Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Episode 22


Kawasan Villa Elite Kota Cherry


Villa Milik Shiro


Elise telah kembali ke Villa setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus dia urus


Menghampiri Ruang Utama, Elise di kejutkan dengan pemandangan Ruang Utama yang begitu berantakan, Lembaran Kertas yang berisi Dokumen Penting betebaran di sana sini bagaikan Sampah Kertas tak berharga


Elise mengalihkan pandangannya ke arah Sofa dan mendapati Shiro dengan penampilan yang berantakan, wajahnya suram dan rambutnya terurai tak karuan


Elise menghela nafasnya, "Shiro" Ucap Elise memanggil


Saat itu juga, Shiro terkejut sesaat setelah mendengar suara Elise dan langsung bangkit dari Sofa


"E-elise... K-kamu... Kamu sudah kembali?" Ucap Elise


Elise melihat ke sekeliling Ruangan yang berantakan


"Tunggu... Elise... Aku... Aku bisa menjelaskannya..." Ucap Shiro yang terlihat panik


Elise menghela nafasnya, "Aku harap kamu memiliki alasan yang bagus untuk menjelaskan ini semua, setelah ke sekian kalinya aku memberitahu mu untuk tidak menghamburkan berkas berkas penting seperti ini..." Ucap Elise


Shiro menghela nafasnya, "Sebenarnya... Aku tengah mencari Surat Perpanjangan Masa Perlindungan Black Card Bank dari World Bank Central... Tapi aku tidak bisa menemukannya" Ucap Shiro


Elise menghela nafasnya, Kemudian Elise melirik ke arah bawah lalu memungut selembar kertas yang ada di dekat kakinya


"Maksud mu ini?" Ucap Elise


Shiro melihat selembar Kertas yang ada di tangan Elise, "Ahh... Benar... Itu yang sedang aku cari" Ucap Shiro


Elise kembali menghela nafasnya, Kemudian Elise mulai mengambil satu per satu kertas yang berserakan di lantai


Shiro juga ikut merapikan Kertas kertas itu lalu menyusunnya sedemikian rupa di atas meja


"Ngomong Ngomong, Bagaimana dengan Proses Pembangunan Mansion nya?" Ucap Shiro


"Semuanya berjalan dengan lancar, Progres Pembangunan Mansion milik Master telah mencapai 98%, Adapun Fasilitas yang belum selesai di bangun hanya tinggal Kolam Renang, Landasan Helikopter, dan Sauna Pemandian Air Panas" Ucap Elise


Shiro mengangguk, "Baiklah, Kuharap semuanya segera selesai tepat waktu" Ucap Shiro


5 Menit Kemudian


Semua Lembar Kertas yang berisi dokumen penting telah tersusun rapi di atas meja


Kemudian Shiro menyingkirkan Tumpukan Kertas itu ke pinggir meja lalu menatap ke arah Elise


"Lalu, Bagaimana dengan Para Maid yang akan mengurus Mansion?" Ucap Shiro


"Aku telah mendapatkan 40 Maid Lulusan Terbaik dari Akademi Maid Terbaik yang ada di dunia, Loyalitas mereka tidak bisa di ragukan lagi, mereka akan bekerja dengan sepenuh hati untuk melayani Master" Ucap Elise


Shiro tersenyum, "Itu bagus" Ucap Shiro


Kemudian Shiro mengambil selembar Kertas yang ada di bagian paling atas dari tumpukan kertas yang ada di hadapannya


"Lalu, mengenai hal lainnya?" Ucap Shiro bertanya kepada Elise


"40 Sportcar model Terbaru dan Terlangka telah selesai di impor, 2 buah Helikopter Masih dalam status pengiriman, 1 Kapal Pesiar telah di tempatkan di Dermaga yang ada di samping Mansion, dan juga aku telah berhasil mengubah seluruh Pantai yang ada di dekat Mansion menjadi Properti Pribadi" Ucap Elise


Shiro menggerakkan giginya setelah mendengar penjelasan Elise, "Tidak... Masih belum cukup... ini semua masih jauh dari kata cukup..." Ucap Shiro


Elise menghela nafasnya, melihat Shiro yang begitu berambisi untuk meminta maaf atas janji yang telah dirinya Ingkari, itu semua membuat Elise manjadi semakin merasa tidak nyaman karena harus menjadikan seseorang yang tidak dia kenal sebagai Masternya


Apalagi, Elise baru saja mendapatkan Cinta Pertamanya, Elise merasa sedih karena dirinya harus merelakan Cinta Pertamanya begitu saja hanya untuk melayani seseorang yang tidak dia kenal sama sekali


Di hadapkan oleh pilihan yang sulit, Elise lebih memilih menjalankan Loyalitas nya kepada Shiro dan merelakan Cinta Pertamanya


Elise berharap, agar di masa depan nanti, dirinya bisa bertemu dengan Cinta Pertamanya kembali


...----------------...


Di Sebuah Kafe


Aiko menyewa penuh sebuah Kafe di Pusat Kota untuk keperluan penting yang menyangkut tentang kebahagiaan nya


Aiko, Irina, Myu, Airi dan juga Reina duduk bersama sama di sebuah meja yang ada di Lantai 2 Kafe yang terisolasi dari orang luar karena Aiko tidak ingin ada orang luar yang mendengar pembicaraan mereka


"Jadi, aku tekankan sekali lagi, meskipun aku bisa berbagi cinta yang kakakku miliki kepada kalian, kalian tidak di perbolehkan untuk merebut kakakku dari sisiku, itu juga berlaku dalam kategori yang lain seperti Tidur Bersama dengannya, jika itu memang memberatkan sebelah pihak, maka aku juga bisa berbagi kakakku untuk tidur bersama kalian jika itu memang yang kalian inginkan, tapi perlu kalian ingat bahwa tidak ada yang boleh melakukan hal yang berada di luar batas, terutama hal yang berkaitan dengan mengambil Keperjakaan Kakakku, apa kalian mengerti?" Ucap Reina


Aiko, Irina, Myu dan Airi mengangguk secara bersamaan, "Kami Mengerti" Ucap Aiko, Irina, Myu dan Airi secara bersamaan


"Bagus" Ucap Reina


Kemudian Reina duduk di kursinya, "Jika ada yang ingin berpendapat, silahkan saja" Ucap Reina


"Aku ingin bertanya tentang sesuatu, tapi aku tidak tau apakah kamu akan mengizinkan nya atau tidak" Ucap Aiko


Reina mengarahkan pandangannya ke Aiko ingin menanyakan sesuatu kepada dirinya


"Bicaralah" Ucap Reina


Aiko mengangguk, "Apa kami di izinkan untuk berkunjung ke Rumahmu untuk bertemu dengan Tanaka?" Ucap Aiko


"Ya, itu boleh saja selama Kakakku mengizinkannya" Ucap Reina


"Baik" Ucap Aiko


Kemudian Reina melihat ke sekeliling untuk memandangi gadis yang lainnya, "Apa ada hal yang lain lagi?" Ucap Reina


"Kalau begitu... Bisakah aku memanggil Tanaka dengan sebutan Darling?" Ucap Irina


Reina mengarahkan pandangannya ke arah Irina, "Tentu, Kenapa tidak?" Ucap Reina


"Baik, Terima Kasih" Ucap Irina


Kebahagiaan mengalir tanpa batas di dalam diri Irina karena akhirnya dirinya bisa memanggil Tanaka dengan sebutan Darling tanpa harus bersembunyi lagi


Kemudian Reina melihat ke arah Myu dan Airi, "Kalian Berdua, apa ada hal yang ingin kalian katakan?" Ucap Reina


Myu mengangguk, "Apa kami benar benar di izinkan untuk tidur bersama Tanaka?" Ucap Myu bertanya kepada Reina


Reina mengangguk untuk menjawab pertanyaan Airi, "Benar, tapi tapi tidak dalam waktu yang dekat ini, persyaratan nya sangat sederhana jika kalian ingin tidur bersama kakakku, jadilah Calon Istri yang baik untuk kakakku" Ucap Reina


Wajah Myu seketika memerah lalu Myu menganggukkan kepalanya, "B-baik..." Ucap Myu


Kemudian Reina mengarahkan pandangannya ke arah Airi, "Airi, bagaimana denganmu?" Ucap Reina


Airi tersenyum kemudian dia menggelengkan kepalanya, "Aku tidak memiliki apapun untuk di katakan, bisa menjadi Kekasih serta menjadi Istri Tanaka sudah lebih dari cukup untukku, aku tidak ingin meminta atau menanyakan hal yang tidak sepantasnya aku tanyakan ataupun aku minta" Ucap Airi


Reina mengerutkan keningnya, "Jangan Begitu Airi, kita di sini untuk berdiskusi bersama dan mencari hal yang terbaik untuk semua orang" Ucap Reina


Airi menghela nafasnya, "Baiklah... Kalau begitu... Bisakah kami... Mencium Tanaka setiap hari?" Ucap Airi bertanya kepada Reina


Reina terkejut mendengar pertanyaan Reina, Kemudian Reina menghela nafasnya lalu mengangguk, "Ya, Tentu saja" Ucap Reina


Airi tersenyum, "Baik, Terima Kasih"


Kemudian Reina berdiri dari Kursinya, "Baiklah, Diskusi hari ini cukup sampai di sini" Ucap Reina


"Baik" Ucap Aiko, Irina, Myu dan Myu secara bersamaan


Diskusi Para Kekasih Tanaka berlangsung secara perlahan dan tanpa masalah apapun


Mendiskusikan hal yang satu dengan yang lain akan menjadi jalan utama untuk kebahagiaan semua orang


Dan kebahagiaan itu sendiri akan mengalir deras seiring dengan berjalannya waktu yang terus di lahap oleh Cinta Murni dari Ke 5 Bidadari yang selalu ada di sisi Tanaka