
“Ade… “ panggil Rava dengan suara serak dan Putri mengambil handphone David dan Putri melepas pelukan David lalu mengambil handphone David
“Assalamualaikum bang” ucap Putri dengan terbata sambil menghapus air matanya
“ Waailakumsalam” ucap Rava juga dengan suara serak
“Maafkan Abang sama bunda ya Ade?” ucap Rava
Putri yang mendengar itu hanya mengangguk kepalanya
“Iya bang .. “ ucap Putri
“Bang Rava gak pulang ke sini biar Putri peluk Abang sama mama” ucap Putri
“Putri… ?” tanya Rava bingung
“Ya bang aku disini dengan nama Putri bang” ucap Putri dan Rava hanya mengangguk kepala
“Satu lagi Panggil Bunda biar sama Abang manggil… “ ucap Rava dan dianggukin oleh Putri
“Bang Rava Bunda mana? Putri ingin liat Bunda” ucap Putri
Putri yang melihat layar handphone, Rava sedang memandang ke arah lain membuat Putri heran Dan melihat tampilan berubah di layar dan tampilan seorang perempuan yang sedang bersedih dan Putri yakin itu Asti Bunda
“Ini bunda … Put” ucap Rava membuat Putri tersenyum walau air matanya mengalir di pipi
“Bun.. jangan Nangis lagi.. Putri udah maafkan Bunda sama Abang .. dan cepat kembali kesini “ ucap Putri
Citra yang mendengar itu hanya mengangguk kepalanya dan Putri melihat itu. Rava lalu mengubah tampilan layar
“Ya udah sekarang masuk nanti terlambat biar bunda Abang yang bujuk dan jaga… tunggu abang sama bunda pulang tapi tidak sekarang Putri “ ucap Rava
“Ya bang… salam buat Bunda … salam sayang buat bunda dan Abang juga .. Putri sayang Abang dan Bunda “ ucap Putri dan Rava mengangguk kepala
“ Assalamualaikum “ ucap Putri
“ Waailakumsalam “ balas Rava dan Putri mematikan teleponnya dan memandang David
Putri yang memandang David menjadi heran karena baru kali ini melihat David seperti. Dengan matanya yang merah dengan menahan tangisannya
“Makasih bang.. “ ucap Putri
David yang mendengar itu menjadi jengah dan jengkel.
“Orang lagi sedih juga “ ucap David membuat Putri tersenyum
“Yuk masuk “ ucap David lalu menghapus air mata di pipi Putri dan Putri tersenyum.
David yang menghapus air mata Putri itu tak sengaja ada sepasang mata yang melihat dan menjadi marah lalu melewati mereka. Putri yang melihat Mita yang melewati mereka menjadi kaget dan sadar akan tindakan mereka. Ya yang melihat itu Mita. Putri langsung menepuk jidatnya lalu memandang David.
“Vid,. Itu Mita .. pasti dia melihat kita berdua seperti tadi dan pasti dia berfikir yang tidak tentang kita“ ucap Putri membuat David kaget lalu memandang Mita yang berjalan cepat
“Pasti Mita tambah marah lagi sama kamu bang” ucap Putri
David yang mendengar Putri masih memanggil Abang membuat David mencubit hidungnya
“Berhenti manggil gue Abang” ucap David tegas membuat Putri tertawa dan berhenti tertawa ketika melihat Ardi dan Diva
Ardi dan Diva yang turun dari mobil dan menuju David dan Putri. Putri yang melihat Ardi mendekati mereka lalu Putri ingin menyalami Ardi dengan menyodorkan tangan ke arah Ardi. Ardi dan Diva yang melihat Putri menyodorkan tangannya membuat Ardi dan Diva heran
“Lu mau ngapain Put?” tanya Diva
Putri lalu mengambil tangan Ardi dengan paksa dan menyalaminya membuat Diva heran
Ardi melihat mata Putri merah dan sedikit bengkak dan sembab membuat dia heran lalu memandang David. David pun sama matanya merah juga membuat Ardi heran
“Ada apa kenapa Putri matanya sembab?” ucap Ardi
David memandang Putri begitupun Diva lalu David memandang Ardi
“Bang Rava baru habis nelpon.” Ucap David dan Ardi tersenyum mendengarnya.
“Kita masuk ya bang Ar” ucap Putri
Lalu menyalami Ardi kembali tapi tidak dengan Diva.
“Jangan takut ada yang mengawasi kamu” bisik Ardi dan Putri hanya mengangguk kepala.
Diva yang melihat Ardi tak biasanya pada Putri membuat Diva memandang heran
“Jangan cemburu sayang … bang Ar tetap sayang kamu” ucap Ardi membuat Diva malu karena ada Putri dan David.
Sedangkan mereka David dan Putri saling memandang dan langsung tersenyum lalu beranjak meninggalkan Ardi dan Diva dan Ardi menitipkan Diva dan Putri
“Vid, Abang titip mereka berdua jaga baik-baik apalagi Putri “ ucap Ardi dan dianggukin oleh David.
“Pasti bang… “ ucap David
David, Putri dan Diva berjalan menuju ke kelas. Mereka bertiga berjalan bersama David di tengah antara Diva dan Putri. David merangkul Putri dengan menaruh tangannya di bahu Putri tetapi Putri melepaskan rangkulan David
“Lu ngapain kaya gini yang ada Mita nambah marah sama kita” Ucap Putri marah
Diva yang melihat David dan Putri menjadi heran
“Mita masih marah sama lu Vid?” Tanya Diva dan di anggukin oleh David
“Apalagi tadi dia liat gue sama David nambah marah lagi soalnya dia ninggalin kita berdua tanpa tegur… “ Ucap Putri
Diva hanya menggeleng kepalanya
“Memang kalian berdua ngapain Mita liat sampai marah segitu?” Tanya Diva
Putri dan David hanya saling memandang dan tak ada yang mau menjawab pertanyaan Diva. Sesampai di kelas Mita dan Tya sudah ada dan benar muka Mita sudah tak bersahabat lagi. Putri yang memandang Mita saja Mita sudah membuang mukanya ke arah lain. Putri yang biasanya duduk dengan Mita di belakang Diva dan Tya sudah tak duduk bersama lagi. Mita sudah duduk dengan Tya dan Diva yang semula meminta Mita pindah tempat malah MIta yang meminta Diva duduk dengan Putri. Akhirnya Diva yang mengalah dan duduk dengan Putri. Dan di sampingnya ada David yang biasa duduk sejajar dengan Mita.
Bel istirahat berbunyi dan Mita sudah beranjak duluan membuat Tya yang duduk dengannya menjadi heran dan berbalik memandang Putri dan Diva
“Mita kenapa tu lagi marahan ?” Tanya Tya
“Ini Putri sama David berdua di parkiran .. gak tau mereka berdua pada ngapain hingga Mita liat sampai marah gitu” Ucap Diva Putri hanya diam dan memandang David tapi David pun sama
“Gue tadi berpelukan sama David di parkiran “ Ucap Putri membuat Tya dan Diva kaget
“Kalian berdua ngapain berpelukan? Lu lagi Vid udah tau Mita masih marah sama lu masih juga lu buat masalah baru” Ucap Tya marah sama Putri dan David
“Tau ah kalian berdua … “ Ucap Tya lalu menyusul Mita begitu juga dengan Putri, Diva dan David.
Diva yang melihat Tya duluan menarik tangannya dan meminta Tya bersabar
“Kita cari di Toilet dan Lu Vid coba liat di kantin, Kita kasih kabar jika udah ketemu” Ucap Diva
Dan mereka berpencar mencari Mita. David melihat Mita yang sedang antrian memesan makanan menjadi lega dan menelpon Tya
“Mita ada di kantin” Ucap David ketika Tya mengangkat telponnya dan
“Iya Kita ke sana” Ucap Tya