
"Kaisar, desa ini tidak terlihat ramah untuk menginap disini. Namun, setelah saya menelusuri daratan di sekitarnya, tidak ada tempat yang layak untuk menginap malam ini, hanya desa ini satu-satunya."
"Apa yang kau dapatkan dari pengamatanmu sebelumnya? Bisa beritahu aku?" Sahut Qin Chen.
Jendral melihat ke arah Qin Qiyuan Hua, ia tidak dapat berbicara. Menanggapi hal ini, Qin Chen melangkah kedepan sedikit menjauh dari Qin Qiyuan Hua, jendral mengikutinya dari belakangnya.
"Apa sekarang bisa beritahu?"
"Baik Kaisar, setelah berhasil mengamati daratan di sekitarnya, saya mendapatkan banyak anomali yang aneh. Terutama dari desa tersebut, didalam desa terdapat aroma darah yang pekat seolah baru terjadi pembantai. Tapi anehnya, orang-orang di desa terlihat biasa-biasa saja."
"Apa maksudmu adalah, mereka membantai pengunjung?"
"Mungkin kaisar, mengingat daratan ini hanya ada satu tempat. Bagaimanapun tempat ini adalah wilayah roh, mereka dapat melakukan pembantaian tanpa diketahui. Sama halnya dengan wilayah iblis pada zaman dulu, pembantaian bagi pengunjung baru."
Mendengar pengamatan yang dilakukan Jendral yang cepat tanggap membuat Qin Chen harus memilih. "Kita akan tetap kesana, saat malamnya kita akan memperhatikan pegerakan mereka. Saat mereka melakukan hal yang tidak wajar, habisin mereka."
"Baik kaisar."
Setelah berbicara sebentar dengan jendral, Qin Chen membisikkan kepada Chu Qincheng tentang masalah ini. Mereka bertiga tidak mungkin membicarakan hal tentang pembantaian disamping anak kecil, karena itu harus main bisik-bisik.
Mendengar penjelasan Qin Chen, Chu Qincheng mengangguk dan bersikap biasa-biasa. Mereka bertiga memasuki desa roh bumi dengan sikap yang biasa-biasa sambil mengobrol santai dengan Qiyuan'er.
Saat mereka masuk kedalam desa, orang-orang disana bersikap arogan satu sama lainnya. Seolah, ia adalah penguasa tempat tersebut, dengan tiran yang tak terkalahkan melirik Qin Chen dengan tatap membunuh.
"Penyambutan yang benar-benar konyol, melirik dengan membunuh kepada orang yang tidak diketahui. Hahaha ... Benar-benar desa yang buruk!" Kata Qin Chen secara terang-terangan di dalam kekuasaan mereka.
Chu Qincheng mengerutkan keningnya, Jendral bayang ikut mengerutkan keningnya. Jika Qin Chen berkehendak, ia dapat membunuh mereka dengan tatapan biasa dari matanya, bahkan sedikit niat membunuhnya dapat membunuh Raja Dewa.
Sekalipun ia bisa, ia tidak ingin melakukan hal tersebut karena itu akan menjadi membosankan. Bagaimana seorang yang kuat berada dipuncak kekuatan membunuh tanpa menyentuh, itu adalah hal yang membosankan tanpa menggerakkan tangannya.
"Huh! Nak, kau begitu angkuhnya di wilayah orang lain. Apa keluargamu tidak pernah mengajarkan sopan satun dan etika saat berada di wilayah orang lain?"
"Huh? Jangan membawa-bawa nama keluarga, kau sendiri bagaimana? Pak tua! Bukankah kau dulu yang memberikan niat membunuh? Apa kau Dewa? Immortal? Iblis? Orang Suci? Sekalipun kau salah satu dari sekian banyak ras di dunia, kau kira aku takut?"
"Sombong! Jika leluhurmu ada disini, kami tidak akan mengampuni dosa kesombongan yang kau miliki!"
"Huh? Leluhurku? Sepertinya aku pernah bertemu dengan leluhurku, dia telah mati. Sayang sekali, kalian tidak dapat mengutuknya, sekalipun kalian mengutuknya, dia akan tertawa melihat kebodohan kalian."
Mereka semakin kesal mendengar balasan Qin Chen, Qin Chen tidak diam di satu tempat saat berada di desa. Ia melangkah sambil mengutuk mereka satu-persatu, dan menanggapi perkataan mereka.
"Tch! Sombong sekali, kau tidak akan nyaman tinggal disini. Akan aku pastikan kau merasakan neraka!"
"Fufu~ akan aku tunggu itu, aku yang akan neraka, atau kalian yang bertemu denganku di neraka nanti. Hahahaha .... " Sehabis mengutuk, ia tertawa terbahak-bahak hingga terdengar di seluruh desa.
Qin Chen dan lainnya berada di penginapan, lantai dua dengan dua ruangan. Satunya adalah tempat Jendral berada, sedangkan satunya tempat Qin Chen, Chu Qincheng dan putri kecilnya.
Mereka berada didalam ruangan dengan jendela sedikit terbuka untuk mengamati pergerakan mereka di luar sana. Chu Qincheng dan Qiyuan'er berada di atas tempat tidurnya menikmati cemilan dan bermain.
"Ayah, kemarilah dan bermain dengan ibu dan Qiyuan'er." Kata Qiyuan'er dengan suara manisnya.
Melihat gadis kecil elves begitu manis, ia menggelengkan kepalanya tidak sanggup melihat betapa manisnya putrinya. Qin Chen meminta jendral untuk mengamati dari ruangan sampai malam.
***
Malam harinya
"Orang-orang desa ini sangat kaya, bagaimana merampok mereka sebagai balasan karena menyerang kita? Bukankah ini memancing tikus dengan keju?"
"Ide yang menarik, namun letak kekayaan desa tidaklah berada disini. Jika ada, aku dapat merasakannya dari sini, utuk sekarang kita akan menyerang mereka."
"Baiklah, Qiyuan'er sudah tertidur pulas setelah bermain seharian. Jadi, ini tidak akan menganggunya."
"Benar ... Jendral, bersiaplah untuk menyerang mereka." Kata Qin Chen.
"Baik kaisar."
Jendral bayangan menghilang mengamati dari atap bangunan penginapan. Ia mengamati tempat tersebut, melihat siapa yang akan dibunuh karena mengganggu tidur kaisar dan permaisuri untuk beristirahat.
"Tch! Sekumpulan orang-orang bodoh menganggu waktu istirahat kaisar dan permaisuri!" Ia mengangkat tangannya, dan tiba-tiba bayangan hitam seperti palu melesat menembus tubuh salah satu orang disana.
"Siapa disana!"
"Raja Neraka!" Balas Jendral bayang.
Jendral bayang bernama, Yinying, artinya bayangan. Saat mereka melihat pria sebelumnya berada di atas penginapan membuat mereka mengertak kesal, tidak bersedih malah semakin kuat niat membunuhnya.
Chu Qincheng langsung menciptakan peredam suara agar Qiyuan'er tidak terganggu dengan hal-hal di luar. Lalu tiba-tiba mereka berdua muncul di depan penginapan dengan pandangan serius meski mata mereka sedikit menyipit melihat beberapa orang bodoh.
"Aku kira hanya omong kosong, ternyata kalian benar-benar datang. Kahahaha, menarik! Mari selesaikan ini! Aku yang ke neraka atau kau yang ke neraka bersamaku!"
"Omong kosong, bunuh bocah sialan itu!"
Tap ... Tap ... Tap ...
Sebelum sampai di dekat Qin Chen, orang itu telah kehilangan kepalanya saat Jendral di atas sana memperhatikan mereka. Ia sebagai Jendral harus melindungi keselamatan kaisar dan permaisuri, karena ini tugasnya sebagai Jendral.
"Siapapun yang berani mendekati Kaisar dan Permaisuri, aku akan membunuh kalian tanpa ampun!"
"Huh! Sombong!"
Swoosh!
Tebasan pedangnya melesat ke arah Qin Chen dan tiba-tiba serangan itu ditepis oleh bayangan dari Jendral. Ini membuat mereka semakin kesal karena orang diatas menganggu pertarungan mereka, Qin Chen langsung melesat menarik pedangnya menebas.
Slash! Slash! Slash!
"Sial! Dia kuat, cepat pertahanan barisan dan bunuh bocah sialan ini!"
"Haaaaaa!"
Trang! Trang! Trang!
Pertarungan mereka cukup menarik, karena Qin Chen sambil bermain dengan Chu Qincheng membuat mereka seperti kucing mengejar tikus. Jendral di atas sana memantau orang yang berada di tempat yang sangat jauh tengah mengamati pertarungan.
Ia memberikan informasi ini kepada Qin Chen yang tengah bertarung menghadapi beberapa keroco, ia mengangguk dan meminta Jendral untuk mengurus orang disana dan bawa orang itu kehadapannya.
...
*Bersambung ...