Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
Bonus Kangen


Punya dua anak yang sama-sama menggemaskan rupanya membuat Bara memiliki keinginan kuat untuk memproduksi banyak anak. Dia pikir, bibitnya adalah kualitas premium yang bisa menghasilkan banyak anak.


"Daddy, Bia bau banget!" adu Gabriel yang membuat lamunan Bara buyar.


Laki-laki itu diberi tugas untuk menjaga Bianca karena Sheina tengah memasak untuk keluarga mereka. Bara melirik putrinya yang sedang telentang dengan raut wajah mencurigakan. Apalagi, kedua kakinya diangkat tinggi-tinggi.


Bara menatap sepasang bola mata bening yang tengah berkonsentrasi penuh. Sepertinya, Bianca memang sedang buang air besar.


"Bia pup?" tanya Bara pada sang putri.


Bayi lucu dengan bandana bunga menghias kepala botaknya itu tak menyahut. Dia terus berkonsentrasi dan mengeluarkan apa yang seharusnya memang dia keluarkan.


"Ih, Bia jolok! Eek di celana!" oceh Gabriel yang kemudian berlari meninggalkan adiknya sembari menjepit hidung dengan tangan mungilnya.


Bocah tampan itu ke dapur untuk melaporkan pada Sheina apa yang sudah adiknya perbuat. "Mommy, Mommy! Bia pup bau banget!"


Bukannya segera membantu menangani putrinya, Sheina justru menggunakan alasan sibuk memasak untuk membuat suaminya repot dengan urusan putri mereka.


Mau tak mau Bara pun harus mengurus putrinya sendiri dengan mengganti popok sekali pakai juga celana baru untuk putri kecilnya itu. Rupanya, seorang laki-laki seperti Bara juga mampu mengurus bayinya sendiri.


Setelah selesai dengan urusan popok, laki-laki itu menggendong Bianca keluar rumah untuk mencari udara segar di pagi hari ini sambil menunggu Gery yang akan datang. Kebetulan sekali, Mondy si musuh bebuyutan juga baru keluar dari rumahnya.


"Eh, Barakokok. Lagi momong ya!" goda Mondy yang kini berjalan menuju ke rumah Bara.


Pak RT yang sangat menyebalkan untuk Bara itu pasti akan membuatnya emosi saja. Rasanya ingin sekali mengusirnya kalau tidak ingat dia adalah suaminya Keyla sekarang.


Semua orang tahu kalau Keyla saat ini tengah hamil, tapi bagi Bara selagi bayinya belum keluar, artinya Mondy belum menjadi seorang ayah.


"Lagi pergi sama Selvy. Mereka lagi belanja buat persiapan mau ngerujak nanti siang katanya. Emang Sheina nggak ikut?" tanya Mondy. "Jangan-jangan Papa Barakokok belum tahu ya rencana ibu-ibu. Kayaknya kebagian momong lagi sampai sore nih!" sindir Mondy.


Bara mengerutkan kening. Dia baru ingat kalau semalam Sheina sudah membahas rencananya yang ingin membuat rujak bersama Selvy dan Keyla. Namun, karena Bara sibuk dengan Bianca dia jadi lupa.


"Ya, nggak masalah. Kan ada kamu. Nanti si Gery juga datang. Bisa gantian momong Bia kan?" balas Bara.


Mondy mencebik. Tentu saja ocehan Bara itu akan disertai ancaman karena Sheina pasti akan mengomelinya kalau menolak menjaga Bia.


Tak lama, Gery pun datang membawa berkas-berkas yang Bara minta. "Kok kamu jagain Bianca. Katanya mau bahas kerjaan?" tanya Gery dengan ekspresi bingung.


Bara melirik Mondy yang menganggur. Lalu, sebuah ide muncul di kepalanya. "Bia pengen ikut Om Mondy ya? Oh, boleh banget kok!" Ayah dua anak itu langsung memindahkan putrinya ke pangkuan Mondy yang jelas tak bisa menolak.


Bianca juga terlihat sangat bahagia dengan terus mengoceh sambil menatap Mondy.


"Ya ampun, apes banget. Kamu kan bukan anaknya Om Mondy, kenapa minta pangku Om Mondy sih?"


***


Halo, sekedar menyapa aja karena tiba-tiba kangen mereka 😅😅😅