
Dalam perjalanan Putri melihat Mita yang duduk di depan bersama David hanya tersenyum
“Udah Mit, muka biasa aja.. yayank kamu Thu tetap sayang kamu … kamu juga Bang Jang bercanda kaya tadi kakak ipar jadi marah kan” ucap Putri supaya Mita tersenyum
“ Gak lucu Putriiiii” kesal Mita membuat Putri tertawa begitu juga Rissa sedangkan David langsung memandang Mita dengan sekilas tapi masih tetap fokus menyetir.
“Sayang aku memang sengaja tadi.. senang jaili Kak Rangga dan Kak Aldo yang posesif. . Curiga melulu.. pertama kak Aldo sekarang Kak Rangga.. emang gak ada yang lain apa …selalu gue .. udah tau cewek aku udah ada masih juga curiga mereka sama aku dengan putri dan Tya” ucap David tapi masih tetap fokus menyetir
“Karena kamu dekat dengan Putri dan Tya “ ucap Rissa tertawa
“Emang kamu sama Tya ada hubungan apa dari dulu sampai sekarang?” tanya Mita ketus membuat Putri kaget dengan ucapan Mita.
Rissa langsung berhenti tertawa ketika mendengar ucapan Mita yang ketus dan heran melihat Putri kaget tapi Putri mengode Rissa diam dengan tangan telunjuknya di bibirnya. David yang ditanyakan seperti itu langsung salah tingkah dan diam tapi dia bisa menguasai dirinya supaya Mita tidak curiga padanya
“Sayang aku dan Tya dari dulu sampai sekarang hanya sahabat gak lebih.. sayang tau sendiri…” ucap David
Mita hanya menatap David dengan tatapan serius
“Mit, lu kenapa baru sekarang curiga sama David ? Emang selama ini David pernah selingkuh? Kalau ia bilang ke gue .. gue orang yang pertama yang akan maju duluan “ ucap Putri
“Ingat Vid gue bukan nolong lu ya walau lu Abang gue tetap kalau lu sakiti Mita “ ucap Putri lagi
“Bukan begitu Put, tapi gue curiga ada sesuatu yang David dan Tya sembunyikan dari gue “ ucap Mita membuat Putri diam dan memandang David sedangkan David memandang Putri dari kaca spion dengan tetap masih fokus menyetir.
“Sayang Gak ada yang aku sembunyikan dari kamu sayang “ ucap David
Mita hanya diam dan menatap keluar jendela dengan perasaan tak menentu antara masih curiga dengan David atau percaya padanya.
Sedangkan di kota Rava yang sudah mendengar dari Nathan tentang suami Hana adik tiri Nathan sedang berbuat ulah untuk mengambil alih perusahan dan sekarang menerima telpon dari Nathan untuk memantau perusahan milik kakeknya yang sudah di ambel alih oleh Nathan seluruhnya selama Rava masih berada di luar negeri.
Rava yang masih berada di rumah Aldo, Aldo dan Citra mendengar semua pembicaraan Rava dan Nathan.
“Ada apa bang?” tanya Citra ketika Rava menutup telpon
“Bunda gak usah khawatir ... Papa Nathan hanya mengatakan jika om Haris mau mencoba mengambil dana dan ambil alih perusahaan cabang di kota x ... dan meminta abang memantau terus “ Ucap Aldo dan Citra hanya diam mendengar ucapan Rava
“biar gue bantu lu Rav.. “ Ucap Aldo dan dianggukin oleh Rava
“Bun.. abang sama Aldo sekarang ke kota x untuk langsung memantau” ucap Rava dan dianggukin oleh Citra
Waktupun berlalu dan hari sudah sore, mereka berempat masih dalam perjalanan menuju desa tempat mereka praktek dan David yang menjalankan mobil dengan mengandalkan maps pun sudah sampai di tempat tujuan mereka dan di salah satu rumah tempat mereka tinggal. Dan mereka semua di Sbangunkan oleh David. Putri, Mita dan Rissa bangun dan melihat sekeliling mereka.
“Udah nyampe.. “ ucap Mita
David hanya mengangguk kepala
“Benar ini rumahnya vid? Trus kita masuk gimana kalau gak ada kunci?” tanya Putri yang melihat sebuah rumah yang lumayan besar. Walau tak tingkat.
“Gue juga gak tau Put, kita turun aja dan tanyakan … itu ada orang” ucap David melihat seorang perempuan paruh baya berdiri di depan pagar.
Mereka pun turun dan David yang ingin menanyakan pada perempuan itu tapi David kaget dengan ucapan perempuan itu pada Rissa
“Non Rissa… udah balik non?” tanyanya
Rissa yang melihat perempuan baya itu hanya tersenyum dan mengangguk kepala lalu menyalaminya dan memeluknya dengan tangis kerinduan dan bibi ikut menangis
“Aku udah balik bi.. bibi apa kabar?” ucap Rissa setelah melepas pelukannya
Rissa hanya mengangguk kepalanya dan menghapus air mata bibi dan berusaha tersenyum
“Riss..” panggil Putri bingung
Rissa memandang Putri dan lainnya yang heran padanya
“Ada apa?” tanya Rissa masih pura-pura belum mengetahui panggilan Putri padahal dalam hatinya ingin tertawa melihat mereka yang kebingungan
Sedangkan Putri masih memandang dengan heran membuat Rissa tersenyum Dan memandang bibi
“Bi kenalkan ini teman-teman Rissa yang akan nginap di sini juga.. ini bi Yani .. bibi yang menjaga aku dari kecil sampai ibu meninggal jadi bibi yani yang merawat aku semenjak ibu aku meninggal “ ucap Rissa
“Putri bi”
“Mita”
“ David”
Mereka bertiga berjabat tangan dengan bibi dan menyebutkan nama mereka. Putri, Rissa, Mita dan David mengambil barang -barang yang ada di bagasi mobil.
“Ayo masuk … anggap aja rumah sendiri selama dua bulan” ucap Rissa. Putri, Mita dan David memandang Rissa masih diam dan belum beranjak dari mereka berdiri
“Ada apa? Ayo masuk” ucap Rissa melihat mereka masih berdiri membuat Rissa hanya menggeleng kepalanya
“Nanti aku jelaskan di dalam “ ucap Rissa menarik Putri
Dan mereka akhirnya mengikuti Rissa masuk ke dalam Rumah dan sampai di dalam rumah mereka kaget dengan memandang kesekelilingnya dan terdapat foto-foto yang di pajang di ruang tamu dan salah satunya ada Rissa didalam sedangkan bibi masuk membuatkan minuman untuk mereka
“Aku tau kalian bingung… ini rumah aku dan ini desa aku tempat aku di besarkan.. “ ucap Rissa membuat mereka kaget dan memandang Rissa
“aku kira kalian tau asal aku dari mana tapi nyatanya aku salah .. aku kira kalian tau jadi sekalian aja gue kerjain dan aku yang udah mempersiapkan semuanya hingga kalian nginap di sini” ucap Rissa tersenyum
Putri dan Mita hanya menggeleng kepalanya
“Kejutanmu berhasil” ucap David membuat mereka semua tertawa
Bibi membawakan minuman dan cemilan untuk mereka
“Makasih bi” ucap Rissa
“sama-sama non” ucap bi Yani
Bi yani pun masuk ke dapur meninggalkan mereka yang masih istirahat di ruang tamu.
“Rumah kamu adem banget “ ucap Mita dan dianggukin oleh David dan Putri
“Kamu tinggal di sini sendiri bersama bibi?” Tanya Putri sambil mengambil minuman begitu juga dengan David
“Iya aku tinggal di sini bersama bi yani kalau papa ga tinggal di sini semenjak ayah meninggal karena papa gak mau ada yang berprasangka buruk dari tetangga tapi sekali – kali tidur juga disini semenjak ibu meninggal “ ucap Rissa
“Yuk aku tunjukan kamar sekalian bawa tas ke kamar” Ucap Rissa mengajak mereka ke kamar sambil memberitahukan setiap kamar Mita, Dvid dan Putri pun mengikuti sambil membawa tas mereka masing-masing.
“Di sini ada empat kamar salah satunya kamar kedua orang tuaku.. “ Ucap Rissa