Aku Mencintai Kakakku

Aku Mencintai Kakakku
Empat Puluh Dua


Malamnya setelah selesai makan malam Putri, Rio dan Tari duduk di ruang keluarga sambil nonton televise. Putri yang hanya diam dari tadi membuat Rio menjadi heran biasanya Putri selalu ada aja yang di bahasnya membuat Rio bertanya pada Tari.


“Ini ade kenapa ma dari tadi diam ?” Tanya Rio


Tari hanya memandnag Putri yang sudah memandang Rio dan Tari


“Biasa Pa… Saat jauh Kangen saat dekat berantem “ Ucap Tari


“Habisnya kak Aldo bukannya datang menjemput Ade malah marah ade saat ade dekat sama bang David, Ade di larang pacaran sedangkan Kakak malah pacaran …“ Ucap Putri


“Ade cemburu… kalau cemburu jujur sama kakak … kan papa dan mama sudah setuju iyakan Pa?” Ucap Tari membuat Putri malu lalu tidur dipangkuan Tari untuk menutupi wajahnya


“Idih malu ketahuan ade cemburu “ ucap Rio menggoda Putri


“Papaaa… “ Ucap Putri memandang papanya membuat Rio dan Tari tertawa


“Assalamualaikum” ucap Aldo yang baru datang membuat Putri kaget dan langsung pura-pura tidur di pangkuan Tari. Rio dan Tari melihat Putri yang menutup matanya langsung saling memandang dan tersenyum


“Wallaikumsalam” Ucap Rio dan Tari bersamaan


Aldo lalu mendekati Rio dan Tari lalu menyalami mereka dan melihat Putri yang tidur di pangkuan Tari.


“Dari mana kakak?” Tanya Tari


“Dari ketemu klien ma “ Ucap Aldo lalu duduk di sofa samping papanya sedangkan Putri yang mendengar langsung membuka matanya lalu bangun dari pangkuan Tari


“Ketemu klien atau pacaran … “ Ucap Putri sewot Tari dan Rio yang mendengar Putri bicara kasar sama Aldo langsung tersenyum


“Ketemu klien de” Ucap Aldo membuat Putri memutar matanya jengah lalu berdiri


“Maaf Pa .. Ma ade ngantuk mau tidur” Ucap Putri lalu beranjak ke kamar sedangkan Aldo yang melihat Putri beranjak ke kamarnya memandang Tari dan Rio dengan sendu


“Ikut Ade jelaskan pelan-pelan sama ade … Jika kakak sayang sama ade .. Ayo bicara baik-baik “ Ucap Rio


Membuat Aldo memandang Rio dan mengangguk kepala lalu pergi mengikuti Putri. Aldo yang sudah pergi membuat Rio dan Tari tersenyum dan saling memandang


“Semoga mereka baik-baik “ Ucap Tari


“Dan kita mendapat cucu “ Ucap Rio membuat Tari kaget dan memandang Rio lalu mengangguk kepala.


Aldo yang masih melihat Putri berjalan melangkah dengan cepat dan ketika Putri sampai di kamarnya, membuka pintu kamarnya dan hendak masuk lalu menutup pintu tapi di cegah oleh Aldo dengan kakinya dan menekan pintu agar tidak tertutup karena dorongan dari Putri


“Ijinkan kakak bicara sayang” Ucap Aldo


“Gak Kak … Gak ada yang perlu dibicarakan … “ Ucap Putri dengan suara seraknya dan menahan tangis agar tak pecah sambil mendorong pintunya


“Gak Sayang … ijinkan kakak masuk … kakak ingin bicara sama ade” Ucap Aldo lalu mendorong pelan pintu agar dia bisa masuk kedalam kamar Putri.


Aldo mendorong paksa untuk membuka pintu kamar Putri yang masih di dorong oleh Putri. Ketika pintu sedikit terbuka Aldo memaksa masuk dan Putri yang melihat Aldo sudah masuk kamarnya langsung melepaskan tangan dari Pintu dan memandang Aldo yang sedang menutup pintu. Untunglah kamar Putri kedap suara jadi mereka bertengkarpun tak masalah itu pikir Putri


“Apa yang kakak mau bicarakan? “ Ucap Putri lalu


“Kakak minta maaf atas kasar kakak di sekolah” Ucap Aldo


“Kakak tau David hanya teman ade… hanya saja sikap David yang merangkul ade dan mencium kening ade membuat kakak cemburu “Akui Aldo yang membuat Putri diam dan menahan tersenyum karena apa yang David lakukan memang menjadi kenyataan


“Kenapa masih kakak cemburu, kan sudah ada pacar kakak ?” Ucap Putri menohok Aldo


“Kakak masih sayang sama ade itu sebabnya kakak cemburu sama ade, dan ade tanyakan ada pacar kakak itu semata hanya pelarian … ade tau sendiri kakak masih cinta dan sayang ade .. untuk menghilangkan sangatlah sulit de” Ucap Aldo serius membuat Putri memandang dengan malas ke ALdo


“Jangan main perasaan perempuan kak, ade perempuan hargai pacar kakak sebagai perempuan yang kakak pacarin” Ucap Putri sedangkan Aldo hanya diam memandang Putri


“Kakak sekarang keluar dari kamar kakak … ade ngantuk dan gak ada yang perlu dibicarakan lagi” Ucap Putri


Aldo lalu mendekati Putri dan memegang kedua tangan Putri dan Putri membiarkannya


“Pandang kakak dan katakan jika ade tak sayang dan cinta lagi sama kakak?” pinta Aldo


Putri mendengar permintaan Aldo hanya diam dan arah pandangnya ke arah lain. Sedangkan jantung Putri berdetak dengan kencang dan ingin sekali dia katakan pada Aldo yang sebenarnya tapi dia masih ingin ragu. Aldo yang melihat Putri hanya diam dan memandang ke arah lain membuat tangan Aldo menarik pelan wajah Putri ke arahnya dan menatap Putri


“Katakan sayang, kakak ingin dengar jika ade gak sayang lagi sama kakak “ Ucap Aldo


Putri memandang Aldo dan menatap mata Aldo


“Ade gak sayang dan Cinta sama kak Aldo” Ucap Putri tegas tapi dihatinya sakit lalu memandang arah lain


Aldo yang mendengar itu memandang Putri yang memandang kearah lain menjadi tersenyum


“Ade bohong kan, kalau ade gak sayang kenapa katakan tak memandang kakak “ Ucap Aldo lalu menarik wajah Putri dengan tangan kirinya. Putri yang wajahnya kembali ke arah Aldo hanya memandang Aldo lalu memeluknya dan menangis


“Iya ade masih cinta sama kakak “ Ucap Putri dengan menangis di pelukan Aldo


Sedangkan Aldo jangan di tanyakan lagi Dia langsung tersenyum dan membalas pelukan Putri. Ketika masih dalam pelukan Putri sadar dan menanyakan tentang pacar Aldo lalu melepaskan pelukan


“Pacar kakak gimana?” tanya Putri


“Nanti kakak cari waktu untuk minta putus.. kan sayang sendiri katakan jangan sakiti hati perempuan” ucap Aldo


Putri hanya mengangguk kepala pasrah sedangkan Aldo memandang Putri. Dengan perlahan wajah Aldo maju ke depan dekat wajah Putri tapi Putri malah menghindar.


“Kakak mau ngapain?” tanya Putri


“Mau cium Ade ?” ucap Putri lagi


Dan Aldo hanya mengangguk kepala


“Gak boleh… sekarang kakak keluar Ade ngantuk mau tidur “ ucap Putri malu ketika Aldo mengatakan ingin menciumnya.


Putri lalu melepaskan tangan Aldo yang masih digenggam tapi Aldo langsung memeluk Putri. Putri kaget dengan tindakan refleks Aldo yang sangat cepat lalu membalas pelukan Aldo


“Kakak masih kangen sama sayang” ucap Aldo


“Ade juga … tapi jangan manggil sayang … sayang kakak kan Tania “ ucap Putri


“Gak ada … sayang kakak Cuma satu … dan pacar kakak Cuma satu “ ucap Aldo


Putri lalu melepaskan pelukan Aldo lalu memandang ke arah Aldo


“Emang siapa pacar kakak? Ade? “ tanya Putri


Aldo hanya mengangguk kepalanya dan memandang Putri dan memeluk Putri


“Pacar kakak kan sekarang yang kakak peluk ini” ucap Aldo membuat Putri senang dan membalas pelukan Aldo.


Aldo yang merasakan pelukan erat dari Putri menjadi heran dan juga senang. Aldo lalu melepaskan pelukan dan memandang Putri dengan tersenyum


“Ya udah sekarang Ade tidur, besok kakak antar ke sekolah sebelum kakak ketemu klien “ ucap Aldo


Putri memandang Aldo dan mengangguk kepalanya. Aldo lalu mencium kening Putri dengan kasih sayang. Setelah mencium kening Putri Aldo dengan cepat mencium bibir Putri sedangkan Putri kaget dengan Aldo yang mencium Putri. Aldo sekali lagi mencium bibir Putri dan ********** dan Putri yang terbawa suasana akhirnya membalas ciuman Aldo. Hingga Aldo yang tidak tahan lagi menyudahi ciumannya


“Bisa bahaya kalau di teruskan… “ ucap Aldo membuat Putri malu


“Sayang jangan minta aku lagi untuk menghilangkan perasaan ini. Biarkan perasaan ini ada terus walau cinta ini terlarang. Mau ya jadi pacar aku bukan kakak lagi?” tanya Aldo