
“Assalamualaikum”
“Waailakumsalam” balas Rangga, Tya, Diva, Mita, Rissa dan David bersamaan
Putri kaget karena melihat orang yang berdiri di depan pintu lalu berdiri dan berlari memeluknya
“Bang .. “ Ucap Putri memeluk Rava dan tak terasa Putri menangis di pelukan Rava karena udah satu tahun Rava tak kembali karena Rava ingin fokus skripsi dan selesai kuliahnya
“Udah jangan nangis .. gak malu ya nangis gitu” Goda Rava membuat Putri melepaskan pelukan dan memandang rava
“Ngapain malu .. kangen “ Ucap Putri lalu memeluk kembali dan kaget melihat Melati di belakang Rava lalu melepaskan pelukan RAva dan memeluk Melati
David yang melihat Rava langsung berdiri dan menyalami Rava dan memeluk Rava
“Gimana kabarmu?” Tanya Rava pada David
“Baik bang” jawab David
“Bang Rava datang kapan ? Kok gak kasih kabar sama ade?” Tanya Putri
“Kejutan untuk ade “ Ucap Rava
“Bun.. “ Panggil Putri
Citra yang mendengar panggilan Putri menghampiri Putri begitu juga Rio dan Tari
“Abang udah sampai langsung kesini atau ke apartemen?” Tanya Citra membuat Putri bingung karena Citra tau Rava akan dating
“Bunda udah tau abang mau pulang?” Tanya Putri membuat Rava dan Citra saling memandang dan tersenyum lalu Citra hanya mengangguk kepala
“Bunda tau abang mau pulang.. abang langsung kesini bun gak mampir ke apartemen karena Aldo meminta ke sini langsung” Ucap Rava membuat Putri kaget karena mendengar nama Aldo di sebut
Putri lalu memandang ke arah belakang karena ada yang berdiri di belakang Melati dan Putri
“Assalamualaikum” Ucap Aldo
“Waailakumsalam” jawab mereka semua serempak
Aldo masuk lalu menyalami Rio dan Tari serta Citra sedangkan Putri belum melepaskan rangkulannya pada Melati
“Kok diam dee?” Tanya Rio menggoda Putri sedangkan Putri memandang Rio dengan malu dan menyembunyikan di pelukan melati
“Tadi meluk Rava erat kok kak Aldo gak di peluk nich” Ucap Aldo juga menggoda Putri
Putri yang mendengar Aldo juga menggodanya langsung memandang Aldo dan mencebik bibirnya
“Gak lucu ya kak .. “ Ucap Puti lalu menyalami Aldo tanpa melepaskan rangkulan tangan kirinya pada melati tetapi Aldo menariknya dalam pelukan dengan terpaksa Putri melepaskan rangkulan Melati dan memeluk Aldo.
“Udah masuk kita semua makan sekalian .. “ Ucap Tari dan di anggukin oleh Rio.
Putri yang masih dalam pelukan Aldo ingin melepaskan pelukan tapi berhenti ketika mendengar bisikan Aldo
“Kaka boleh nyium ade gak?” tanya Aldo berbisik dan Putri kaget dan memandang kesekelilingnya dan untung mereka berdua tak ada orang di sampingnya dan Putri langsung menyubit perut Aldo dengan keras hingga Aldo hanya meringis kesakitan
“Makanya jangan mesum“ ucap Putri dan berjalan cepat ke arah Rissa dan merangkulnya membuat Risa kaget dan memandang Putri sedangkan Putri hanya bisa tersenyum.
Mereka semua menuju meja makan yang sudah di persiapkan oleh art karena Tari sudah membaritahukan ada banyak orang yang akan makan siang bersama walau mereka makan sudah agak terlambat.
“ada apa Ris? “ tanya Putri pelan
“Maaf boleh aku ke kamar duluan “ pinta Rissa
Putri dan lainnya hanya mengangguk kepala dan Rissa beranjak ke kamar Putri. Ketika Rissa masuk ke kamar Putri, Mita langsung menanyakan pada Putri
“Dia kenapa put dari tadi gue perhatiin seperti gelisah gitu?” Tanya Mita
Putri hanya mengangguk kepala dan memandang pintu kamar
“Semenjak handphone dia bunyi tadi dia seperti itu entahlah nanti kita tanya lagi itupun kalau dia jujur pada kita “ ucap Putri
“Di lu nginep disini kan? “ tanya Putri pada Diva dan dianggukin oleh Diva
“Lu juga kan Tya?” Tanya Putri
Tapi jawaban Tya dan Rangga berbeda membuat Putri dan Mita bingung. Tya menjawab iya tapi tidak dengan Rangga
“Kenapa kak Rangga gak ijinkan?” tanya Putri
“Nanti ada cinta bersemi kembali “ ucap Rangga membuat Putri dan Mita kaget tapi tidak dengan Tya.
Putri memandang Rangga bingung karena biasanya Rangga mengizinkan Tya nginap di rumahnya tapi kali ini Rangga tidak mengijinkannya.
“Cinta bersemi siapa kak Rangga?” Tanya Putri
“Kak Rangga gak mungkin aku balikan lagi kan udh ada ini” bisik Tya pada Rangga sambil mengusap perutnya dan Rangga hanya memandang Tya dengan dingin dan diam membuat Tya langsung diam.
Putri yang tak mau berprasangka buruk pada Rangga dan Tya hanya diam. Tya memandang David begitu juga David memandang Tya, David yang tau Rangga seperti itu memandang Tya dengan tatapan ingin meyakinkan jika Tya udah menceritakan tentang dia dan Tya.
“Gak usah saling pandang” ucap Rangga dingin membuat Tya berbalik memandangnya dan langsung memeluk Rangga dan mencium Rangga agar tak cemburu lagi.
David yang merasa suasana semakin tak enak membuat dia pamit karena dia tak mungkin membuat masalah dan akan berakibat hubungan dia sama Mita hancur.
“Put gue balik duluan .. “ ucap David dan Putri mengangguk kepala
“Sayang aku balik Yach . . Kabarin kalau mau balik pulang nanti aku jemput” ucap David pamit pada Mita dan Mita hanya mengangguk kepala.
David berdiri dan meninggalkan mereka lalu mengucapkan salamnya Putri dan Mita mengantarkan David sampai ke depan rumah, Diva yang melihat muka Rangga yang dingin dan menakutkan langsung meminta ikut Putri dan Mita. Sedangkan Tya meminta Diva untuk menemaninya bersama Rangga tapi Diva tidak mau dengan alasan nanti menggangu mereka.
Tya yang melihat Putri, Mita, Diva dan David meninggalkan dia dan Rangga langsung memandang Rangga dan Rangga pun membalas tatapan Tya dengan tatapan dinginnya
“Mukanya biasa saja kak” ucap Tya
“Senang ketemu” ucap Rangga dingin
Tya mendengar ucapan Rangga hanya bisa menghela napas dan menghembuskan dengan pelan dengan memutar bola matanya jengah dengan kecemburuan dan tak ingin berbicara yang nanti ujungnya mereka bertengkar.
Rangga masih memandang Tya sedangkan Tya memandang ke arah yang tangga
“Masih mengharapkan dia balik ke sini lagi” ucap Rangga
“Apa sich kak Rangga “ ucap Tya
“Masih sayang ?”