
Putri lalu mendekati Mita lalu memegang tangan Mita dan memegang wajah Mita dan Putri menatap Mita begitu juga Mita
“Jawab jujur Mit, gue kenal lu bukan sehari atau sebulan tapi sudah lama, udah 6 taon lebih dan gue hafal betul jika lu berkata bohong ke gue” Ucap Putri Mita hanya memandang Putri dan memandang Diva juga Tya serta David yang sekarang memandangnya. Mita lalu memeluk Putri erat dan menaruh kepalanya di bahu Putri. Air mata Mita jatuh lagi mendengar perkataan Putri dan kekhawatiran mereka
“Tolong biarkan gue simpan penyakit iniii, “ Ucap Mita menagis.
Mama Rita yang dari tadi melihat mereka hanya diam ketika Putri menanyakan penyakit Mita tapi tak di sangka Mita menangis di pelukan Putri karena tak tega melihat Mita langsung Mama Rita menghampiri mereka
“Ayo makan dulu sebelum pulang sekalian temani Mita makan dan minum obat” Ucap Mama Rita
Mita yang mendengar mamanya berbicara lalu mengangkat kepalanya lalu melihat mamanya, Mita tau mamanya nangis, Mita merasa bersalah karena ia juga janji jangan ada air mata. Mita menghapus airmatanya dan menghampiri mamanya dan memeluknya
“ Maaf Ma ..” Bisik Mita
“Udah gak papa .. Yuuk turun makan nanti baru lanjut lagi” Ucap Mama Rita.
“Maaf merepotkan mama” Ucap Tya
Mereka menuju meja makan, Mama Rita melihat senyuman Mita kembali lagi menjadi senang. Orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya menderita sakit. Leukemia penyakit yang sakit yang berisiko.
Mama Rita melihat Mita mengambil makanannya sendiri tanpa melihat David lalu mama Rita ingin mengjaili anaknya
“Mit, ambil untuk David dong … sekali – kali belajar melayani suami sendiri” Ucap Mama Rita, Mita memandang mamanya dengan matanya yang jengah sedangkan mama Rita menahan tawanya melihat Mita yang seperti itu sangat lucu baginya. Sedangkan Putri, Tya dan Diva tersenyum melihat Mita dan David, jangankan tanyakan David lagi mukanya merah karena malu di isengin mama Rita.
“ Gak papa Ma biar saya ambil sendiri” Ucap David. Mita lalu mengambil piring David dan mengambil Nasi serta lauk setelah menanyakan pada David. Ketika Putri mau mengambil makanan tapi dicegah oleh Mita.
“Biar gue aja sekalian “ Ucap Mita yang sudah selesai mengambil makanan untuk David.
“Gak biar kita sendiri lu makan aja” ucap Diva dan Mita memandang Putri dan Tya hanya mengangguk.
Setelah selesai mereka makan, mereka kembali ke teras balkon. Diva mau mencuci piring tapi dicegah oleh Mita dan Mama Rita. Tak lama Mama Rita datang dengan segelas air dan obat untuk Mita.
“Ma nanti aja Mita minumnya” Ucap Mita tapi Mita kaget mendengar protes dari Putri dan David
“Minum sekarang “ Ucap mereka tegas dan bersamaan. Putri lalu mengambil minum dan obat dari Mama Rita dan berdiri bersama Mita memastikan Mita minum obatnya
“Galak amat “ Ucap Mita Putri hanya memandangnya, walau begitu dia tetap minum. setelah selesai minum Mita menaruh gelas di meja tapi di cegah mama Rita. Mama Rita mengambil gelas dan memandang Mita tersenyum
“Puas “ Ucapnya memandang Putri
“ Puas Banget” Ucap Putri langsung tertawa
Mita hanya menggeleng kepala pelan dan tiba – tiba Mita mimisan, Mita merasakannya pun memandang mama Rita menutupi dari Putri karena dia tak mau teman- temannya mengkhawatikan tapi terlambat Putri dan Tya melihatnya dan Putri memutar muka Mita, Mita yang menutup hidungnya dengan tangan. Tya memberikan tisu yang ada diatas meja ke Putri
“Jangan menutupinya gue udah liat“ Ucap Putri lalu melepaskan tangan Mita dan Mita mengambil tisu yang diberikan Tya untuk menghapus darahnya, Diva yang tadi tak melihat menjadi kaget dan memandang Mita yang menghapus darah begitu juga David. Diva yang tau ciri – ciri seperti itu menjadi curiga dan langsung matanya berembun. Dia teringat kakaknya yang meninggal 7 tahun lalu karena leukemia. Mita masih menghapus darahnya yang dihidung bahkan di tangannya dibantu oleh Mama Rita dan Putri. Setelah selesai Mita kaget melihat Diva yang mukanya sudah berlinang air mata.
“Div, Gak usah khawatir gue gak apa – apa” ucap Mita pada Diva. Mama Rita memandang Diva begitu juga Putri dan Tya.
“Mama gak katakan apa-apa pada mereka, mama turun biar kamu sama mereka“ Ucap Mama Rita memberikan kesempatan untuk Mita bersama teman-temannya, Mita mengangguk
Diva masih menangis seseguk di pelukan Mita tanpa berkata apa-apa. Mita yang tak mau Diva dan teman-temannya bersedih lalu berusaha melepaskan pelukan Diva
“Gue gak apa-apa Di, gue baik- baik saja“ Ucap Mita ketika Diva melepaskan pelukannya tapi Diva memandang Mita dan menggeleng kepala. Putri membawa Mita duduk dan diikuti oleh Diva. Tya memberikan tisu pada Diva dan Diva menghapus airmatanya
“Mit, janji sama gue …” Ucap Diva memandang Mita serius dan Mita yang dipandang Diva hanya mengangguk kepala
“Janji lu gak akan pergi dan tinggalkan kita dan lu harus sembuh” Ucap Diva dan langsung memeluk Mita
Mita yang dipeluk dan kaget dengan perkataan Diva menjadi bingung
“Di…” Panggil Tya dan Putri bersamaan dan Diva melepaskan pelukan dan memandang mereka. David yang tak mengerti hanya diam memandang mereka.
“Mit, Janji lu akan sembuh“ Pinta Diva yang sudah menangis mengingat kakaknya dan sekarang sahabat dekat pun mengalami hal yang sama. Mita yang tak kuat menahan sesak didada melihat Diva yang menangis seperti ini ingin rasanya dia menangis tapi sebisa mungkin dia tahan.
“Di, gue udah katakan gue gak papa” Ucap Mita dengan suara seraknya menahan tangis
“Lu jangan bohong mit, kakak gue tujuh taon lalu meninggal karena sakit ini… sakit leukemia .. dan gue takut lu … “ucap Diva tak mau melanjutkan ucapannya karena menangis.
“Gue minta lu harus sembuh” Ucap Diva membuat Mita kaget Diva tau penyakitnya karena kakaknya pernah sakit seperti ini. Putri dan Tya serta David kaget dengan penuturan Diva dan Mita memandang Diva, Putri dan Tya matanya sudah berembun
“ini yang gue gak mau kalian tau …” ucap Mita memandang Putri, Tya dan Diva serta David bergantian. Diva sedih dengan apa yang dialami Mita, Mita gak mau mereka semua bersedih karena penyakit yang di deritanya.
“Gue gak janji tapi gue berusaha untuk sembuh” Ucap Mita
Putri dan Tya berdiri memeluk Mita Diva pun tak tinggal diam lalu memeluk lagi. Mita yang dipeluk berjanji dalam dirinya dia akan sembuh karena banyak yang menyanyanginya.
“Udah dong…“ Ucap Mita berusaha melepas pelukan mereka dan mereka melepas pelukan dan saling memandang dan Mita tersenyum pada mereka
“Janji sama gue… ini yang terakhir kalian nangis… dan anggap gue gak sakit… anggap gue sehat aja seperti biasa” ucap Mita memandang mereka memastikan mereka seperti biasanya dan mereka mengangguk kepala. Putri duduk disamping Mita sedangkan Tya duduk di sofa untuk satu orang. Putri yang melihat David diam memandang Mita hanya menggeleng kepala
“Peluk aja kalau ingin peluk” Ucap Putri menggoda David dan Mita, Mita yang mendengar putri menggoda mereka lalu mencubit paha putri
“Dari tadi reseh” Ucap Mita, Putri tertawa melihat Mita yang kesal
“Sayang, janji yach jangan menghindar lagi” Ucap David membuat Mita malu pada Tya, Putri dan Diva karena panggilan David tapi Mita hanya mengangguk kepala
“Ehemmm … kayaknya gue haus “ Ucap Putri pura – pura batuk dan mengambil air untuk minum.
Mita memukul paha Putri yang dari tadi menggodanya.
“Vid, janji sama gue, jaga mereka bertiga ketika gue gak masuk sekolah“ pinta Mita dan David mengangguk
“Satu panggil sayang satu panggil nama saja gak seru tuh padahal udah lama pacaran” Ucap Tya, Putri dan Diva langsung tertawa mendengar ucapan Tya. Mita hanya memandang Tya dengan tatapan jengah dari tadi mereka menggodanya.