Terjerat Gairah Musuh

Terjerat Gairah Musuh
TGM Bab 79


Mondy berjalan menghampiri Bara yang tengah bersama keluarga kecilnya. Bara sudah mengambil ancang-ancang untuk menyerang Mondy dengan kekuatan bicaranya yang pedas pada musuhnya itu.


Mondy semakin dekat. Sheina yang melihat gelagat aneh dari keduanya langsung memutar otak untuk menghentikan perseteruan mereka.


"Mondy udah! Jangan ganggu kita lagi, aku sama kamu itu nggak akan bisa balik lagi. Aku punya anak dan suami, kamu harus pahami itu," kata Sheina tiba-tiba.


Bara tersenyum sinis. Dalam hati ia menertawakan nasib Mondy yang seperti benalu, terus mengganggu keluarganya.


"Aku datang bukan untuk itu," balas Mondy yang membuat Bara dan Sheina mengerutkan alis.


"Terus kenapa lagi? Minta sumbangan? Iuran apa lagi?" tanya Bara sinis.


"Om, Om. Om temennya Daddy bukan?" tanya Gabriel yang selalu ingin tahu.


"Bukan. Om temennya Mommy kamu," jawab Mondy. "Aku cuma mau balikin duit kamu yang satu juta." Mondy menyerahkan uang dalam amplop itu pada Bara.


"Aku bilang, kan, nggak usah," kata Bara menolak uang itu.


"Uang apa sih?" tanya Sheina bingung.


"Aku mau pindah sementara, nyiapin hati buat move on." Mondy menyerahkan amplop berisi uang itu pada Bara dengan menarik tangannya terlebih dahulu. "Nggak perlu kasihan, ini emang udah takdirku. Aku nggak mau jadi pelakor."


"Pebinor kali," sahut Bara.


"Ya itulah apa namanya. Ya udah aku pergi, titip komplek ya." Mondy berbalik badan, lalu berjalan cepat menuju rumahnya.


Bara dan Sheina saling berpandangan. Entah apa yang terjadi pada Mondy sampai ia tiba-tiba berubah seperti itu, Bara tidak peduli. Ia mengangkat Gabriel dan menggendongnya di pundak.


"Gabriel, kita bebas!" ucap Bara sambil berlari kecil. Tentu saja hal itu membuat Gabriel yang ada di pundak daddynya malah tertawa senang.


Bara berharap Mondy benar-benar menjauh dari keluarga kecilnya.


*


*


*


"Onty Key." Gabriel meronta minta turun dari punggung daddynya.


"Gabriel, onty kangen." Keyla langsung menggendong Gabriel.


Mondy yang sedang berdiri di balkon kamar melihat langsung pemandangan keluarga Bara yang membuat hatinya semakin sakit. Rumah Bara dan Mondy memang berseberangan dan hanya berjarak beberapa rumah, sehingga apa yang ada di halaman rumah Bara bisa dilihat jelas saat di balkon rumah Mondy.


Mondy memperhatikan gadis yang menaruh kacamatanya di kepala.


"Cantik sekali, apa itu saudaranya Barakokok?" gumam Mondy yang terus mengintai rumah Bara.


Bara menyuruh Sheina untuk mengajak Keyla masuk. Tepat pada saat itu Mondy menggerutu karena tidak bisa melihat Keyla lagi meski dari kejauhan.


*


"Rumah kamu keren banget Shein," bisik Keyla yang membuat Sheina tersenyum.


"Rumah Bara," jawab Sheina malu-malu.


"Rumah kita, Sayang." Bara merangkul Sheina.


Bara menemani Sheina yang sedang di dapue membuat minuman, melihat Keyla yang duduk memangku Gabriel yang sedang memamerkan ikannya.


"Mereka akrab banget ya?" tanya Bara pada istrinya.


"Ya, begitulah. Gabriel malah lebih dekat sama Keyla dari bayi. Dia yang bantu aku ngerawat Gabriel. Dia juga yang ngelarang aku buat gugurin kehamilan aku waktu itu." Sheina menunduk. Kebahagiaannya bersama Bara saat ini memang berbanding terbalik dengan kehidupannya dulu.


"Kamu sempat berpikir gugurin Gabriel?" tanya Bara dengan jantung yang berdebar keras.


"Ya, beberapa kali."


☕☕☕