
Rio, Tari, Ryana dan Citra tinggal di rumah sedangkan Rava, Nathan, David dan Ardi pergi menyelamatkan Putri. Ketika sampai di luar mereka melihat mobil Aldo datang membuat David marah tapi di tahan oleh Nathan dengan mengode untuk David tidak marah.
“Ada Apa ini?” Tanya Aldo yang melihat ketegangan pada David, Nathan, Rava dan Ardi
“Bang, kamu yang jelaskan dan ikut dari belakang .. Cepat” Ucap Nathan pada Ardi dan Ardi hanya mengangguk kepala
Nathan, David dan Rava lalu masuk ke dalam mobil Rava yang di sopirin oleh Rava. Sedangkan Ardi hanya memandang Aldo yang kebingungan menjadi marah tapi dia bisa mengontrol emosinya
“Ikut gue .. kita selamatkan adik lu … Putri di culik “ Ucap Ardi
Ardi yang belum tau jika Aldo sudah mengetahui semuanya tidak ingin membuka mulutnya untuk berkata jujur. Aldo kaget dan hanya memandang Ardi dengan diam dan emosi membuat Ardi semakin jengah lalu mengambil kunci mobil dari tangan Aldo dan Ardi masuk ke mobil Aldo. Aldo pun lalu mengikuti Ardi yang masuk ke dalam mobil dan Ardi menjalankan mobil serta mengikuti mobil Rava.
“Ada apa ini? Kenapa sampai Putri di culik? siapa yang menculiknya?” Tanya Aldo dengan berbagai pertanyaan membuat Ardi memandang sejenak dengan jengah lalu kembali fokus menyetir sambil angkat bicara pada Aldo
“Nanti gue jelaskan… kita fokus dulu untuk menyelamatkan Putri” Ucap Ardi membuat Aldo marah karena Ardi tidak menjawab apa yang di pertanyakan Aldo.
Ardi tetap fokus mengikuti mobil Rava yang sudah dia kejar dan sekarang ada di belakang mobil Rava.
Dalam mobil Rava, Nathan kembali di telpon oleh Lily dan di angkat oleh Nathan dengan Nathan mengode Rava dan David untuk diam lalu meloadspeaker panggilan telpon dari Lily
“Haloo… Dimana Putri?“ Ucap Nathan dingin pada lily langsung tanpa ada basa-basi lagi
“Putri di tempat aman, Gimana mau menuruti permintaan mama atau mau mayat Putri? “ Ucap Lily
Rava yang mendengar itu semakin emosi, David hanya duduk di belakang kemudi lalu maju badannya ke depan dan mengusap bahu Rava. Rava hanya memandang David dengan masih tatapan emosinya tetapi David hanya mengucapkan sabar tapi tidak mengeluarkan suaranya tapi masih di mengerti oleh Rava begitu juga Nathan mengode Rava untuk bersabar
“Aku gak akan pernah memberikan apa yang kau mau” Ucap Nathan tegas membuat Lily di sana semakin emosi
“Baik jika itu yang kamu mau” Ucap Lily lalu mematikan telponnya.
Rava semakin emosi tetapi Nathan selalu mengatakan sabar dan jangan emosi karena akan berakibat pada putri dan ketika sampai di rumah kosong tempat Putri di sekap dan Rava, Nathan dan David menuju di mana para anak buahnya sedang memantau keadaan.
“Gimana ada pergerakan dari mereka?” Tanya Rava
“Masih sama bos .. “ Ucap salah satu anak buahnya
Anak buahnya yang sudah memantau dari tadi membuat mereka tau berapa banyak orang yang menjaga Putri temasuk Lily di dalamnya. Anak buah Rava lalu membagi strategi untuk menyelamatkan Putri dan di setujui oleh Rava, David dan Nathan dan tak lama Aldo dan Ardi tiba lalu bergabung dengan mereka. Mereka lalu membagi tugas, Rava dan Nathan yang akan berbicara dengan Lily untuk mengulur waktu sedangkan David, Ardi dan Aldo yang akan menyelamatkan Putri dengan melumpuhkan penjagaan dan sudah menghubungi pihak berwajib atas perintah Nathan karena bukti semua sudah terkumpul.
Aldo yang sedang marah semakin bertambah marah, ketika Aldo di minta untuk tetap bersama Ardi dan David serta anak buahnya yang sedangkan Nathan dan Rava masuk ke dalam rumah kosong tersebut karena yang ada pikirannya kenapa bukan dia yang menyelamatkan Putri adiknya walau Adik angkat.
“Seharusnya gue yang masuk bukan Rava “ Gumamnya yang masih di dengar oleh David dan Ardy
“Semua karna lu karena Putri yang mengejar lu akibatnya kaya gini” Ucap Ardy tegas membuat Aldo memandangnya dengan serba salah dan akhirnya diam.
Aldo, David dan Ardy serta anak buah Rava dengan perlahan-lahan melumpuhkan orang-orang suruhan Lily yang menjaga di seputaran Rumah. Sedangkan didalam rumah, Nathan dan Rava yang masuk ke dalam melihat Lily duduk dan tak jauh dari situ Rava melihat Putri yang duduk serta di ikat tangan serta kakinya dan di jaga oleh dua orang menjadi geram.
“Abang … “ Teriak Putri yang sudah menangis membuat Rava hanya memandangnya.
Lily yang melihat Putri berteriak memanggil Rava hanya tertawa mengejek Rava dan Nathan
“Gimana? Apa kalian berubah pikiran ?” Ucap Lily
Nathan dan Rava saling memandang dan berjalan mendekati Lily tetapi Lily tak mau tinggal diam
“Stop di situ… “ Ucap Lily membuat Nathan dan Rava berhenti seketika lalu memandang Lily dengan menahan emosi mereka.
“Tanda tangan surat penyerahan ahli waris itu!!” Ucap Lily sambil menunjukan salah satu anak buahnya yang menyerahkan pena dan map berisikan suat ahli waris tersebut. Nathan mengambilnya lalu memandang Rava dan juga Putri, Rava juga memandang Putri tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena bergerak sedikit pistol yang di tangan orang Lily ada di kepala Putri sedangkan Putri hanya bisa diam dengan air mata yang terus membasahi pipinya membuat Rava tak berkutik.
“Jangan Bang ..” Ucap Putri yang tak bisa melanjutkan ucapannya karena di bentak oleh Lily yang sudah mendekati Putri
“Diam kamu “ Ucap Lily Lalu menampar Putri
“Ade…. “ teriak Rava yang tak rela melihat adiknya di tampar oleh Lily sedangkan Putri menahan rasa sakit setelah di tampar dan hanya bisa menangis. Rava yang melihat pun terasa sakit hatinya karena tak bisa berbuat apa-apa.
“Baik aku akan lakukan apa kamu mau “ Ucap Nathan
“Pa … “ Ucap Rava menggeleng kepalanya sedangkan Lily tersenyum licik
Nathan lalu membuka map dan membacakan surat ahli waris, Nathan lalu memandang Lily yang mengambil pistol dari anak buahnya lalu mengarahkan ke kepala Putri
“Tunggu apa lagi … ayo cepat tanda tangan suratnya!!” Ucap Lily
Tanpa sepengetahuan Lily dan anak buah Lily yang sisa tinggal beberapa orang didalam ruangan tersebut, Nathan menangkap dengan ekor matanya melihat David, Ardy dan Aldo yang masuk secara diam-diam merasa senang dan menahan senyum sedangkan Rava yang tak melihat mereka tetap fokus pada Lily dan Putri. Nathan yang matanya menangkap kode dari Ardy untuk mengulurkan waktu, langsung mengerti dan Nathan pun hanya melihat map tersebut sedangkan Lily yang melihat Nathan diam dan melihat surat tersebut semakin geram dan emosi
“Ayo cepat Nathan kalau tidak kepalanya akan pecah dengan sekali tembak” Ucap Lily
Nathan kembali memandang Lily yang masih memegang pistol dan mengarahkan di kepala Putri. Sedangkan David yang melihat ada kayu kecil lalu memberikan kode pada Ardy lalu mengambilnya dan Ardy tersenyum ketika melihat muka David yang mengangkat kayu
“Lumayan berat juga” Gumamnya membuat Ardy menggeleng kepalanya lalu David melemparkan ke arah tangan Lily yang memegang pistol.
“ aaaaa … “