
Di halaman depan rumahnya, Bara mengajari Gabriel untuk mengendalikan mobil mainannya dengan remot. Gabriel sangat senang karena bermain dengan ayahnya adalah impian bocah itu dari dulu.
Bara memenuhi semua kebutuhan Gabriel. Pertemuan mereka yang baru dua bulan lebih, nyatanya dimanfaatkan dengan baik oleh Bara. Karena Gabriel, Bara bisa memiliki Sheina sekarang.
"Daddy, ayo kita coba di jalan," ajak Gabriel yang antusias daat melihat mobil sungguhan lewat depan rumah mereka.
"Oke, tapi bentar aja ya, Gab. Panas soalnya." Bara menuruti keinginan Gabriel.
Mereka membawa mobil remot besar itu ke jalan depan rumah. Gabriel memegang kendali remot dan Bara mengawasinya dari belakang.
Bara dan Gabriel semakin menjauhi rumah mereka, tepat pada saat itu Mondy keluar rumah. Ia berlari kecil sambil berjinjit supaya Bara tidak menyadari pergerakan Mondy. Seperti maling yang takut ketahuan, Mondy sampai di depan rumah Bara.
"Bara. Bara. Barakokok," panggil Mondy, padahal ia sangat tahu bahwa Bara tidak ada di rumah.
Sheina keluar untuk melihat siapa yang mencari suaminya. "Mondy." Ia mengernyit saat melihat Mondy yang berdiri di depan pintu. Rumah Bara dan Sheina memang tanpa pagar. Jadi, siapa pun yang bertamu akan langsung berdiri di depan rumah. "Ada apa?" tanya Sheina.
"Em, Bara ada?" tanya Mondy.
"Kenapa lagi? Mau ngajakin berantem?" Sheina balik bertanya.
"Nggak kok, cuma pengen ngobrol-ngobrol aja. Kalian kan baru pindah dan belum punya kartu keluarga juga, aku mau ngobrolin itu sama Bara," jawab Mondy yang selalu memiliki banyak alasan.
Sheina menghela napas. Memang benar, saat ini mereka belum memiliki surat-surat penting itu. Apalagi akta kelahiran Gabriel, Sheina belum memikirkan itu.
"Bara keluar sama Gabriel, nanti aku suruh dia temui kamu. Tapi, kayaknya sih yang urus itu semua si Gery," jawab Sheina.
"Kenapa gitu? Harusnya, kan, Bara yang urus sendiri. Bukan malah nyuruh orang lain. Bapak macam apa sih dia?" gerutu Mondy.
Sheina menatapnya kesal. Mondy yang melihat sisi galak Sheina pun mulai ciut. Ia ingat saat pacaran dulu Sheina memang galak. Lalu, tiba-tiba Keyla keluar menghampiri Sheina. Mondy yang melihat Keyla langsung semangar lagi.
"Ada apa, Shein?" tanya Keyla. "Eh, bukannya dia Mondy?" Keyla mengenali Mondy, sedangkan Mondy tidak ingat sedikiti pun tentang Keyla.
"Iya, dia jadi ketua RT di sini," jawab Sheina apa adanya.
Keyla tertawa terpingkal-pingkal. Bisa-bisanya Mondy menjadi ketua RT di lingkungan tempat tinggal Sheina. Sungguh malang sekali nasib Sheina dan Mondy.
Mondy yang melihat Keyla tertawa malah semakin terpukau.
"Cantik banget sih, nama kamu siapa?" Mondy mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Keyla.
"Keyla, adiknya Shein. Wah, kalian lucu ya bisa tinggal sekomplek, antara RT dan mantan pacar. Eh kalau dibuat sinetron mungkin judul yang cocok 'RTku mantan pacarku'," kata Keyla yang semakin tertawa.
Sheina menepuk pundak Keyla. Ia merasa tidak enak dengan Mondy. Padahal Mondy sendiri malah senang melihat Keyla tertawa, meski itu mengejek Mondy langsung.
"Ketawa aja cantik, apalagi kalau ...."
"Modus," sahut Keyla.
"Jodohin aku sama dia dong Shein, biar komplek kita ada Bu RT-nya." Mondy secara blak-blakan meminta langsung pada Sheina.
"Mommy." Gabriel yang baru datang langsung berteriak dan menangis dalam gendongan Bara.
"Ngapain lagi ke sini? Katanya mau pindah?" tanya Bara kesal.
Like, komen dan votenya ramein ya, biar aku semangat crazy up 😍
☕☕☕