
Pagi yang indah dimiliki Mondy. Ketika ia membuka mata, ada wajah cantik Keyla yang terlihat segar setelah keramas.
"Indahnya ciptaan Tuhan," ucap Mondy.
"Apa?!"
"Itu loh, bagus pemandangannya." Mondy mengalihkan pandangannya pada luar jendela yang terbuka. Sementara Keyla kembali melanjutkan aktivitasnya merias wajah.
Mondy menemani Keyla ke tempat pemotretan. Keyla menjalani pemotretan dengan memakai gaun pengantin untuk sebuah majalah lokal. Ia tidak sendirian, ada juga beberapa model juga yang turut serta.
Saat sesi pemotretan bersama model pengantin pria, ternyata model itu tidak bisa datang karena terjebak macet. Tanpa disangka sebelumnya, Mondy dipilih untuk menggantikan model itu untuk berfoto bersama Keyla. Tentu saja Mondy tidak menolak karena mendapat kesempatan emas. Mereka pun melakukan pemotretan layaknya pasangan yang akan menikah.
********
Keyla dan Mondy sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta. Mereka memutuskan untul segera pulang karena Mondy tiba-tiba ada pekerjaan mendadak. Manajer Keyla yang sedang izin sakit tiba-tiba menelepon. Keyla pun berpikir positif, pasti manajernya khawatir karena ia melakukan pekerjaan sendiri tanpa manajernya.
"Key, kamu udah pulang?" tanya manajer Keyla.
"Iya Wi, semua beres nggak usah khawatir, istirahat aja deh!" jawab Keyla.
"Kamu nginep sama siapa di hotel?"
Keyla melirik Mondy yang mengemudi dengan santai. "Kenapa emangnya?" Keyla menjadi khawatir karena takut melakukan kesalahan.
"Ada yang lihat kamu sama pengusaha cek in di hotel. Beritanya bilang kalau kamu jual diri," kata manajer Keyla dengan nada kesal. Bagaimana Keyla bisa seceroboh ini di saat karirnya sedang bagus.
"I-itu temenku Wi, kita nggak ngapa-ngapain kok. Beneran deh." Keyla menjadi khawatir. Ia tidak mau karirnya hancur karena gosip murahan seperti itu.
Keyla sendiri bingung harus memikirkan alasan apa, karena yang terjadi tadi malam memang mereka masuk ke hotel berdua dan keluar juga berdua.
"Nanti deh kalau udah sampai aja. Aku nggak tau harus jawab apa. Nanti kita bahas, udah dulu Wi." Keyla langsung mematikan teleponnya.
Mondy yang mendengar helaan napas Keyla itu pun bertanya, "Ada apa?"
Keyla memijat kepalanya. Masalah ini tidak hanya menyeret namanya, tapi juga Mondy. Kalau dia salah menjawab, bisa-bisa nama Mondy juga tercemar dan itu karena dia.
"Key, ada apa. Cerita aja siapa tahu aku bisa bantu," kata Mondy yang masih fokus mengemudi.
"Berita soal kita ke hotel berdua, udah kesebar dan sepertinya kamu juga kena Mon," ucap Keyla.
Kening Mondy berkerut, entah kenapa ia seperti mendapat jackpot dan itu membuatnya tersenyum lebar. "Nggak usah dipikirin, bilang aja kita mau nikah."
"Idih, enak di kamu nggak enak di aku dong," protes Keyla. Sebal sekali dengan pemikiran Mondy yang menguntungkan Mondy sendiri. Memangnya ia pikir nikah itu main-main?
"Nggaklah Key. Sekarang kamu pikir deh. Kelebihan aku itu banyak, Ketua RT, ganteng, pengusaha muda, kaya lagi, dan kurangan aku itu cuma satu, cuma jomblo aja." Mondy memainkan alisnya naik turun.
Dalam hati Mondy berdoa semoga Keyla menerima idenya. Ada hikmahnya dia menjadi sopir Keyla dua hari ini. Sebentar lagi Keyla pasti akan menjadi miliknya walau terpaksa. Dia tertawa puas dalam hatinya.
☕☕☕
Kalau jodoh nggak ke mana kok. Tim Gery masih ada nggak sih 😜😜
🌹🌹🌹