
“Mommy Mita.. “ Ucap anak kecil yang berumur hampir lima tahun keluar ruangan dengan baby sisternya
Membuat Mita kaget dan memandang dokter sambil menunjukan anak kecil yang memanggil Mita mommy, dokter Ryan pun memandang Mita dan hanya mengangguk kepala mengerti apa yang di tunjukan Mita tetapi tidak dengan Putri dan David kaget dan marah sedangkan Rissa hanya bingung dan juga merasa kecewa tapi dia dan Mita bersahabat saat kuliah. Putri dan David memandang Mita tapi Mita masih memandang dokter Ryan. David tanpa mengucapkan satu kata pun langsung pergi meninggalkan Mita dan dokter Ryan karena melihat muka Mita yang begitu bahagia. Mita yang melihat David pergi langsung kaget dan sadar dengan apa yang terjadi sehingga David sampai pulang tanpa pamit.
“Mommy Mita.. “ Ucap anak kecil itu lagi dia sudah lancar berbicara tapi masih cadel dengan tak bisa mengucapkan huruf r dan anak kecil itu merentangkan tangannya meminta Mita menggendongnya
“Mit, Gue duluan.. Makasih..” Ucap Putri lalu pergi juga tanpa mendengar penjelasan dari Mita
Mita yang menggendong anak kecil hanya memandang Putri. Rissa bingung antara mengikuti Putri dan David atau tetap tinggal bersama Mita. Sedangkan Mita merasakan amarah dari David dan Putri sahabatnya mereka berdua pasti kecewa dan marah karena panggilan anak kecil ini.
“Riss, maaf lu ikut Putri aja nanti di rumah gue jelaskan semuanya” Ucap Mita dan di anggukin oleh Rissa dan Rissa mengikuti Putri.
“Lelaki tadi David? pacar kamu ? “ Tanya dokter Ryan mita hanya mengangguk kepala
“Dia pasti salah paham ..” ucap dokter Ryan
“Biar aku jelaskan sendiri kak.. Kak Ini Arra ? “ Tanya Mita dan dianggukin oleh dokter Ryan dan Arra
Mita mengingat saat dia berobat bersama dokter Ryan dia menemukan bayi. Ya Anak kecil yang bernama Amora tapi saat bayi Mita memanggil dia dengan Arra di temukan di apartemen dokter Ryan dan Mita tinggal saat Mita berobat yang di temani oleh mama Mita. Mita sebenarnya berobat di desa tempat tugas dokter Ryan karena adik dari mama Mita yang merekomendasikan ke dokter Ryan dan paman dari kakak ayah dokter Ryan yang juga dokter ahli dalam dan ketika dokter Ryan berangkat sekolah di luar negeri pun Mita mengikutinya atas saran dokter Ryan dan paman dokter Ryan karena di luar negeri kemungkinan 90 % sembuh dan memang benar dengan ketekunan dalam berobat akhirnya Mita sembuh. Dokter Ryan yang tak punya siapa – siapa lagi karena orang tuanya sudah lama meninggal akhirnya diangkat menjadi anak pertama oleh kedua orang tua Mita dan di setujui oleh dokter Ryan. Ketika dokter Ryan dan Mita serta mama Mita pulang dari rumah sakit mengantarkan Mita berobat, saat sampai apartemen mereka menemukan bayi di dalam karton yang sedikit terbuka dan bayi tersebut tidur membuat mereka bertiga curiga dengan karton tersebut lalu dengan hati-hati mereka membuka dan kaget melihat isi karton yang ternyata bayi dan mereka telah melaporkan ke petugas keamanan tapi tak ada yang kehilangan bayi tersebut. Dokter Ryan dan Mita yang kasihan pada bayi tersebut akhirnya mengurus bayi tersebut menjadi anak angkat mereka berdua dan Mama Mita pun menyetujuinya. Dan setelah hampir setahun, Mita dan keluarga mewakili keluarga dokter Ryan untuk menemani dokter Ryan menikah dengan Fara yang juga dokter dan Arra tinggal dengan dokter Ryan dan Fara istrinya yang mana Fara menerima Arra sebagai anaknya juga tanpa memberitahukan Arra yang sebenarnya.
“Mommy Mita .” Panggil Arra yang melihat Mita yang memandang dokter Ryan
“Ya sayang ada apa?”Ucap Mita
“Mommy kemana saja ? kenapa tidak pulang ke rumah daddy? “ Tanya Arra dengan cadelnya
“Arra . Daddy pernah katakan kalau Mommy Mita pergi sekolah kan” Ucap dokter Ryan bukan Mita membuat Mita memandang dokter Ryan
“benaran mommy?” Tanya Arra yang membuat Mita hanya mengangguk kepala
“Arra hari ini boleh mau bobo sama mama Mita ..Bolehkan Daddy.. Momyy?” Pinta Arra
“Tanyakan sama mommy Mita kalau Mommy mau biar Mommy fara biar daddy yang beri tahu jika anak daddy mau bobo sama Mommy Mita “ ucap dokter Ryan
“Maaf Arra sayang, Mommy tidak bisa bobo dengan Arra .. kan mommy tinggal di rumah teman mommy yang tadi dan tidur bersama “ Ucap Mita membuat Arra cemberut
Dokter Ryan yang melihat Arra cemberut langsung tersenyum dan membijuk dengan pergi jalan – jalan bersama Mita
“Gimana kalau kita jalan – jalan sama mommy Mita?” Ucap dokter Ryan
Arra memandang dokter Ryan langsung tersenyum kembali dan memandang Mita,
“Ya udah .. ayo .. “ Ucap Mita yang tak tega memandang Arra yang berharap pergi bersamanya.
Di parkiran Putri yang sudah melihat David pergi dengan membawa mobil dengan kencang menjadi khawatir pada David. Dan Putri melihat Rissa yang mengikutinya dari belakang tanpa Mita membuat Putri yakin jika memang benar Mita sudah menikah dan Arra adalah anaknya bersama dokter Ryan apalagi dokter Ryan memperkenalkan diri dengan mengatakan dia sudah menikah.
“david mana?” Tanya Rissa yang berdiri di samping putri dan tak melihat David
“Udah pullang ... yuk kita pulang juga “ Uap Putri
Putri mengambil handponenya untuk memesan taksi Putri yang melihat Rissa mengambil handponenya dan ingin menelpon juga langsung heran
“Mau telpon taksi juga? Kita sama – sama pulang aja “ Ucap Putri
“gak Gue mau nelpon bang Andi aja dari pada kita pesan taksi .. “ Ucap Rissa dan Putri hanya mengangguk pasrah karena tak ingin berdebat dengan Rissa dengan moodnya yang kurang baik. Sementara mereka menunggu Andi datang karena Andi bersedia mau untuk menjemput Rissa bersama Putri, Putri dan Rissa melihat Mita dan dokter Ryan bersama Arra keluar dari rumah sakit karena memang dokter Ryan hari ini libur tugas dan memang dia datang untuk menyambut anak – anak praktek. Mita dan dokter Ryan berjalan bergandeng tangan dengan Arra yang di tengah sedangkan baby sisternya ikut dari belakang. Putri yang melihat kebahagian Mita dengan dokter Ryan dan Arra semakin yakin dengan pikirannya. Mita yang tak sengaja memandang Putri yang melihatnya, Mita tau tatapan Putri yang marah dan kecewa padanya. Dan Putri melihat Mita yang berhenti di depan mobil yang dia yakini itu mobil dokter Ryan karena melihat Baby sister sudah masuk kedalam mobil dan berbicara pada dokter Ryan dan mereka berdua memandang Putri yang tak jauh dari mereka. Dokter Ryan mengangguk kepala dan Putri yang melihat Mita melangkah ke arahnya langsung menarik Rissa untuk berjalan mengacuhkan Mita yang mau menghampirinya. Dan Putri yang melihat mobil ada datang dan berhenti di depan mereka, Putri yang melihat Andi keluar langsung memandangnya dan meminta Andi langung pergi
“Ayo bang kita pulang” Ucap Putri pada Andi
Putri membuka pintu mobil tanpa menghiraukan Mita yang mau mengikutinya dan Andi memandang Rissa sedangkan Rissa hanya mengangguk kepala dan Andi membuka pintu di samping lalu meminta Rissa masuk dengan mengode Rissa untuk masuk yang sudah di buka pintu oleh Andi dan Rissa tak membantah dan mengikuti kemauan Andi.
“Makasih bang.. “Ucap Rissa tersenyum pada Andi dan andi hany membalas lalu menutup pintu mobil kembali dan masuk ke dalam mobil lagi.
Putri yang melihat Andi membuka pintu di samping lainnya membuat putri menutup pintu mobil yang di sampingnya.
“Ayo bang jalan “