
Setelah semuanya usai, Qin Chen membuka matanya. Dari dalam mulutnya mengeluarkan gas ungu yang beracun, matanya tajam dan beracun dalam arti, dia begitu lihai dalam hal kelicikan.
"Lautan Darah yang beracun, setiap tetesan darahku membawa bencana bagi Surga dan Bumi. Tidak buruk, pria yang terkutuk oleh Racun, lalu mengutuk Surga dan Bumi. Legenda yang bagus." Gumamnya yang berimajinasi terlalu tinggi.
Wanita itu terjatuh kebawah, dia tidak menduga bahwa Qin Chen akan baik-baik saja setelah menyerap habis Lautan Racun yang begitu luas tersebut.
"Si- Siapa kamu sebenarnya ... Bagaimana bisa manusia sepertimu dapat menahan Racun tersebut." Tanya wanita itu dengan gemetaran lalu takut.
Dalam hidupnya, baru kali ini dia merasakan ketakutan yang tidak dapat dia hilangkan. Qin Chen tersenyum tipis mendengarnya, dia secara tiba-tiba menghilang dari pandangan wanita tersebut.
Muncul dibelakangnya, wanita itu dengan cepat memalingkan wajahnya kebelakang. Qin Chen menyentuh wajahnya dengan tangan kanannya, dia tidak dapat bergerak.
"Kekekeke ... Apa kau takut sekarang? Jika tidak, bagiamana jika setetes darahku mengalir lalu masuk kedalam bibir kecil dan manis ini ... " Ucap Qin Chen dengan tatapan tajam, wajah mereka berdua begitu dekat.
"Ja- Jangan lakukan itu, aku mohon ... " Balasnya dengan suara berantakan yang membuat Qin Chen sedikit bingung dan mengartikannya.
"Begitu ... Namun, apa yang akan kau berikan padaku? Harta Surga? Atau ... Tubuhmu yang Suci ini, tidak buruk menikmati bunga yang belum mekar. Keindahan seperti ini, seharusnya didapatkan oleh orang yang bijak." Jelas Qin Chen sedikit melirik kebawah tepat pada dua gunung surgawi yang menggoda sedari tadi.
Wanita itu tertegun, kenapa dia begitu sial hari ini. Tidak dapat lepas dari cengkeraman pria di depannya, dan bahkan kesucian yang dia jaga selama ribuan tahun akan berakhir sekarang ini.
Saat memikirkannya, tanpa sadar air matanya menetes. Sekali lagi membuat Qin Chen terdiam dan perlahan cengkeraman tangannya mengendor.
"Cih!" Qin Chen mengertak kesal dan marah pada dirinya maupun semua wanita di Dunia tersebut.
Qin Chen melepaskan wanita itu yang terjatuh ke tanah. Meninggalkannya di sana, Qin Chen melangkah keluar dari gua tersebut dengan perasaan yang kesal.
Saat berada di ujung gua, Qin Chen berhenti disamping dinding gua.
Bamm!
Dinding gua retakan terkena pukulan Qin Chen yang tengah kesal.
"Bahkan dia tidak melihatku dengan matanya! Seolah-olah aku adalah pria Bajing*n! Dasar sampah!" Qin Chen kesal dengan dirinya sendiri. "Kenapa jadi seperti ini! Apa ini karena Iblis telah mengambil sisi baikku?! Jika benar, kenapa tidak kau bunuh saja dia! Kenapa harus meninggalkannya!"
Mengutuk dirinya sendiri, Qin Chen melesat dari sana meninggalkan wanita sebelumnya di dalam gua.
Dengan kecepatan tinggi, Qin Chen tiba dalam beberapa menit di tempat Zi Long berada. Di atas sana, Qin Chen menggunakan pakaian miliknya kembali tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Zi Long yang melihat Tuan-nya dalam suasana yang tidak baik, dia tidak bertanya tentang wanita sebelumnya.
Mereka berdua pergi dari sana menuju Wilayah Timur. Tempat terakhir yang Qin Chen kunjungi di Dunia ini, namun Wilayah Timur begitu luas dan sulit di jangkau dalam satu waktu.
Butuh berbulan-bulan untuk mengetahui segala sesuatu di Wilayah Timur. Dalam beberapa hari saja, Qin Chen telah dapat untuk ke Wilayah Timur.
"Zi Long ... Misi kali ini adalah mencari tahu tentang kekuatan Waktu. Setelah mendapatkan kekuatan waktu, kita akan meninggalkan bidang Dunia kecil ini menuju Dunia yang lebih tinggi."
"Sekarang, siapapun yang mengganguku, bantai mereka sampai habis. Siapapun yang menghalangi rencana, ratakan mereka semua tanpa sedikitpun sisa." Jelas Qin Chen dengan nada serius.
"Baik!"
Wajahnya tersenyum semangat, mendapatkan perintahnya adalah sebuah anugrah yang tidak dapat digantikan oleh apapun di Dunia ini selain perintahnya.
Dia begitu kuasa, dengan perintahnya dapat meruntuhkan sebuah Negara Besar. Belum lagi dengan kehendaknya, mungkin dapat menghancurkan segalanya.
***
Ditempat wanita itu, dia telah berada di tepi Lautan yang telah menghilang. Masih mengenakan pakaian milik Qin Chen, dia menatap langit dengan pandangan kosong tidak berarti apapun.
"Apa sudah berakhir?" Wanita itu berbicara dengan suara kecil, perlahan terbang dan melesat meninggalkan Wilayah tersebut menuju Timur.
Meninggalkan sebuah bekas besar disana, Iblis yang tersegel telah terlepas dan telah meninggalkan Dunia tersebut. Pergi menuju Dunia atas untuk membalaskan dendam masa lalu.
Qin Chen yang menyadari hal tersebut hanya diam dan membiarkannya. Karena, cepat atau lambat mereka akan bertemu dan saling bertarung satu sama lainnya.
***
Sementara di tempat Qin Chen, Qin Chen tengah beristirahat di bawah pohon. Cuaca hari ini begitu panas, dia telah melewati jutaan mil dalam beberapa waktu.
Qin Chen kelelahan dalam mentalnya, dia menyeder di samping pohon melihat langit yang begitu cerah. Zi Long berada di sampingnya, tengah berdiri melindungi Tuan-nya.
"Kenapa Dunia tidak adil ... Apa ini namanya Takdir? Atau hanyalah tipuan yang Surga buat untukku?!" Gumam Qin Chen yang masih kesal dengan sebelumnya.
Wanita sebelumnya bahkan tidak ingin melihat Qin Chen secara langsung. Menutup matanya seolah memandang Qin Chen dengan jijik melihatnya.
"Zi Long ... Menurutmu, seperti apa aku?" Tanya Qin Chen yang penasaran dengan pendirian dirinya sendiri.
Zi Long tertegun, dia melihat ke arah Qin Chen dengan serius. "Tidak ada yang dapat saya katakan, anda adalah Mahkluk yang sempurna di antara Mahkluk Ilahi lainnya. Memiliki kependirian yang bijak, tegas, pintar, dan masih banyak yang sulit saya katakan. Namun anda adalah Mahkluk yang lebih sempurna dibandingkan Surga."
Sebagai salah satu Iblis, Zi Long benar-benar bermusuhan dengan Surga. Qin Chen yang mendengar tersenyum puas, walaupun tidak ada wanita yang menyukainya, mendapatkan pujian dari bawahannya lebih baik.
'Jika di pikir-pikir, kenapa aku terlalu terbawa oleh perasaan. Wanita adalah mahkluk merepotkan, dengan tidak ada sosok itu di sampingku. Segala sesuatu yang ingin aku lakukan tidak ada yang menghalanginya.'
Qin Chen akhirnya kembali kepada dirinya sendiri, menganggap wanita adalah Mahkluk merepotkan. Walaupun ada satu sisi wanita yang membuat Qin Chen mengkhianati pendiriannya sendiri.
Di sana, Qin Chen memejamkan matanya untuk beberapa saat sebelum melanjutkan menuju Timur.
Zi Long berdiri berjaga sekitarnya agar tidak ada Monster ataupun Manusia yang menggangu ketenangan Tuan-nya yang tengah beristirahat.
Qin Chen tidur untuk beberapa saat, dia meninggalkan Duniawi.
Waktu di luar terus berjalan begitu cepat tanpa Qin Chen sadari. Zi Long tidak berani membangunkannya, membiarkan Qin Chen tertidur pulas disana sampai dia benar-benar bangun sendiri.
...
*Bersambung ...