Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 36


Keyla masih diam saja saat Mondy mengajaknya menikah. Ia masih menimbang-nimbang penawaran Mondy tentang pernikahan yang dijanjikan akan menguntungkan karirnya. Namun, perasaan Keyla pada Mondy saat ini memang masih abu-abu. Ia belum merasakan perasaan yang luar biasa seperti yang dulu pernah ia rasakan saat jatuh cinta. Bagi Keyla, menikah hanya sekali dan itu harus bersama orang yang dicintainya. Ia tidak mau salah memilih dan berujung perceraian seperti orang tua kandungnya.


“Kalau kita buat alasan masih pacaran gimana?” tanya Keyla yang masih saja ragu dengan ide pernikahan yang diusulkan Mondy dan Marisa.


Mondy meraih tangan Keyla. Ia menggenggam tangan itu dan berkata, “Kalau kamu memang ragu, biar aku yang menghadapi mereka dulu.”


Keyla yang semakin bingung pun tidak bisa berkata apa-apa. Pikirannya kosong, sementara ia harus segera memutuskan rencana untuk memperbaiki berita bohong yang terus beredar itu.


Saat pikirannya masih mengambang, tiba-tiba ada yang meneleponnya, dan ternyata itu Sheina. Wanita itu pasti ingin mencari tahu kebenarannya juga.


“Jangan jawab apa pun sebelum kita memutuskan solusinya,” kata Marisa yang menjadi bos dari Keyla.


“Tapi Bu, ini kakak saya.” Keyla mencoba menjelaskan pada Marisa, tapi bosnya itu malah mengangkat tangan, menyuruh Keyla untuk diam.


Dewi yang merupakan manajer Keyla pun angkat bicara. “Key, kamu punya pacar?” tanya Dewi.


Keyla menghela napas berat. Memang sih dia tidak memiliki hubungan spesial dengan laki-laki mana pun. Semua yang dekat dengannya ia anggap sebagai teman. Sama halnya dengan Mondy dan Gery. Ah, Gery. Laki-laki itu bahkan tidak seagresif Mondy saat mendekatinya. Keyla pikir, Gery hanya sekedar suka saja padanya.


“Aku nggak punya pacar,” jawab Keyla dengan jujur.


Keyla masih diam memikirkan semua yang dikatakan oleh Dewi. Mau bagaimanapun, hatinya memang belum menerima Mondy.


Mondy yang melihat Keyla seperti tertekan itu langsung mengajak Keyla untuk bicara empat mata. Keyla pun menurut karena sebenarnya ini urusan antara ia dan Mondy. Mereka berbicara di ruangan lain karena Mondy ingin privasinya terjaga, dan Marisa yang tahu siapa Mondy pun tidak berani menolak.


“Aku nggak cinta sama kamu, Mon. Lucu nggak sih kalau kita nikah, tapi ujung-ujungnya cerai.” Keyla meluapkan kekesalannya karena sebelumnya ia tidak berani mengatakannya karena takut dengan Marisa yang merupakan bosnya yang mengatur karirnya.


“Siapa bilang kita akan cerai. Coba kamu lihat Sheina dan Bara deh. Aku yakin sebelumnya Sheina itu benci banget sama Bara, karena dia diperkosa Keyla. Tapi aku bukan Bara yang akan melakukan hal menjijikkan itu. Kalau pun kita menikah, aku nggak akan paksa kamu buat menuhi kewajiban kamu sebagai istri. Aku akan menunggu kamu sampai kamu siap. Asalkan ....”


Mondy terdiam, membuat Keyla penasaran dengan apa yang ingin Mondy sampaikan itu.


“Asalkan apa?” tanya Keyla.


“Asalkan ada rasa cinta di hati kamu buat aku, walau sedikit saja. Setelah semua usahaku, masa’ sih nggak ada sedikit pun perasaan kamu buat aku?” Mondy memegang pundak Keyla dan menyelami ke dalam matanya. Mondy sangat yakin, ada cinta di hati Keyla untuknya, walaupun itu hanya sedikit.


☕☕☕🌹🌹🌹Like komennya jangan lupa gaess. Kalau ada typo, komen di paragraf aja ya😊😊😍😍