Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 82


Sheina mengambil alih Gabriel dari gendongan Bara. Ibu satu anak itu melihat luka di siku putranya dan langsung melirik suaminya. Yang dilirik hanya nyengir. Tidak merasa bersalah.


"Si Cookies ngapain sih di sini?" tanya Bara kesal.


"Dia nyari kamu, mau bahas kartu keluarga katanya," jawab Sheina.


"Bar, kalau ada tamu tuh diajakin masuk. Jangan cuma disuruh berdiri, capek tau. Kayak aku yang nungguin Sheina, taunya ditikung kamu."


"Idih, Pak RT pinter banget ngegombalnya," sahut Keyla.


"Kalau kamu mau jadi Bu RT, aku siap kok gombalin kamu dua puluh empat jam," kata Mondy yang mengedipkan sebelah matanya, genit.


"Ih, sory Pak RT. Masa aku dapat bekasnya kakak aku sih, turun ranjang dong," canda Keyla yang membuat Sheina dan Bara melotot.


"Ya nggak gitu konsepnya, kan aku sama Shein juga nggak ngapa-ngapain, ciipook aja nggak pernah," balas Mondy.


"Eh, kue lebaran. Ada suaminya nih, sopan dikit dong jadi RT."


"Aku salah apa sih sama kamu, Bar. Kok kayaknya kamu jahat banget sama aku. Udah nikung pacarku, nggak rela banget aku deketin ipar kamu, sampai dengan teganya kamu nyuruh aku berdiri dari tadi."


Sheina menarik tangan Keyla mengajaknya masuk, meninggalkan dua laki-laki yang sedang berdebat itu.


"Biel kenapa?" tanya Keyla yang mengusap kepala Gabriel.


"Biel tadi jatuh. Kata Daddy anak cowok nggak boleh nangis," jawab Gabriel yang semakin menangis kencang.


"Iya emang nggak boleh nangis, Gab. Kamu udah gede loh." Sheina mendudukan gabriel di sofa, ia mengambil kotak obat dan menitipkan Gabriel pada Keyla.


Mondy mendekati Gabriel yang masih menangis. Padahal Bara menyuruhnya duduk di ruang tamu.


"Om punya coklat, tapi harus berhenti nangis dulu." Mondy mengeluarkan coklat dari sakunya.


Gabriel langsung tertarik dan berhenti menangis. Mondy memberikan coklat itu pada Gabriel.


"Apaan sih Mon, sok caper sama anak mantan," sinis Bara yang tidak ikhlas melihat Mondy mencuri perhatian putranya. "Ikut aku duduk di sana! Bisa-bisanya mau nyuri kesempatan." Bara mengajak Mondy ke ruang tamu.


"Jadi gimana? Katanya mau pindah? Nggak jadi titip komplek?" tanya Bara sinis.


"Yaelah, itu kan cuma basa-basi. Aku ada penawaran khusus." Mondy memainkan alisnya naik turun. Lebih baik bekerja sama dengan Bara daripada harus ribut dan malah ia tidak dapat apa-apa.


"Penawaran soal apa?" tanya Bara dengan tegas, sebenarnya ia malas menghadapi Mondy yang sangat aneh.


"Keyla. Gimana kalau kamu jodohin aku sama dia. Kamu sama Sheina bisa aman, nyaman, dan tentram dan bonusnya aku akan urus semua berkas kamu. Aku pastikan nama kamu ada dalam akta kelahiran Gabriel," tawar Mondy dengan berbisik.


Otak cerdas Bara menolak penawaran itu. Bisa saja itu hanya akal-akalan Mondy supaya bisa mendekati Sheina.


"Ogah. Aku udah suruh asistenku buat urus semuanya." Bara menolak mentah-mentah.


Mondy kehilangan kesempatan, tapi ia tidak menyerah. Kalau lewat jalur baik-baik tidak diterima, haruskah dengan jalur jahat?


"Gimana kalau aku dekatin Shein biar dia risih terus jodohin aku sama Keyla." Mondy memainkan alisnya. Ia pikir, Bara pasti akan setuju dengan idenya, daripada terus mendapat gangguan darinya.


Tentu saja Bara tidak terima. Tanpa Mondy duga, Bara malah mengusir Mondy.


"Pulang sana! Urus warga yang lain, dasar RT gila!"


"Aku memperjuangkan Bu RT komplej kita, Barakokok."


"Cookies Lebaran."


Mampir juga ya 🥳🥳



Maaf lagi baik hati promo promo, bentar lagi lebaran soalnya 🤣


☕☕☕