Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 46


Setelah kepergian Sheina, Papa Yudha mulai bertanya banyak hal pada istrinya. Papa Yudha semakin marah karena istrinya itu tidak pernah bercerita tentang kedatangan Bara. Bahkan, saat Sheina melahirkan pun, istrinya melarang untuk melihat putri dan cucunya.


Sementara itu di kediaman orang tuanya, Bara tidak bisa mencegah papanya yang akan menghampiri papa Sheina. Sheina endiri juga tidak bisa menahan Gabriel yang memaksa ikut opanya. Akhirnya, mama dan papa Bara mendatangi rumah Sheina bersama Gabriel. Gabriel dan papa Bara memang semakin dekat, apalagi mereka memiliki kegemaran yang sama yaitu ikan.


Orang tua Bara akhirnya sampai di rumah orang tua Sheina. Dengan emosi yang masih terbendung, papa Bara memasuki rumah mewah itu setelah Keyla mengizinkan mereka masuk.


Kini, kedua orang tua Bara dan Sheina duduk berhadapan. Gabriel bermain bersama Keyla supaya tidak mengganggu pembicaraan orang tua.


"Anak saya pulang dengan wajah dan tubuh yang babak belur. Saya dengar dia baru saja dari sini," ucap papa Bara yang masih berusaha menahan emosinya.


"Ya, benar. Apa itu anak Anda, yang sudah mempermalukan nama baik keluarga Atmaja?" tanya papa Sheina yang menahan rasa sakit di kepalanya. Diliriknya Gabriel yang sedang bermain bersama Keyla tak jauh dari tempatnya saat ini.


"Apa Anda tidak mengenal saya, Tuan Yudha Atmaja yang terhormat?" tanya papa Bara emosi.


Papa Sheina hanya diam, matanya menatap tajam laki-laki di hadapannya.


"Saya, Hendri Kusuma. Ayahnya Darren Bara Kusuma, pemilik dan pemimpin Rajawali Grup." Papa Bara melemparkan sebuah kartu nama di tepat di hadapan papa Sheina.


"A-apa?"


"Ya, anak yang Anda hajar habis-habisan itu adalah anak saya. Anak yang sudah menodai putri Anda sampai melahirkan cucu kami, calon penerus kejayaan Rajawali Grup."


Papa Sheina memandangi Gabriel dari kejauhan, memang benar wajah bocah itu sangat mirip dengan laki-laki yang dihajarnya tadi.


"Besok, terima saja apapun nasib yang akan menimpa perusahaan Anda." Papa Bara berdiri, lalu mengajak istri dan cucunya meninggalkan rumah Yudha Atmaja.


Papa Sheina sangat syok mendengarnya. Hendri Kusuma tidak akan mengampuninya kali ini.


...****************...


Sementara itu, di kediaman orang tua Bara. Sheina sedang mengompres wajah dan punggung Bara dengan air es.


Nenek ada di kamarnya di lantai bawah, sedangkan Sheina dan Bara di lantai atas di kamar Bara.


"Kayaknya udah selesai. Tinggal tunggu besok aja," kata Sheina yang selesai mengompres luka Bara.


"Makasih, Shein." Bara menggenggam tangan Sheina untuk menahannya pergi.


"Demi sama kamu, apa pun aku lakuin Shein. Bahkan aku nggak pernah nyesel udah memper*kosa kamu waktu itu." Bara memyelipkan rambut Sheina ke belakang, supaya dia bisa puas memandangi wajah cantik itu dari samping.


"Tapi kamu nyakitin aku banget waktu itu, Bar." Sheina masih mempunyai rasa takut saat mengingat malam kelam itu.


"Aku nggak akan gitu lagi kok, kita pasti akan ngulangin lagi kalau kamu udah percaya sepenuhnya sama aku."


"Jangan bahas itu, Bar."


Bara mendekatkan wajahnya, bermaksud ingin mencium lipi Sheina, tiba-tiba pintu diketuk dan tak lama Mama Viona masuk bersama Gabriel


"Mommy." Gabriel berlari menghampiri mommy dan daddynya.


"Kamu udah mendingan, Bar?" tanya Mama Viona.


"Iya, Ma. berkat dirawat Sheina."


Sheina yang mendengarnya hanya bisa bersemu malu-malu.


"Mommy, kita tidul sini ya, kata Opa, Daddy Biel sakit, jadi Biel halus jagain Daddy di sini."


"Iya, Sayang. Di kamar lain ya."


"Di sini aja, Shein."


"Tapi, Bar ...."


"Please!" mohon Bara.


"Mama tinggal dulu ya. Awas jangan macem-macem, Bar," ucap Mama.


"Gimana mau macem-macem kalau Gabriel mama sama papa kirim ke sini, lagian aku babak belur gini mana bisa, Ma."


"Lagian siapa yang mau sama kamu, sih, Bar?"


🥀🥀🥀