
Sepanjang malam, Sheina tidak mengizinkan Bara bergerak bebas. Ia memeluk dengan posesif tubuh suaminya yang membuatnya merasa nyaman. Tidak hanya dekapan hangat Bara yang ia butuhkan, tapi juga aroma maskulin yang khas dari ayah satu anak itu.
Mama Viona yang pengertian, membawa Gabriel tidur bersama oma dan opanya semalam. Kalau tidak, pasti bocah itu tidak akan membiarkan mommynya dipeluk Bara semalaman.
Sheina terbangun dengan tubuh yang mulai terasa segar. Pelukan Bara seolah memberi energi besar untuknya. Wanita itu lalu mengecup kedua pipi dan kening suaminya, sebelum turun dari kasur untuk buang air kecil.
Saat melangkah turun, ia teringat akan ucapan ibu mertuanya yang memintanya melakukan tes kehamilan. Dengan jantung berdebar, Sheina membawa alat itu ke kamar mandi.
Beberapa menit berlalu, kini saatnya Sheina mengetahui hasil tesnya. Matanya terpejam, jantung berdetak lebih keras, serta mulut yang komat-kamit merapalkan doa dan harapan terbaiknya, Sheina akhirnya mengintip hasilnya.
Dua garis merah terlihat jelas di sana, membuatnya berbunga-bunga bahkan sampai menutup mulut dengan tangannya. Matanya berkaca-kaca melihat hasil tes kehamilannya kali ini. Perasaan yang sangat berbeda dengan kehamilan pertamanya beberapa tahun silam.
Perlahan, ia mengusap perutnya yang masih datar, lalu menyapa makhluk mungil yang kini menumpang hidup di dalam rahimnya.
"Hai Sayang, anak mommy sehat-sehat ya di sana, sampai saatnya kita ketemu nanti, Sayang." Sheina sampai menitikan air mata bahagia, tapi ia tidak mau merasakan kebahagiaan itu sendiri.
Sheina kembali ke kamar, menemui suaminya yang tidur tengkurap. Pasti, semalam laki-laki itu merasa tidak nyaman karena dipaksa memeluknya sepanjang malam.
Ia meletakkan alat tes berwarna merah muda itu di samping wajah suaminya, lalu mengambil beberapa gambar menggemaskan dengan kamera ponselnya. Setelah puas mengambil foto, Sheina membangunkan Bara dengan beberapa kali kecupan di wajah tampan itu.
"Sayang, bangun," ucap Sheina dengan manja. Untuk pertama kalinya ia memanggil dengan panggilan sayang pada suaminya.
"Hemmm," jawab Bara yang mengubah posisi jadi membelakangi Sheina.
"Daddy, bangun dong. Nggak pengen nyapa kancil kecil yang ada di perut aku ini?" tanya Sheina sambil mengusap perutnya.
Bara yang samar-samar mendengarkan Sheina, seketika mengumpulkan kesadarannya dengan cepat.
"Iya di perut aku," jawab Sheina lalu mengangkat alat tes kehamilannya dan menghadapkan hasil tesnya pada Bara.
Bara yang melihat alat tes kehamilan itu langsung duduk dan tersenyum bahagia. "Kamu hamil?" tanyanya yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Sheina.
Bara langsung memeluk istrinya dengan gemas. Tidak menyangka jika akan mendapat kejutan indah dari istrinya di pagi hari.
"Makasih Sayang. Aku nggak nyangka bibit torpedo bisa tokcer banget," ucap Bara yang kemudian melepaskan pelukannya pada tubuh Sheina.
"Iya, tapi aku pengen cek ke dokter buat pastiin, kamu temenin ya," pinta Sheina.
"Pastilah Sayang. Aku seneng banget, akhirnya kamu bisa hamil lagi. Jadi, aku bisa gantiin waktu kehamilan Gabriel yang udah aku lewati," balas Bara yang kini menyandarkan kepala di pangkuan Sheina, wajahnya menghadap perut Sheina. Membayangkan seperti apa adiknya Gabriel nanti.
"Harus, pokoknya aku pengen ngidam yang bikin kamu repot. Biar aku bisa balas kamu, karena pas hamil Gabriel dulu, aku kesusahan banget." Sheina memanyunkan bibir, mengingat susahnya dia yang harus rela menunggu gajian saat keinginan ngidamnya muncul. Namun, Sheina sangat bersyukur karena semua yang diinginkan Gabriel saat ia hamil dulu, semua sudah terwujud dan tidak ada yang tidak terpenuhi.
"Aku akan siap siaga menuruti semua keinginan kamu Sayang. Walaupun kamu nggak ngidam, aku akan turuti semuanya." Bara bangun dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir Sheina. Seketika itu, ciuman keduanya terasa nikmat dan penuh perasaan.
"Mommy, Mommy." Suara ketukan Gabriel diiringi ketukan pintu yang terdengar lemah pun mengakhiri ciuman Bara dan Sheina.
"Si Kancil pasti seneng mau punya adik," ucap Bara yang lalu turun dari kasur untuk membuka pintu.
☕☕☕
Ritualnya jangan lupa, mumpung hari senin, votenya boleh dong bagi ke Mommy Shein yang lagi ngidam 😅😅
☕☕☕🌹🌹🌹