Ucap David


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mendengar mereka ucapkan membuat dia kaget dengan kenyataan jika Tya dan David pernah pacaran


“Putri dan Kak Rangga sudah tau Vid .. “ Ucap Tya membuat David memandang Tya heran


“Maaf . waktu itu kak Rangga menemukan foto lu sama gue saat pacaran di kamar gue.. membuat kak Rangga sekarang posesif banget sama gue hingga Putri curiga dan bertanya ke gue dan gue jujur sama Putri” Ucap Tya


“Gak apa-apa .. yang penting kalian gak ada perasaan satu sama lain kan? Ingat David jangan mencintai istri orang“ Ucap Ryana


“Gak ma .. aku sama Tya putus secara baik – baik dan lagian Tya udah ada kak Rangga dan aku udah ada Mita yang aku cintai” Ucap David dan dianggukin oleh Tya membuat Ryana senang mendengarnya


“Ya udah yuk gabung sama lain” Ucap Ryana


Mita yang mendengar mereka ingin beranjak dari situ langsung bergegas pergi dari tempat sembunyinya dan memang sepasang mata itu Mita yang mendengar ucapan Ryana, Tya dan David membuat dia marah karena telah di bohongi oleh David apalagi Putri tau juga. Sebenarnya Mita tak marah jika David jujur padanya karena apa yang dia curigai memang benar adanya.