Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Enam Puluh Empat


“Maaf Raf.. aku gak mau menyakiti hati orang lain .. “ ucap Melati tanpa melepaskan genggamannya karena dia sendiri bingung dan ucapan Melati membuat Rava membuka matanya dan memandang Melati.


“Maksud kamu Mel?” tanya Rava bingung


Melati memandang Rava dan memberikan kode matanya dengan lirik ke arah Putri dan Aldo. Rava yang melihat lirikan kode mata Melati dan memandang kearah Putri langsung mengerti sedangkan Putri yang memandang Rava dan Melati yang memandang ke arahnya menjadi bingung dan langsung mengerti karena Tatapan Rava dan ucapan Melati yang tak mau menyakiti hati orang yang tak lain adalah dirinya. Putri memandang Aldo yang di pandang berbalik memandangnya dan Putri tersenyum memandang Aldo lalu memegang tangan Aldo yang tak di infus tapi di tepis oleh Aldo. Putri kaget karena tangannya di tepis dan melihat muka Aldo yang cemberut Putri langsung tersenyum dan mengambil tangan Aldo dengan erat


“Udah jangan marah lagi sayang “ucap Putri pelan malu kalau di dengar mereka semua Aldo hanya memandang Putri


Sedangkan Rava langsung memandang Melati yang masih setia memandangnya pun tersenyum


“Dia adik kandung aku…adik aku udah aku temukan … Putri adik kandung aku“ ucap Rava membuat Melati kaget begitu juga Aldo


Aldo yang mendengar itu memandang Putri dan Putri yang memandang Aldo karena ucapan Rava hanya mengangguk kepala


“Udah ya… Sekarang aku tanya sekali lagi mau kah jadi kekasih aku?” ucap Rava yang membuat Putri dan Aldo memandang kembali ke arah Rava sedangkan Rava sudah menutup maa kembali karena gugup dan takut di tolak


“Gak usah kekasih lagi Rav, Istri langsung” ucap Tyara membuat Rava memandang Omanya tersenyum malu begitu juga Melati.


Rava memandang Melati begitu juga sebaliknya. Melati yang menyukai Rava dan memandang Rava yang sudah menutup matanya hanya tersenyum. Melati dengan iseng melepaskan kedua tangannya secara bersamaan membuat Rava kaget dan membuka matanya lalu memandang Melati


“Jawabanmu apa Mel?” ucap Rava yang masih berlutut karena bingung kenapa Melati melepaskan kedua tangannya


Melati lalu mengambil tangan kanan Rava lalu menarik Rava untuk berdiri dan Rava berdiri. Melati belum melepaskan pegangan tangannya


“Mel… “ ucap Rava


Melati yang tau Rava ingin berbicara lalu menghentikan bicaranya dengan mengangkat tangan kirinya dan dengan jari telunjuk di bibir Rava dan memberikan kode matanya ke arah bawa untuk melihat genggaman Melati dan Rava. Membuat Rava memandang ke arah tangannya dan kembali memandang Melati dan Melati hanya mengangguk kepala. Rava tersenyum senang dan melepaskan pelukannya dan memeluk Melati sedangkan David dan Ardy langsung tersenyum gembira melihat abangnya di terima oleh Melati sedangkan Putri melepaskan tangan dari Aldo dan turun berjalan cepat memeluk Rava dan Melati sekaligus Putri senang melihat Rava.


“Selamat ya bang.. ade senang “ Ucap Putri


Rava dan Melati lalu memandang Putri dan melepaskan pelukan dan Rava memeluk Putri serta mencubit hidungnya


“Auwww sakit abang… “Ringgis Putri dan Rava tertawa begitu juga dengan Melati


Ardy dan David pun langsung lari memeluk Rava sedangkan Rava kaget mendengar ucapan Tyara


“sebelum berangkat kita nikahkan mereka dulu” Ucap Tyara pada Nathan dan Citra


Rava memandang Melati


“Oma .. maaf yach .. Boleh selesaikan kuliah dulu oma baru nikah gak apa-apakan oma” Ucap Melati takut oma tidak setuju dan Rava hanya mengangguk kepala. Tyara dan Citra hanya mengangguk mengikuti kemauan Rava dan Melati


“Aku pulang yach “ Ucap melati dan dianggukin oleh Rava


“Abang antar Mba Melati Pulang “ Ucap Putri


“gak usah Put aku bawa mobil “ Ucap Melati


“Oma juga pulang sekalian “ ucap Tyara


“Biar David yang antar oma .. David juga mau pulang “ Ucap David


Nathan, Ryana, Diva, Rangga dan lainnya pamit pulang karena mereka juga udah lelah pulang sekolah langsung ke rumah sakit. Tinggallah Tari, Rio dan Putri, Citra pulang karena hendak siap-siap untuk besok berangkat. Putri duduk di samping tempat tidur Aldo sedangkan Rio dan Tari duduk di sofa.


“Kakak sekarang tidur dari tadi belum istirahat” ucap Putri sedangkan Aldo mukanya masih di tekuk


“udah kakak … mukanya jangan di tekuk gitu .. kenapa?” ucap Tari membuat Putri heran dengan sikap Aldo


“Masih cemburu sama Bang Rava dan Bang David…” ucap Putri tapi di geleng kepala oleh Aldo


“Trus mukanya kenapa nich ?” Ucap Putri sambil mencubit pipi Aldo Rio dan Tari tertawa melihat Putri menggoda Aldo


“Kakak masih cemburu tuh kayaknya de“ ucap Rio membuat Putri memutar matanya


“Gak lucu ah masa cemburu sama bang Rava yang jelas kakak aku sendiri” Ucap Putri


“sapa yang cemburu” Ucap Aldo berbohong membuat Rio dan Tari kembali tertawa


“Ngaku kenapa kalau cemburu “ Goda Putri lalu memandang Rio dan Tari yang tertawa


“Senang buat aku marah terus” Ucap Aldo


“Iya Maaf sayang.. “ Ucap Putri


***


Tiga Bulan Kemudian, Aldo udah sembuh dan udah ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya bersama Rangga dan Rava. Sedangkan Citra dan Tyara sudah menetap di Indonesia karena Citra langsung menangani Butik yang dulu pernah Ia tinggalkan dan di tanganioleh orang kepercayaan Citra. Putri meminta Citra untuk tinggal di rumah bersamanya. Bersama Rio dan Tari karena Putri tak tega meninggalkan papa dan mamanya karena Aldo tak ada. Sedangkan Tyara tinggal bersama Nathan dan Ryana dan sekali – kali tinggal bersama Putri.


Di sekolah Ketika bel berbunyi putri, Tya, Diva dan David kembali ke kelas mereka. Walaupun mereka bersedih karena teman mereka belum ada kabar semenjak di rumah sakit sampai sekarang belum ada kabar tapi mereka gak mau terlalu bersedih yang nanti membuat Mita bersedih juga.


Ketika didalam kelas guru mata pelajaran berikutnya masuk dan mereka semua duduk di bangku masing-masing. Putri duduk bersama Diva sedangkan Tya bersama David.


“Selamat siang anak-anak “ ucap ibu guru dan mereka semua siswa membalas seperti biasanya.


“Sebelum kita mulai pelajaran, kita kedatangan siswa baru di kelas ini “ ucap ibu guru


Semua siswa saling memandang mendengar ibu guru berbicara ada kedatangan siswa baru dan mereka semua senang mendapatkan siswa baru


“Yang di luar silahkan masuk” panggil ibu guru pada siswa yang diluar dan siswa baru tersebut membuka pintu dan masuk membuat semua siswa memandang murid baru tersebut membuat semua siswa bergembira melihat siswa baru yang baru masuk begitupun dengan Putri, Tya, Diva dan David membuat keempat orang tersebut kaget karena baru selesai bahas tentang sahabatnya yang sakit dan tanpa kabar lagi akhirnya dia kembali. Ya Mita telah kembali dan berdiri di depan kelas membuat Tya, Putri, Diva dan David kaget sampai mereka diam. Mita yang melihat Tya, Diva, Putri dan David hanya diam langsung tersenyum dan Mita melihat Diva sudah menunduk kepala tapi mulutnya di tutup membuat Mita menahan tawanya melihat mereka berempat yang kaget. Tya memandang David lalu memandang Diva dan Putri yang dibelakang mereka


“Benar didepan kita … gue gak salah lihatkan “ Ucap Tya pada David tapi Putri juga mendengar ucapan Tya Putri hanya diam memandang Tya.


“Mita ..” Ucap Putri