Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM2 Bab 41


Papa Sheina ternyata datang juga ke acara ulang tahun Gabriel. Beliau membawakan ikan hias yang lumayan mahal untuk hadiah ulang tahun Gabriel. Sementara opa dari daddy Bara juga memberinya hadiah ikan.


“Hore! Semua kasih Biel ikan. Akualium Biel mau penuh, nanti bikinin kolam lagi ya, Dad.” Gabriel tertawa bahagia di tengah keluarganya. Kakek neneknya semua berkumpul di acara ulang tahunnya itu.


“Hemm, nanti kalau sudah besar biar digoreng sama Mommy,” jawab Bara yang sangat suka mengisengi putranya sendiri.


“Jangan, Daddy nakal!”


“Gab, teman-teman kamu sudah nungguin, kita ke sana yuk!” ajak Sheina pada putra tampannya itu.


Acara ulang tahun Gabriel pun dimulai dengan lagu ulang tahun yang dinyanyikan oleh semua orang. Bara dan Sheina berdiri di samping Gabriel. Bocah itu tetap memakai topeng manusia laba-laba yang senada dengan baju, kue ulang tahun dan seluruh pernak-pernik ulang tahunnya.


Gabriel meniup lilin ulang tahunnya. Lalu, pembawa acara memintanya untuk memotong kue. Setelah berhasil karena dibantu Sheina, pembawa acara meminta Gabriel untuk menyuapi kedua orang tuanya.


Bocah itu lalu menyuapi Sheina dengan potongan kue ulang tahunnya, dan sekarang giliran Bara yang disuapi Gabriel.


“Ayo Biel suapin Daddy!” ucap Sheina.


“Nggak mau, ini punya Biel, Daddy nakal,” balas Gabriel.


“Eh kok begitu, dilihatin teman-temannya Biel loh. Kok nggak mau kasih Daddy sih.”


Dengan terpaksa Gabriel pun menyuapi Bara. Lalu, acara kembali dilanjutkan. Satu per satu teman Gabriel datang memberikan ucapan selamat dan juga hadiah untuk bocah empat tahun itu. Hingga tiba giliran seorang bocah tampan teman baru Gabriel di sekolah yang memberi ucapan selamat.


“Happy birthday Biel.”Bocah itu mengulurkan tangannya sembari menyerahkan kotak kado yang cukup besar untuk Gabriel.


“Thank you vely much Ziel. Kamu datang sama Mommy and Daddy kamu?”


Bara dan Sheina melihat dua orang yang ditunjuk Ziel itu. Sepertinya Bara mengenal ayah Ziel.


“Tuan Aneeq!?” Bara berjalan mendekat pada rekan bisnisnya yang ternyata adalah ayah dari teman Gabriel.


Bara dan orang tua Ziel berbincang cukup lama sampai akhirnya Sheina ikut menyusul suaminya.


***


Setelah semua tamu undangan pulang, Bara meminta kedua orang tua dan mertuanya untuk berkumpul dan menemani Gabriel yang ingin membuka kado.


Meski suasananya sedikit canggung, Bara mencoba untuk mengajak ngobrol santai mertuanya. Sheina dan mertuanya duduk di karpet untuk membantu Gabriel membuka kado.


“Papa senang lihat kalian rukun dan bahagia. Papa berharap masih diberi umur panjang untuk melihat cucu kedua papa,” ucap papa Sheina sembari menahan sakit di dadanya. Orang tua itu sangat menyesal karena telah membiarkan Sheina hidup menderita karena terusir dari rumah. Sebagai orang tua, seharusnya papa Sheina memilih nasib putrinya dibanding harga diri dan nama baik keluarga yang selalu dibanggakannya. Kini, seolah Tuhan telah memberikan karma untuknya. Sebuah penderitaan dan kemiskinan, dan parahnya keluarga besar yang dibanggakan itu tak memberikan uluran tangan mereka.


“Papa pasti sehat,” balas Bara sembari menepuk pelan punggung tangan mertuanya itu.


“Bar, kenapa kamu nggak beli saja perusahaan mertua kamu. Setidaknya perusahaan itu akan tetap menjadi milik Gabriel dan Sheina nantinya,” usul papa Bara.


“Papa sangat setuju.”


Bara menatap kedua laki-laki tua itu dan menghela napas berat. “Baiklah. Aku akan melakukannya.”


☕☕☕Aku nggak up dari pagi nggak ada yang nyariin, nggak ada yang kangen ternyata wkkkk. Mampir ke lapaknya Ziel ya judulnya My Sexy Secretary punya adek aku yang paling bontot🌹🌹🌹