Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Delapan Puluh


Di rumah sakit tempat praktek David, Rissa, Mita dan Putri mereka berempat sudah sampai. Ketika masuk ke dalam dan melaporkan ternyata bukan mereka berempat saja yang akan praktek di rumah sakit itu melainkan ada delapan orang lima perempuan dan 3 laki – laki yang akan praktek bersama dari universitas yang berbeda pula. Mereka pun mengikuti pembekalan dan perkenalan diri sambil menunggu pimpinan rumah sakit datang. Hingga siang pimpinan rumah sakit pun datang dan mereka yang turun praktek termasuk David, Mita, Rissa dan Putri yang sedang membagikan kelompok di setiap ruangan dan bahkan juga tugas shift dan dokter yang bertanggung jawab pada tiaap kelompok. Mereka di bagikan menjadi empat kelompok terdiri dari tiga orang. Rissa dan David satu kelompok sedangkan putri dan Mita mendapatkan satu kelompok dan mereka mendapatkan shift yang sama. Selesai mereka semua mendengar nama – nama kelompok dan ketua kelompok, kepala Rumah sakit masuk ke dalam ruangan dengan dua dokter yang bersama kepala rumah sakit. Mereka yang praktek hanya memandang ke arah dokter yang masuk termasuk kepala rumah sakit hanya diam tapi tidak dengan Mita yang kaget memandang ke arah tiga dokter tersebut.


“Ha.. Kak Ryan” Ucap Mita pelan tapi masih di dengar oleh Putri dan David hingga mereka berdua memandang Mita


“Lu Kenal sama salah satu dokter di depan?” Ucap Putri pelan dan di anggukin oleh Mita dengan tersenyum senang membuat Putri heran dan David menatap Mita curiga


“Selamat siang semuanya .. di sini sudah hadir kepala rumah sakit xx dokter Ryan Permana .. kepada dokter Ryan di persilahkan untuk memberikan sambutan sekaligus menerima calon dokter yang akan prakter di rumah sakit xx .. “ Ucap salah seorang dokter pembawa acara dan di anggukin oleh dokter Ryan.


“Makasih dokter... selamat siang semua.. “ Ucap dokter Ryan memberikan salam


“Siang dok.. “ Ucap mereka semua yang praktek bahkan dokter yang ada di dalam ruangan


“Sekali lagi perkenalkan nama saya dokter Ryan Permana sebagai kepala rumah sakit xx dan Saya sudah menikah “ Ucap dokter Ryan


“Ada pepatah katakan tak kenal maka tak sayang.. “ Ucap dokter Ryan lagi


Dokter Ryan memandang setiap peserta praktek dan Mita tau dokter Ryan memandangnya langsung tersenyum. Mita yang melihat dokter Ryan memandang dengan keheranan menjadi tersenyum kembali karena raut wajah dokter Ryan yang memandangnya dengan kaget dan heran


“Sebelum saya memberikan sambutan dan menerima calon dokter yang akan praktek di rumah sakit ini .. saya ingin mengenal satu persatu dan saya akan membacakan dan dipersilahkan angkat tangannya supaya saya bisa kenal .. “ Ucap dokter Ryan dan meminta daftar nama – nama dari salah satu dokter.


Setelah menerima dan mengucapkan terima kasih dokter Ryan langsung membacakan nama satu persatu


“Makasih.. David Nugroho .”


David yang mendengar namanya langsung menangkat tangannya dan dokter Ryan memandang David dan hanya mengangguk


“Makasih David... “ Ucap dokter Ryan dan di anggukin oleh David


Dokter Ryan membacakan nama berikutnya tapi tak melanjutkan karena kaget


“Mit.... “ Ucap Dokter Ryan pelan tapi masih di dengar oleh yang lain begitu pun Mita yang langsung tersenyum lucu dengan keterkejutnya dokter Ryan apalagi dokter Ryan mengangkat kepala dan memandang Mita yang sudah tersenyum dengan menahan ketawanya


“Gak lucu...” ucap dokter Ryan ketus membuat para dokter yang ada di ruang menjadi kaget begitupun para peserta tapi tidak dengan Mita yang langsung menutup mulutnya kalau dia tidak pikir ini di dalam ruangan dan ada dokter lain dia sudah tertawa lepas melihat dokter Ryan yang ketus


“Lanjut .. Putri Anastasya Nugroho” Ucap dokter Ryan


Putri yang mendengar namanya langsung mengangkat tangannya dan di anggukin oleh Dokter Ryan dan dokter Ryan melanjutkan memanggil hingga selesai. Putri yang mendengar dokter Ryan yang tak menjadi memanggil Mita memandang Mita dan menyenggol Mita


“Kenapa lu gak jadi di panggil .. itu dokter yang lu kenal ?” Tanya Putri dan di anggukin oleh Mita


Setelah selesai dokter Ryan yang menerima mereka langsung mereka semua di minta untuk mengunjungi setiap ruangan rumah sakit sebelum pulang dan besok baru mulai praktek. Dan terakhir di ruang kepala rumah sakit dokter Ryan sudah berdiri di depan ruangannya dan mereka semua di persilahkan pulang. Putri yang berjalan dengan Rissa sedangkan David dan Mita berjalan dari belakang sedangkan yang lain berjalan bersama-sama. Dan dokter Ryan yang melihat Mita yang ingin beranjak berjalan pulang di tarik tangannya dan Mita, David, Putri juga Rissa kaget. Mita kaget dan meringgis kesakitan karena dokter Ryan mencubit hidung Mita


“Sakit Kak Ryan “ Ucap Mita sambil memegang tangan dokter Ryan yang ingin Mita lepaskan


“Bagus ya kerjain kak Ryan .. pantas aja dari tadi senyum – senyum “ Ucap dokter Ryan


Mita berhasil melepaskan tangan dokter Ryan lalu melihat kesekelilingnya karena malu jika dokter lain masih ada di sini dan yang lainnya. Tapi Mita melihat muka David sudah tak bersahabat dan sudah cemberut, Mita memandang dokter Ryan tanpa menjelaskan pada David dan Putri serta Rissa


“Siapa yang kerjain kaka .. mana aku tau kalau kakak di tugaskan di sini .. emang kakak kasih kabar ke aku “ Ucap Mita dokter Ryan hanya menggeleng kepala terenyum melihat kecerewatan Mita


“Gak kangen sama kaka nich. Gak peluk kakak?” ucap dokter Ryan menggoda Mita


“Gak Kangen tu .. siapa suruh gak ada kabar .. “ ucap Mita tapi dokter Ryan menarik tangan Mita untuk di peluk


Mita yang di tarik oleh dokter Ryan kaget dan mau tak mau memeluk dokter Ryan tanpa peduli Putri, David dan Rissa. David yang melihat Mita yang memeluk dokter Ryan merasa cemberu dan marah karena di depan dia Mita berani memeluk lelaki lain. Tapi masih berfikir positif karena Mita memanggil dokter Ryan dengan sebutan kakak. Putri yang melihat Mita memeluk dokter Ryan hanya melihat David dengan mukanya yang sudah marah tapi Putri dan Rissa tak bisa berbuat apa – apa.


“Kangen kak.. “ Ucap Mita pelan sekali yang hanya di dengar dokter Ryan


“Kak Kenapa gak ada kabar ?” ucap Mita lagi


“Handpone kaka di culik .. kaka gak ada kontak kamu sama yang lain .. rencana libur baru ke rumah” Ucap Dokter Ryan


Mita, dokter Ryan, David, Rissa dan Putri mendengar Pintu ruangan kepala rumah sakit di buka. Mereka semua memandang ke arah pintu begitu juga dengan Mita dan dokter Ryan tanpa melepaskan pelukan Mita dan dokter Ryan memandang pintu di buka.


“Mommy Mita.. “