Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 70


Sheina menyuruh Bara untuk meminta maaf pada Gabriel. Meski sebagai orang tua, Sheina dan Bara tetap harus meminta maaf kalau mereka memang salah. Bara pun setuju dan meminta maaf pada Gabriel karena telah iseng dan membuat anaknya itu kesal sampai menjambak rambutnya.


Setelah drama rebutan Mommy, Bara dan Gabriel sama-sama tidak mau mandi. Mereka hanya cuci muka dan gosok gigi, lalu pergi sarapan. Nasi goreng udang sosis buatan Mommy Shein sudah tersaji di meja makan. Bara dan Gabriel duduk tenang menunggu Sheina mengambilkan nasi ke piring mereka.


"Oke, sekarang makan yang rapi. Nggak boleh ada nasi yang tercecer kayak kemarin. Gabriel bisa?" Sheina memberi aba-aba pada dua laki-laki yang duduk bersebelahan itu.


"Biel bisa, Mom."


"Oke Mommy. Gab, doa dulu," ucap Bara.


Gabriel pun mulai memimpin doa seperti yang orang tuanya perintahkan. Lalu, mereka mulai makan. Sheina terus mengawasi Bara dan Gabriel. Ia sudah lelah memberi tahu dua jagoannya itu untuk makan dengan rapi. Bosan juga membersihkan nasi yang berceceran karena tingkah Bara dan Gabriel.


Aku seperti memiliki dua anak yang sama-sama butuh diperhatikan.


Sheina menggelengkan kepala. Kesabarannya selalu diuji setiap hari, terutama karena tingkah polah Bara.


***


Saat ini Sheina sedang membersihkan halaman depan rumahnya. Bara sedang mengajari Gabriel taekwondo, tak jauh dari posisi Sheina. Sampai akhirnya, kegiatan itu terhenti karena tiba-tiba Mondy muncul di depan rumah mereka.


"Ada apa?" tanya Bara sewot, tak suka dengan kedatangan Mondy meski hanta lewat di depan rumahnya.


"Nggak apa-apa. Lagi cuci mata aja," jawab Mondy. "Sebagai ketua RT yang baik, tentunya pengen dong kenal akrab sama warganya." Mondy mendekati Sheina yang posisinya memang lebih dekat dengannya daripada Bara dan Gabriel.


"Jangan macem-macem ya, dia istriku," teriak Bara yang menggandeng tangan Gabriel untuk berjalan mendekati Sheina.


"Om, ini mommyku, Om jangan nakal sam Mommy Biel." Gabriel membela daddynya.


"Gabriel, ikut Mommy yuk! Mommy males kalau lihat mereka berdua berantem." Sheina menarik tangan Gabriel, tapi Bara malah memeluk tubuhnya.


"Sayang, bikinin aku kopi ya. Tiba-tiba pengen minum yang pahit-pahit, kayak nasibnya Pak RT ini," ucap Bara yang bermaksud meledek Mondy.


Sheina langsung masuk ke rumah, tak ingin Gabriel mendengar perdebatan tidak penting antara Mondy dan Bara.


"Jangan terlalu yakin, Sheina udah jadi istriku. Ketua RT kayak kamu nggak usah ngurusin kehidupan warganya. Lagian kamu, ketua RT bukannya harus punya istri? Bisa-bisanya jomblo dijadikan RT."


"Eh, Barakokok. Aku ke sini itu mau minta uang iuran. Uang keamanan dan uang sampah. Punya duit nggak?" Mondy mengeluarkan buku kecil dari saku belakang celananya.


"Heh, Cookies Monde. Jangan menghina seorang Bara ya. Nggak ada ceritanya Bara nggak punya uang. Berapa sini?" tanya Bara sambil membuka aplikasi bank di ponselnya.


"Dua juta."


"Iuran apa aja tuh dua juta sebulan." Bara sangat terkejut dengan biaya yang harus dikeluarkannya sebagai warga komplek.


"Iuran pemeliharaan, iuran sampah, iuran keamanan. Sudah komplit itu," kata Mondy.


"Mahal amat dua juta." Bara mengetikkan sesuatu di ponselnya, lalu meminta nomor rekening pada Mondy.


"Udah standard harganya itu."


"Tuh, udah berhasil." Bara menunjukkan bukti transfernya pada Mondy.


"Oh, baguslah. Kembaliannya satu juta, besok aku kasihkan istrimu," jawab Mondy sembari menulis nama Bara dalam bukunya.


"Eh. Dasar Cookies Monde jangan nyuri kesempatan ya, kamu!" Bara menunjuk wajah Mondy karena kesal.


"Loh, kan masih ada kembaliannya. Ya aku kasihkan ke istrimu."


"Transfer balik sekarang!"


"Nggak bisa Barakokok, aku nggak punya pulsa buat transfer ke rekening kamu. Makanya, aku kembalikan besok aja ya, langsung sama Sheina."


"Kamu pengen dipecat jadi RT ya?"


☕☕☕