
“Nenek siapa pa? Nenek Lily atau Oma Tiara” Tanya Ardi
“Nenek Lily adalah Istri kedua kakek … Kakek menikah lagi setelah bercerai dari oma.. Oma Tiara istri pertama kakek.. “ Ucap Nathan
“Papa dan Almarhum Papa Arya adalah anak dari istri pertama sedangkan Tante Hana adalah anak dari Nenek Lily dengan suami pertamanya” Ucap Nathan
Ucapan Nathan membuat Ardi dan David kaget karena mereka baru mengetahuinya sedangkan Putri memandang Ardi dan David seketika menjadi heran
“Putri, mereka berdua belum tau tentang semua ini... mereka tau Papa Nathan, Papa Kamu Arya dan Tante Hana saudara kandung dari Nenek Lily .. “ ucap Nathan ketika melihat kebingungan Putri memandang David dan Ardi. Dan Ardi serta David hanya mengangguk membenarkan perkataan Nathan.
“Papa Nathan keluar dari rumah ketika masih SD dan tinggal sama oma Tiara ketika kakek dan Oma Tiara bercerai.. sedangkan Arya papa Putri tinggal bersama Nenek Lily dan Tante Hana, Setelah menikah dengan Mama Ryana baru papa Nathan tinggal di Indonesia “Jelas Nathan
Putri hanya mendengar saja tanpa memotong ucapan Nathan begitu juga dengan David dan Ardi serta Rio dan Tari
“Karena hasutan dari Nenek Lily dan Tante Hana Papa Nathan tak pernah pulang ke rumah semenjak diusir dari kakek kalian… karena ketidakcocokan papa Nathan dan Tante Hana membuat Nenek Lily mengusir papa Nathan dengan cara mefitnah papa Nathan mencuri uang dan perhiasan Nenek Lily .. yang mengambil Tante Hana tapi papa Nathan yang dituduhkan … “ Ucap Nathan membuat mereka kaget semua
“Kakek percaya papa yang ambil semua itu? “ Tanya Ardi dan Nathan hanya mengangguk
“Kakek percaya dan mengusir papa … Papa lalu mencari oma Tiara dan sejak saat itu papa tinggal bersamanya…” Ucap Nathan
“Oma Ryana tidak sengaja bertemu Nenek Lily dan Tante Hana di mall, Oma Tiara mendengar pembicaraan Nenek sama tante Hana untuk membunuh kakek dan Papa Arya… Oma Tiara lalu katakan ke Papa tapi ketika papa memberitahu kakek .. kakek tidak percaya karena hasutan dari nenek Lily.. akhirnya kecelakaan itu terjadi kakek dan papa Arya mendapat kecelakaan tapi terlambat belum sampai di Rumah sakit kakek sudah meninggal sedangkan papa Arya …” Ucap Nathan yang tak bisa di lanjutkan karena merasa sesak di dadanya karena mengingat semua itu sedangkan Ryana hanya mengusap bahu Nathan untuk menguatkan Nathan sedangkan Putri sudah di peluk oleh David karena sudah terisak mendengar tentang ayahnya
“Papa Arya terbakar dengan mobil dan tak dikenali lagi saat dimakamkan” Ucap Nathan membuat Putri bertambah menangis di pelukan David dan Tari melihat itu hanya memandang Putri dengan sendu
“Maaafkan Papa Nathan Put, yang tak bisa selamatkan papa Putri… “ ucap Nathan melihat Putri bersedih dan Putri hanya diam sedangkan David hanya memeluk Putri sambil mengusap bahunya. Ardi jangan ditanyakan lagi dia diam karena sudah menahan emosinya
“Papa sudah selidiki semua itu Ardi… tapi papa kalah karena nenek Lily menghilangkan jejak dan saksi hingga papa kalah dalam persidangan “ Ucap Nathan setelah melihat Ardi yang sudah emosi
“Biar Aku dan bang Ar yang mencari bukti baru pa… biar semua terungkap “ Ucap David dan di anggukin oleh Nathan
“Lalu Bang Rava sama mama Citra dan Nenek dimana dan kenapa Putri di titipkan di Papa Rio Pa?” Tanya David membuat Putri kaget mendengar pertanyaan David lalu melepaskan pelukan David dan memandang David
“Abang kalian dan Nenek kalian serta Oma Tiara di luar negeri di Los Angeles … Setiap Oma Tiara dan Abang datang selalu nginap di hotel” Ucap Nathan membuat Rio, Tari dan Putri kaget
“Berarti satu Negara dengan kak Aldo” Ucap Ardi yang tau aldo dimana kuliahnya
“Jadi aku punya kakak kandung … “ Ucap Putri terbata karena masih sedih dan di anggukin oleh David dan Ardi serta Riana dan Nathan
“Oma Tiara menitipkan Putri dan membawa mama Citra dan Bang Rava ke luar negeri supaya Nenek Lily tak menemukan mereka karena Nenek Lily ingin membunuh Mama Citra, Bang Rava dan Putri karena Arya telah memberikan harta warisan ke mereka dan Nenek Lily ingin menguasainya dan Perusahaan Tante Hana itu Kakek kalian yang punya dan Arya memeliki separuh saham dari perusahaan tapi karena Arya sudah meninggal Tante Hana manupulasi Data tentang Arya dan sahamnya sudah dibekukan” Jelas Nathan
Rio, Tari, Ardi dan David yang mendengar itu semua kaget sedangkan Ardi hanya diam karena amarahnya. David yang tau sifat kakaknya lalu memandang Ardi yang sudah mengepal tangannya
“Bang jangan emosi … kita telpon bang Rava dan kita bersatu untuk melawan Tante Hana dan Nenek Lily sudah cukup mereka bersembunyi… kasihan adik kita ini, Putri harus bertemu dan bersatu dengan mama Citra dan Bang Rava “ Ucap David
“Tanpa papa minta aku dan bang Ar akan menjaga adik kita ini “ Ucap David lalu memeluk Putri yang masih menangis
“Lalu kenapa nenek Lily dan Tante Hana tidak mengganggu Papa, dan kita?” Tanya Ardi heran karena mereka tidak diganggu
“Papa gak tau abang.. Mungkin karena gak ada warisan untuk papa atau gimana papa gak tau … hanya pengacara kakek tau tapi sayang beliau sudah meninggal “ Ucap Nathan
“Pa… Boleh Putri melihat makam papa Arya ?” Pinta Putri dan dianggukin oleh Nathan
“Boleh tapi tidak sekarang Put, takutnya mata-mata nenek Lily ada dimana-mana, karena papa Nathan tidak tau nenek Lily dimana hanya tante Hana yang papa Nathan yang tau .. Tante Hana tinggal di kota ini” ucap Nathan
Dan sudah malam mereka berpisah dan Ardi serta David berjanji untuk menjaga Putri dan akan mengembalikan semuanya dengan semula walau sulit.
Ketika Putri sampai dirumah dia hanya diam membuat Tari khawatir. Tari meminta Putri duduk di ruang keluarga dan di temani Rio. Tari meminta Putri tidur di pangkuannya dan Putri mengikuti permintaan Tari
“Mama gak tau harus bicara apa .. tapi mama meminta Putri yang kuat … Papa Arya sudah bahagia di sana .. “ Ucap Tari dan Putri hanya memandang Tari sendu
“Iya ma …” Ucap Putri
Setelah berkata begitu Putri menutup matanya untuk menenangkan pikirannya tentang semuanya.
“Ade kalau ngantuk tidur di kamar aja .. mama temani ya?” Pinta Tari dan Rio hanya memandang Tari “Papa tidur dengan siapa kalau Ade tidur sama mama?” Ucap Rio yang membuat Putri membuka matanya memandang Tari lalu memandang Rio. Rio melihat putri yang memandangnya merubah muka menjadi di tekuk sedangkan Tari yang melihatnya menggeleng kepalanya. Putri lalu tersenyum memandang Rio yang mukanya sudah di tekuk
“Muka biasa aja pa … “ ucap Putri lalu tertawa membuat Rio senang karena Putri tertawa
“Itu baru anak papa Rio… “ ucap Rio membuat Putri memandang Rio dan mengucap terima kasih
“Makasih pa .. ma sudah ada dan sudah membesarkan Putri walau bukan anak papa dan mama “ ucap Putri
“Jangan mengucapkan terimakasih sama mama dan papa karena mama sama papa dengan senang hati membesarkan Putri anak mama” ucap Tari
“Anak papa juga “ ucap Rio yang tak mau kalah
“Iya anak papa dan mama “ ucap Putri lalu bangun memeluk Tari dan Rio melihat itu lalu berdiri dan memeluk mereka berdua sekaligus.
Handphone Tari berbunyi dan Tari melepaskan pelukan lalu mengambil handphonenya dan melihat siapa yang menelepon
“Kak Aldo Video call..” ucap Tari
“Ma jangan bahas tentang Putri bukan adiknya … jangan dulu kasih tau “ pinta Putri dan Tari mengangguk kepalanya lalu mengangkat teleponnya
“ Assalamu’alaikum “