
“Ayo bang jalan “ ucap Rissa yang di anggukin oleh Putri dan Andi
Mita yang melihat Putri dan Rissa masuk mobil langsung menghentikan langkahnya dan memandang mobil Andi yang pergi meninggalkan rumah sakit, Mita yang melihat Putri seperti ini merasa sedih karena baru kali ini Putri marah dan meninggalkan dia dengan kesalahpahaman. Dokter Ryan yang sudah menitipkan Arra ke baby sister langsung menuju Mita yang masih berdiri memandang mobil yang ada Putri dan Rissa di dalamnya.
“Yuk kita pergi .. Arra udah menunggu di dalam mobil “ Ucap dokter Ryan yang merangkul Mita yang membuat Mita memandangnya dan Mita hanya mengangguk kepala
Dan mereka berjalan menuju mobil dan Mita serta dokter Ryan masuk didalam mobil dan duduk di depan dan dokter Ryan yang menyetir.
“Nanti kita antar kamu pulang dan kita jelaskan bersama “ Ucap dokter Ryan
“Gak Kak.. biar aku yang jelaskan pada Putri maupun David” Ucap Mita
“Kakak curiga sama teman kamu Putri “ Ucap dokter Ryan sebelum menjalankan mobilnya
Ucapan dokter Ryan membuat Mita memandang dengan bingung
“Iya... Putri kenapa marah? Cemburu karena teman kamu suka sama kamu” Ucap dokter Ryan yang langsung Mita kaget dan memandang dengan melotot
“Ngaco kak Ryan.. Putri gak mungkin kaya gitu ..” Ucap Mita membuat dokter Ryan tertawa
“Gak Lucu kak Ryan” Ucap Mita sewot
Dokter ryan lalu menjalankan mobil tapi perkataan Mita membuat dokter Ryan memandang Mita
“Kak Fara dimana ? Gak ikut?” tanya Mita
“Kak Fara di rumah .. hari ini Kak Fara juga libur.. kak Fara lagi hamil” Ucap dokter Ryan
Ucapan dokter Ryan membuat Mita senang dan sambil menyetir dokter Ryan menjawab semua apa yang ingin Mita ketahui waktu Mita tak ada bersama dan mereka sepakat ketika Mita minta ijin untuk menghadiri wisuda dan Nikah Diva mereka akan pergi bersama.
Di tempat lain, di dalam mobil Rissa yang melihat Putri hanya diam menjadi serba salah ingin bicara tapi tidak ingin menambah kemarahan pada Putri akhirnya Rissa hanya diam dan memandang ke luar. Andi walau fokus menyetir kadang memandang ke belakang melalui kaca spion karena heran dengan diam Rissa dan Putri. Putri yang teringat David yang pasti marah menjadi khawatir dan mengambil handponenya dan menelpon David tapi tidak di angkat oleh David. Tapi Putri terus menerus menelpon dengan mengomel membuat Rissa hanya tersenyum melihat Putri
“Biarkan David sendiri Put, dia butuh waktu untuk sendiri “ Ucap Rissa dan Putri memandang Rissa
Rissa yang dipandang hanya mengangguk kepala dan Putri hanya mendengus kesal
“Gue khawatir sama David .. “ Ucap Putri
“Gue tau tapi biarkan David sendiri kalau gak pulang pasti ingin sendiri di tempat lain. Biarkan saja dulu David seperti itu” Ucap Rissa
Putri hanya pasrah dan memasukan kembali handponenya. Dan memandang ke arah luar begitu juga Rissa. Putri pun memandang ke depan dan tak sengaja mata Putri melihat Andi yang memandang ke belakang. Putri hanya diam memandang secara diam – diam tanpa Andi dan Rissa curiga. Karena Putri heran kenapa Andi memandang ke belakang. Dan Putri sadar Andi selalu memandang ke belakang dan dia sadar bukan Andi memandang dia tetapi Rissa
“Kenapa bang Andi memandang Rissa terus dari kaca spion?.. Apa bang Andi menyukai Rissa?” Ucap Putri dalam hati lalu memandang Rissa yang di pandang hanya memandang ke arah luar.
Rissa yang merasa Putri memandang dia langsung berbalik menandang Putri dan memang benar Putri sedang memandangnya dengan tatapan heran
“hmmm...”
“Ada apa ?” Tanya Rissa bingung dengan keanehan Putri
“gak .. gak Ada apa-apa “ ucap Putri tersenyum memanang Rissa
Rissa hanya menggeleng kepala mendengar jawaban Putri. Putri memandang ke arah depan begitu juga Rissa. Putri melirik kaca spion apa Andi masih memandang ke belakang dan Andi tak memandang ke belakang masih fokus menyetir dan tak lama Putri melihat Andi memandang ke belakang dan kaget ketika mata mereka bertemu. Putri langsung tersenyum pada Andi yang kedapatan memandang ke belakang terus.
“Fokus nyetir bang .. Gak bakalan lari dari pandangan abang” Ucap Putri menggoda Andi yang sudah semakin salah tingkah
Rissa hanya memandang Andi dan Putri bergantian bingung dengan ucapan Putri
“Ada apa? Apa yang lari dari pandangan bang Andi Put?” Tanya Rissa heran membuat Putri langsung tertawa dengan ucapan Rissa
“Cewek bang Andi di belakang gak bakalan lari “Ucap Putri yang masih tertawa
Rissa yang mendengar itu menjadi bingung dan sakit hati siapa cewek yang putri yang di maksudkan tapi rasa sakit itu dia simpan lalu memandang ke Andi yang sudah memandang ke depan dan Rissa memandang ke belakang tapi tak ada mobil yang di belakang mereka hanya motor dan yang bawa pun lelaki sendiri. Putri yang melihat kebingungan Rissa makin tertawa dan memandang ke arah Andi yang sudah fokus ke depan.
Sampai di rumah Rissa Putri berhenti tertawa, Putri tak melihat mobil David yang dia bawa dan semakin khawatir tapi Putri berfikir David pingin sendiri karena pacaran dengan Mita sudah lama pasti david merasa sakit hati dan kecewa. Rissa lalu membuka pintu ketika mobil berhenti dan Andi tak sempat membuka pintu. Begitu juga dengan Andi dan Putri mereka juga turun dan Rissa sebelum masuk mengucapkan terima kasih sama Andi dan Putri pun sama dia mendekati Andi
“Makasih bang.. “ Ucap Putri dan Andi mengangguk kepala
“Kalau Abang suka .. bilang jangan di pandang terus nanti di ambil orang .. “ Ucap putri berbisik pada Andi dan matanya ke arah Rissa Andi menjadi gugup karena Putri tau perasaannya pada Rissa
Rissa yang melihat Putri berbisik menjadi heran dan curiga karena Putri berbisik matanya ke arahnya
“Lu bisik apa Put sama bang Andi?” Ucap Rissa
“Gak.. gue ucap makasih aja biar lu gak dengar” ucap Putri menggoda Rissa yang di goda memandang dengan aneh
“Kenapa harus berbisik dan memandang ke arah gue?” Ucap Rissa dan Putri hanya tersenyum
“yang aku liat .. Di kota gak ada cowok yang dekati Rissa hanya pyurr sahabat doang” ucap Putri berbisik lagi pada Andi membuat Andi bertambah bingung dan gugup Rissa pun menjadi curiga ingin angkat bicara tapi Putri sudah mau masuk dan pamit pada Andi
“Gue masuk duluan bang.. Makasih ya udah antar aku” Ucap Putri meninggalkan Rissa dan Andi
Rissa memandang Putri yang berlalu dan menantap tajam ke arah Andi
“Apa yang dibisikan Putri bang?” Ucap Rissa membuat Andi gugup dan salah tingkah
“Putri.. Putri hanya mengucap terima kasih itu aja.. kalau gitu saya permisi non .. “ Ucap Andi gugup dan langsung masuk mobil dan menjalankan mobil dengan cepat hingga Rissa bertambah curiga
“Apa yang dibisikan thu anak hingga bang Andi kaya gitu” Uucap Rissa bingung dan langsung masuk ke dalam rumah.