Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 8


Bara dan keluarga kecilnya sudah sampai di rumah keluarga Bara. Mama Viona langsung menyambut kehadiran cucunya yang sudah seminggu tidak bersua. Sebagai cucu satu-satunya dari anak satu-satunya, tentu saja Gabriel selalu dilimpahi kasih sayang dalam lingkup keluarga Bara.


Mama Viona menggendong Gabriel yang datang membawa sekotak es krim tiga rasa yang sangat disukainya.


"Kamu bawa apa, Sayang?" tanya Mama Viona yang belum bosan menciumi pipi Gabriel.


"Es klim, Oma. Biel mau makan es klim. Oma mau?" Gabriel membuka kotak es krimnya saat Mama Viona membawanya duduk di kursi.


"Mau dong, tapi nanti ya."


Mama menatap menantunya yang terlihat pucat dan kelelahan, tidak seperti biasanya. Bara yang duduk di sebelahnya malah sibuk dengan ponselnya.


"Kamu kenapa, Sheina?" tanya Mama Viona yang khawatir dengan keadaan Sheina, mama takut menantunya itu sakit apalagi di rumah mereka tidak ada asisten rumah tangga yang membantu.


Sheina yang ditatap mertuanya berusaha terlihat baik-baik saja meskipun ia merasa pusing. "Aku nggak apa-apa kok, Ma. Mungkin kurang tidur aja," jawab Sheina.


Bara langsung menoleh memperhatikan istrinya. Memang benar, Sheina sedang tidak baik-baik saja saat ini.


"Kamu pucet loh, Sayang. Mau ke dokter?" tanya Bara ikut cemas.


"Nggak usah. Aku istirahat aja nanti juga sembuh."


"Bar, kamu tu butuh pembantu deh di rumah. Kasihan, kan, istri kamu ngerjain pekerjaan sendiri. Kamu nggaj mampu bayar pembantu?" tanya Mama Viona kesal.


"Sheina yang nggak mau, Ma."


"Aku di rumah nggak ada kerjaan, Ma. Kalau ada pembantu, nanti aku malah bingung mau ngapain di rumah," sahut Sheina yang selalu merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus rumahnya.


"Tapi kalau kamu hamil nanti, kamu tetap harus ada temannya. Nanti biar Bi Surti aja yang ke rumah kalian," ucap Mama dengan tegas.


Sheina melirik suaminya. Kekhawatiran mertuanya membuat Sheina tidak bisa lagi menolak.


***


Gabriel menunggu Sheina yang sedang istirahat. Bocah itu tidak tega meninggalkan ibunya sakit sendirian. Bara sedang peegi bersama papanya, dan Sheina yang masih lemah bersikeras menolak saat diajak ke dokter.


"Sheina, Gabriel. Mama masuk ya," ucap Mama Viona yang diiringi ketukan di pintu.


Tak lama, mama masuk membawa nampan berisi bubur dan sebuah kantong plastik.


"Shein, makan dulu ya, mau mama suapin?" Mama duduk di samping Sheina dan menyentuh kening menantunya itu.


"Aku makan sendiri aja, Ma. Gabriel belum makan, tolong mama ...."


"Baru dua hari ini, Ma. Aku belum tes," jawab Sheina malu-malu.


"Tes itu apa, Mommy? Mommy sakit banget ya?" tanya Gabriel yang mendengarkan percakapan ibu dan neneknya.


"Iya, tes buat tau mommy kamu sakit apa, Gabriel ikut Nenek dulu ya, tadi kayaknya Nenek mau kasih makan ikan," jawab Mama Viona.


"Asik, Biel mau cali Nenek dulu."


Gabriel berlari keluar, dan Mama Viona kembali fokus berbicara dengan Sheina.


"Mama bawakan tesnya, tadi mama suruh orang buat beli. Besok kamu tes, kalau negatif dan masih pusing, kamu harus ke dokter." Mama menyerahkan kantung plastik berisi alat tes kehamilan pada Sheina.


"Jangan kasih tau daddynya Biel dulu ya, Ma."


"Iya kamu tenang aja. Makan buburnya ya, jangan lupa."


"Makasih, Ma."


***


Sheina masih terbaring lemah di kasur. Bara yang baru pulang langsung menghampiri istrinya.


Sheina membuka mata saat mencium aroma tubuh suaminya setelah pintu terbuka.


"Kamu kok baru pulang, lama banget," protes Sheina dengan manja.


"Maaf ya, Sayang. Tadi papa ajakin main golf, sama temennya juga, jadi ya lama. Padahal aku udah bilang kalau kamu sakit." Bara duduk di samping kepala Sheina dan menyentuh dahi yang terasa hangat itu.


Sheina langsung memeluk tubuh Bara, entah mengapa dia merasa sangat rindu, padahal baru beberapa jam saja ditinggal.


"Pengen dikelo.nin kamu, aku tuh sakit, Bar." Shein memanyunkan bibir seperti Gabriel saat merajuk.


"Manja banget sih kalau sakit." Bara menuruti keinginan istrinya, memeluk tubuh Sheina yang lemah dan memberikan rasa nyaman pada Sheina.


☕☕☕


Nulisnya sambil ngebayangin dipeluk Mingyu 😍


☕☕☕