
“Waailakumsalam” Ucap Papa Michael dan lainnya tapi tidak dengan Mama Rita
Mama Rita yang masih menggendong Arra memandang asal suara dan air matanya langsung menetes memandang dokter Ryan dan Fara.
Dokter Ryan dan Fara berjalan mendekati Mama Rita dan yang lainnya. Dokter Ryan menyalami Papa Michael begitu juga dengan Fara lalu menyalami mama Rita yang masih menggendong Arra
“Ma jangan menangis dong” Ucap dokter Ryan lalu menghapus air mata mama Ryan
Mita yang melihat mamanya menangis lalu mengambil Arra dari gendong Mama Rita dan Mama Rita memberikan Arra pada Mita lalu memeluk dokter Ryan dan di balas dengan dokter Ryan.
“kemana saja kamu nak? Gak pernah kasih kabar lagi ke mama sama papa” Ucap Mama Rita setelah melepaskan pelukan lalu memeluk Fara
“berapa bulan sayang?” tanya Mama Rita
“Delapan Bulan ma .. mau jalan sembilan bulan” ucap fara
“Duduk dulu ma.. mereka pasti lelah “ ucap papa Michael
Mereka semua duduk dan Mita duduk di samping David dengaan memangku Arra.
“Kamu kemana selama ini? Kenapa baru datang menemui mama dan papa?” Tanya papa Michael
“Maaf Pa.. Ma .. Aku gak pernah kasih kabar karena handpone aku hilang ma .. dan gak ada nomor kontak yang aku hubungi dan kami berdua di tugas di desa xxx dan rencana mau kesini jenguk mama sekalian Fara melahirkan di sini dengan papa dan mama menggantikan orang tua kami” Ucap dokter Ryan dan Mama Rita hanya mengangguk setuju
“Gimana ceritanya kalian bersama ? Mita kan di tugaskan di desa itu juga” Ucap mama Rita
Ucapan Mama Rita membuat Mita dan Dokter Ryan saling memandang lalu dokter Ryan hanya menggeleng kepala melihat Mita yang sudah tertawa
“Gak ada yang lucu” ucap dokter Ryan membuat Rita dan Michael heran
“Iya Ma .. Aku di tugaskan di sana dan mama tanyakan aja sama Mita yang ngerjain aku ... “ Ucap dokter Ryan
“Siapa yang ngerjain kak Ryan.. kan aku gak tau kalau kak Ryan di tugaskan di sana “ Protes Mita
“Maksudnya?” Tanya Michael yang bingung dengan Mita dan dokter Ryan
“Pa.. masa aku harus teriak kak Ryan aku di sini kan gak mungkin.. “ Ucap Mita membuat Michael bertambah bingung dan dokter Ryan yang melihat Michael bingung langsung menjelaskan
“belum habis baca nama .. kak Ryan mandang aku, langsung aku ketawa kak Ryan apalagi dengan ketus katanya ngomong gak lucu” ucap Mita tertawa begitupun dengan Michael dan Rita
Mereka pun asyik bercerita dengan pertemuan dokter Ryan dan Mita serta menjelaskan mereka pulang ke rumah dan mempersiapkan diri untuk ke acara wisuda Diva.
Mita, Putri, David dan Rissa pamit pada ke acara wisuda Diva. Ketika mereka sampai Putri mengirim pesan untuk Tya memberitahukan bahwa mereka sudah sampai dan memberi tau posisi mereka serta menanyakan keberadaan Tya. Putri dan Mita mencari posisi Tya dengan pesan yang di beritahukan oleh Tya begitupun Tya yang memandang ke arah pintu masuk dan melihatPutri dan lainnya yang berdiri di antara banyak orang yang tidak dapat tempat duduk. Putri, Mita, David dan Rissa sampai ketika rektor masih memberikan sambutan. Selesai rektor memberikan sambutan dilanjutkan dengan membacakan nama prestasi yang teratas dalam wisuda ini. Dan orang tua Diva dan adiknya serta teman – temannya tak tau jika Wisuda kali ini nama Diva di bacakan. Sambutan tepuk tangan yang meriah dan juga teman – temannya dan MC meminta Diva untuk maju ke depan untuk menerima piagam serta memberikan kata sambutan. Diva yang mendengar namanya tak kuasa menahan air matanya dan langsung berdiri lalu memandang ke arah orang tuanya dan adiknya yang sudah menangis melihat nama kakaknya di panggil.
Diva berjalan dengan senyuman dengan berlinang air mata dan sampai di depan rektor langsung menerima piagam serta sertifikat dan Ijazah. Rektor lalu mempersilahkan Diva ke arah podium untuk memberikan sambutan. Dengan gugup dan tersenyum di paksakan Diva menuju podium memberikan sambbutan
“Terima kasih ... Pertama – tama saya panjatkan puji dan syukur kepada Allah atas apa yang saya raih hari ini.. dan di kesempatan ini saya mengucapkan beribu – ribu terima kasih untuk kedua orang tua saya .. papa dan Mama yang selama ini mendukung saya dari kecil hingga bisa meraih kesuksesan ini... tanpa kalian saya tidak bisa menjadi seperti sekarang ini .. “ Ucap Diva
Diva memegang piagam lalu mengangkat ke atas dan memandnag papanya
“Dan Piagam ini saya persempbahkan untuk kak Setya yang saya sangat sayangi” Ucap Diva dengan suara seraknya menahan tangisnya ketika menyebut nama Setya dan Diva langsung berlinang air mata ketika melihat kedua adiknya yang menangis di pelukan ke mamanya,
“Uuntuk kedua adik saya makasih juga sayang... Untuk bang Ardy makasih atas semua yang abang berikan cinta dan kasih sayang bahkan membantu dalam menyelesaikan skripsi saya .. teman – teman saya .. Tya, Putri, Mita, David... Rissa makasih ... “ Ucap Diva
Setelah selesai acara wisuda Diva menerima ucapan selamat dari teman – teman wisuda yang bersama – sama. Dan Diva menuju dimana kedua orang tuanya, kedua adiknya, Ardy serta Tya dan Rangga dan mereka semua mengucapkan selamat pada Diva.
“Diva... “ Panggil David yang sudah ada di belakang Diva bersama Putri, Mita dan Rissa
Diva lalu berbalik ke belakang memandang orang yang memanggilnya karena merasa kenal dengan suaranya dan Putri, Rissa, Mita serta David sudah tersenyum padanya hingga Diva kaget saking kagetnya langsung matanya berembun menahan tangisnya Putri yang melihat Diva sedih langsung memeluknya
“Udah jangan nangis nanti cantiknya hilang .. “ Ucap Putri menggodanya
Diva mendengar Putri menggodanya lalu melepaskan pelukan dan memukul lengan Putri dengan kuat membuat Putri tertawa
“Jahat kalian semua katanya gak bisa datang ?” Ucap Diva
“Kan suprise sayang “ Ucap David membuat Diva kaget dan memandang Mita yang tak enak hati karena ucapan David
“Apaan lu David sayang lu bukan gue ... nanti ada yang marah sama gue” Ucap Diva memandang David dan Mita secara bergantian membuat Mita jengah tapi tersenyum
“Siapa saja kan bisa manggil sayang pada siapa saja kan ” Ucap David pada Diva sambil memeluk pinggang Mita lalu memandang Mita Kedua orangtua Diva dan lainnya tertawa melihat Diva dan David yang tak biasanya
“Tapi kamu jangan memanggil begitu sama istriku “ Ucap Rangga