
“Di sini ada empat kamar salah satunya kamar kedua orang tuaku.. “ Ucap Rissa
Ketika mereka sampai di ruang santai dan di depan kamar kedua orang tua Rissa, Rissa pun merasa kerinduan dia hanya diam dan memandang kamar orangtuanya
“Kenapa Riss?” Tanya Mita
“Gak apa-apa .. ini kamar orang tuaku... “ Ucap Rissa sambil menunujukan kamar orangtuanya sedangkan Mita, Putri dan David hanya bisa mengangguk kepala tanpa bertanya apapun.
“Vid .. kamar kamu yang itu .. ada kamar mandinya di dalam tapi maaf mungkin gak sama dengan kamar mandi di rumah kamu..” ucap Rissa
“Santai aja yang penting gue bisa tidur “ ucap David di depan kamar yang di tempati David dia pun menunujukan kamar papanya
“Ini kamar papa setiap dia datang selalu tempati di sini ... “ Ucap Rissa
“Put, Mita sisa kamar aku…yang satu lagi kamar papa ... gak apa-apa kan kalau kita satu kamar?” tanya Rissa
Putri dan Mita saling memandang dan berbalik memandang Rissa
“Kita bertiga satu kamar itu pun kalau kamu ijinkan kita semua satu kamar?” ucap Putri
“Ya aku ijinkan lah .. karena sisanya kamar aku dan gak mungkin aku ijinkan kalian tinggal di tempat lain“ ucap Rissa
Rissa membawa Mita dan Putri ke kamarnya di samping kamar David. David hanya melihat mereka bertiga ke kamar Rissa dan David pun masuk ke dalam kamar yang ia tempati. Rissa,, Mia dan Putri masuk ke dalam kamar dan melihat kamar Rissa walau tak besar tapi begitu nyaman dan juga ada kamar mandinya juga. Setelah mereka taru barang – barang mereka pun keluar karena permintaan Rissa yang meminta mereka melanjutkan minuman dan cemilan yang bi yani sudah menaruhnya di ruang keluarga Tanpa Rissa meminta lagi. Dan tak lama David pun menyusul mereka bertiga dan David yang melihat Mita duduk dekat Rissa dan juga Putri di sofa yang bisa di duduk tiga orang akhirnya david duduk sendiri di sofa yang untuk satu orang.
Rissa pun pamit pada David, Mita dan Putri yang ingin ke rumah papa angkatnya.
“Put, Mita David aku ke rumah papa dulu sekalian melihat keadaannya” ucap Rissa yang dianggukin oleh mereka
“Perlu aku antar ?” tanya David
“Gak usah sudah ada bang Andi di depan udah menunggu “ Ucap Rissa
“Ris, nanti kapan- kapan kenalkan papa kamu sama kita masa kita tinggal disini gak kasih kenal dan kita tinggal di sini gak minta ijin” Ucap Putri
“Udah tenang aja nanti aku kasih kenal dan tentang ijin tenang aja papa gak marah kok” Ucap Rissa dan Rissa yang melihat Andi langsung pamit pada mereka
“Gue pamit dulu “ Ucap Rissa yang membuat Putri kaget dengan ucapan Rissa
“Itu baru sahabat kita “ Ucap Putri dan di anggukin oleh Mita dan David
“Kalau Rissa pergi gue masuk aja ke kamar mau mandi dari pada jadi nyamuk di sini “ Ucap Putri membuat Rissa tertawa tapi tidak dengan Mita yang jengah mendengar Putri berbicara begitu.
Rissa pun pergi sedangkan Putri yang melihat Rissa pergi langsung berdiri tapi di cegah oleh Mita
“Mau ke mana lu?” Ucap Mita
“Masuk ke kamar mau mandi .. ngapain duduk dengan lu sama David ogah jadi obat nyamuk “ Ucap Putri melepaskan tangan Mita tapi Mita memegang Putri dengan kuat
“Gak lu disini dulu sama David gue duluan mandi nanti kalau udah selesai gue manggil lu” Ucap Putri berusaha melepaskan pegangan Mita
“Gak apa-apa put, Gue juga mau mandi .. dari pada duduk tapi gak dianggap percuma” Ucap David membuat Putri memandang David heran dan kembali memandang Mita yang memandang David
“Kalian bicara aja .. Gue masuk .. “ Ucap Putri yang sudah merasa tak nyaman dengan Mita dan David. Lalu beranjak dari ruangan setelah melepaskan pegangan dari Mita yang memang Mitamasih diam memandang David.
Ketika Putri pergi dan David juga ingin pergi tapi dia masih menghargai Mita yang masih duduk
“Maaf aku mau mandi jika kamu masih gak mau aku ada di sini” Ucap David yang tak mau bertengkar dengan Mita
“Ya udah “ Ucap Mita ketus dan berdiri lalu ingin berjalan tapi dicegah oleh David yang berdiri di depan Mita
“Kamu kenapa sayang ? masih ada yang menjanggal di hati kamu ? kalau masih ada kita bicara baik-baik jangan menghindar itu tak akan selesai “ ucap David
Mita akhirnya duduk kembali dan David pun ikut duduk lagi.
“Sayang..” panggil David yang sudaah duduk di dekat Mita
“Aku tau ... jangan curiga tapi aku ingin kejujuran kamu sayang ... “ Ucap Mita memandang David
“kejujuran apa sayang?” Tanya David yang balik memandang Mita dan meletakan tangannya di muka mita sambil membetulkan rambut Mita yang sedikit berantakan
“Kamu ada hubungan apa sama Tya karena aku curiga kamu sama Tya sekarang ada yang di tutupi apalagi Kak Rangga tak seperti baisanya?” ucap Mita yang bertanya membuat David diam dan memandang Mita walau David kaget tapi bisa ia menguasai hati dan pikirannya
“Gak ada yang aku sembunyikan sayang ... aku sama Tya hanya sahabat sama seperti yang lain” Ucap David dan Mita melihat David yang tak biasanya ketika ia meminta kejujuran membuat Mita yakin david menyembunyikan sesuatu tapi ia tak mau jujur.
“Baiklah.. aku percaya tapi jika sayang menyembunyikan sesuatu dariku maka kita putus karena suatu hubungan yang didasari dengan ketidak jujuran untuk apa” Ucap Mita membuat David diam.
“Aku mau lihat Putri sudah selesai mandi atau belum karena aku juga mau mandi gerah” Ucap Mita
Lalu Mita berdiri dan berjalan ke kamar di ikuti oleh David. Ketika sampai di depan kamar David karena menuju kamar Rissa harus melewati kamar David dulu, bavid menarik Mita kekamar David lalu David membuka pintu kamar David dan Mita yang kaget dengan David menariknya Mita memandang heran
“Mau ngapain tarik ke kamar kamu?” Tanya Mita heran
“Mandi berdua yuk “ Goda David sedangkan Mita menganga David dengan melotot matanya karena marah
“Ga ada “ Ucap Mita tegas lalu melepaskan tangan David tapi David menahan Mita untuk tidak pergi
“Apalagi sayang?” Ucap Mita
David lalu menarik Mita sandar di tembok kamar dengan David memegang tangan Mita tapi dengan masih pintu di buka
“Setelah selesai kuliah kita nikah ya sayang?”ucap David membuat Mita kaget karena tak pernah David mengajak Mita untuk ke jenjang serius Mita memandang David dengan diam dan David menanti jawaban Mita
“Gimana sayang?”