
Mondy dan Keyla sampai di puncak saat malam telah tiba. Keyla sudah memesan kamar sebelumnya sehingga mereka langsung menuju hotel, baru keesokan harinya Keyla akan ke tempat pemotretan.
Saat sampai di hotel untuk check in, ternyata Mondy belum memesan kamar, dan sialnya tidak ada kamar yang kosong lagi di hotel itu. Suatu kesialan yang menjadi keberuntungan tentunya bagi Mondy.
"Jadi gimana, apa aku tidur di mobil aja?" tanya Mondy yang tentu saja punya niat lain.
"Kalau kamu mau sih nggak apa-apa. Aku ke kamarku dulu," kata Keyla yang membuat Mondy bengong.
Wanita itu berjalan ke kamarnya begitu saja, meninggalkan Mondy yang hanya bisa berkedip-kedip karena termakan omongannya sendiri.
Kok, nggak ngajak sekamar aja sih? Tidur di sofa hotel kan lebih baik daripada tidur di mobil. Wah, ini namanya si Keyla lebih kejam dari Sheina.
Mondy garuk-garuk kepala, ia menyesal karena seharusnya tadi tidak sok-sokan mau tidur di mobil. Ia berjalan gontai menuju mobilnya, lalu memilih tidur di sana.
Tiga puluh menit berlalu, saat Mondy hampir tertidur, tiba-tiba mobilnya diketuk. Mondy menbuka mata dan melihat Keyla di luar mobilnya. Lalu, Mondy membuka pintu dan Keyla masuk.
"Anterin ke minimarket," ucap Keyla setelah duduk dan memasang sabuk pengaman.
"Oh. Oke," jawab Mondy yang tidak protes sedikit pun. Mondy merasa omongan Bara ada benarnya, ia hanya dijadikan sopir oleh Keyla, tidak lebih.
Keyla melihat ekspresi Mondy yang menurutnya terasa aneh.
Setelah sampai di minimarket, Keyla mengajak Mondy turun, tapi Mondy menolaknya.
"Kamu nggak pengen beli apa dulu gitu?" tanya Keyla.
"Nggak usah, aku tunggu sini aja," jawab Mondy dengan senyum yang dipaksakan. Entah karena ia pusing tidak jadi tidur, atau karena ia mulai menyerah mengejar Keyla.
Saat kembali ke mobil, Mondy langsung menyalakan mesin mobilnya tanpa berkata apa-apa lagi. Bahkan, sampai di hotel pun mereka hanya saling diam dengan pikirannya masing-masing.
"Mon, emang myaman tidur di mobil gini?" tanya Keyla sembari melepas sabuk pengamannya.
"Dienakin aja, males cari hotel." Mondy memposisikan kursinya untuk bisa dipakai tiduran.
"Oh gitu, makasih ya udah nganter aku beli pembalut." Keyla mengangkat kantung belanjanya. "Menurutku, enak tidur di sofa kamar sih kalau kamu mau. Kalau nggak ini minumannya aku taruh sini aja." Keyla akan mengeluarkan minuman yang dibelinya di minimarket, tapi Mondy langsung mencegahnya.
"Tidur di sofa aja, di sini nggak nyaman," sahut Mondy yang kembali menyunggingkan senyum penuh semangat.
Keyla tersenyum sekilas, lalu mereka turun dan berjalan berdua ke kamar hotel yang disewa Keyla.
"Awas jangan macem-macem ya, inget kamu tidur di sofa. Jangan sampai ngelewatin batas naik ke kasur!" Keyla lalu masuk ke kamar mandi untuk memakai pembalutnya.
"Iyalah, lagian gini-gini masih perjaka aku tuh. Apa dia pikir aku sama kayak Barakokok. Seenaknya aja nodai pacar orang. Mana anaknya udah gede baru dinikahin, huh dasar cowok breng.sek," gumam Mondy yang setelah itu malah tersenyum menang. Setidaknya ia mengakhiri hari dengan melihat wajah cantik Keyla. Tidak rugilah meskipun jadi sopir.
☕☕☕
Awas ya Bang Monde. Nanti aku jadiin remahan loh kalau nakal.
Kembang kopi dulu dong, biar semangat ngetiknya sambil puasa nih 😜😜
🌹🌹🌹