Supreme King System

Supreme King System
Chapter 113 : Menghentikan Kehendak Surga


Kehendak Surga? Merupakan salah satu aturan Surga yang di tetapkan oleh Surga itu sendiri. Sama halnya dengan Tribulation, masing-masing dari mereka adalah Aturan Surga.


Meskipun dalam penerapan sama, namun Aturan Kehendak Surga lebih mengarah pada bakat yang dimiliki oleh individu atau Mahkluk Hidup di Duni.


Sementara Tribulation lebih mengarah kepada penentang, dalam arti, Tribulation muncul saat individu mencapai batas perkembangan dimana membutuhkan Tribulation untuk mencapai tingkat selanjutnya.


Singkatnya, Tribulation adalah Kesengsaraan yang harus di lalui setiap pembudidaya Abadi.


Hal ini berlaku sampai tingkat tertinggi, karena menentang Surga sama halnya dengan mengambil jalan sendiri untuk menentang Aturan Surga dan melawan kebijakan Surga.


Sedangkan Kehendak Surga akan muncul apabila Mahkluk Hidup dibawahnya memiliki potensi yang dapat mengancam keseimbangan Langit dan Bumi.


Sama halnya dengan Qin Chen dan Chu Qincheng, meskipun dalam beberapa hal mereka tidak mengundang Kehendak Surga. Namun mereka berdua merupakan potensi Malapetaka bagi Surga itu sendiri.


Suatu keberadaan yang melampaui Surga menyembunyikan keberadaan mereka berdua dari bahaya. Kekuatan yang melampaui batas dan imajinasi Dewa, Qin Chen dan Chu Qincheng adalah sepasang monster.


Qin Chen berada di langit, menatap tajam seolah ingin meruntuhkan kekosongan di depan matanya.


"Kehendak Surga terpicu saat bakat yang berpotensi mengancamnya. Para Dewa yang memiliki pikiran licik berdatangan ke Dunia, mendapatkan pontensi seperti ini, mereka dapat memanfaatkan orang tersebut sebaik mungkin." Gumam Qin Chen.


Tanpa suara yang nyata dan tidak terdengar oleh indra, sebuah kilatan cahaya besar melintasi dari langit. Jatuh kebawah menyerupai panah arwana yang memecahkan sebuah Gunung besar.


Qin Chen tanpa mempedulikan sekitarnya mengayunkan jarinya untuk membelah langit menjadi dua bagian.


Saat serangan tersebut melintas, siluet bulan sabit dari ujung jarinya melesat menembus ketiadaan. Langit yang tengah dalam badai mengamuk dan bergetar hebat, seolah Kehendak Surga tidak dapat menahan kekuatan Qin Chen.


Kedua serangan membentur menciptakan guncangan hebat dimana-mana, awan-awan hitam lenyap dan hakiki kekuatan Qin Chen meluas mencakup Ibukota, Domain Iblis Tiran tak terbantahkan muncul.


Dalam sekejap mata, Benua Seribu Pedang di selimuti oleh Domain Iblis, keputusasaan dimana-mana terjadi, ketakutan, dan kematian mahkluk hidup dalam kurun waktu tak terhitung berjatuhan.


Dalam beberapa hari saja, Badai besar telah menyebar di Benua. Iblis Tiran yang seharusnya tidak ada, kini membuat Kekacauan dimana-mana dalam waktu singkat.


Langit yang menahan, namun Dunia yang mengalami retakan. Perlahan pecahan menyerupai kaca mulai terbentuk, garis vertikal lurus dan memanjang hingga ujung Dunia mulai terlihat.


Sobekan Langit memperlihatkan kekosongan yang tiada batasnya.


Petir-petir di dalam kekosongan mengamuk, keluar dan jatuh menghancurkan apapun yang di sentuhnya.


Kekuatan yang begitu besar menyembur keluar, banyak gunung dan sungai meluas menyerupai air mendidih. Keseimbangan antara Dunia tidak dapat di bantah, dua Benua besar dalam masalah besar.


Para Tetua Menara beterbangan, menciptakan Formasi pelindung seluas Ibukota, mereka mencoba mempertahankan kehancuran total di Ibukota.


Sayangnya, hal yang mereka lakukan dipatahkan oleh Domain Iblis milik Qin Chen. Formasi dibawahnya dilenyapkan dan kembali pada ketiadaan, tanpa persetujuan Qin Chen, segala sesuatu yang di lakukan dibawah Domain miliknya akan di lenyapkan dari Dunia dan Akhir.


Chu Qincheng merasakan penindasan tersebut, kekuatan Qin Chen benar-benar melompat jauh dari miliknya. Sekarang di mengerti, Qin Chen bukanlah orang yang mudah di singgung maupun provokasi seperti sekarang.


Jika tidak, maka konsekuensi yang akan di dapatkan tidak akan logis.


Chu Qincheng sekarang berada di Ranah Nihility, sementara Qin Chen berada di tahap Menengah Half Way Immortal. Perbedaan yang cukup tipis, namun kekuatan mereka sama sekali berbeda dibandingkan sebelumnya.


Qin Chen telah memegang kendali Ruang dan Waktu secara penuh. Dia dapat melihat Alur ataupun timeline Dunia dibawahnya, mempercepat maupun memperlambat aliran waktu.


Dalam benaknya, Qin Chen telah mendapatkan kemampuan yang lebih menguntungkan baginya. Mungkin dia dapat berpindah tempat dari Dunia ini menuju Bidang Dunia lainnya dalam waktu yang instan.


Sementara dalam imajinasi Chu Qincheng yang liar, Ibukota mulai mendapatkan keajaiban. Pecahan-pecahan cahaya menyerupai kacau terus terjadi, orang-orang menara terus-menerus membentuk Formasi, sayangnya segala usaha mereka dihancurkan begitu saja.


Qin Chen sedikit melirik kebawah, ada banyak orang yang pingsan dalam mimpi buruk. Tidak ada banyak orang yang masih berdiri, segalanya tak biasa di mata.


Walaupun awalnya berniat baik menolong, namun dampak yang dihasilkannya membuat kekacauan dimana-mana.


'Apa ini yang dinamakan menolong dengan kejahatan? Atau malah sebaliknya, seribu kebaikan yang aku buat akan hilang dengan satu kesalahan?' Batin Qin Chen yang tidak mengerti Apapun.


Dia bodoh? Tidak juga! Qin Chen termasuk orang-orang genius di Bumi. Jika tidak, dia tidak mungkin memiliki aset kekayaan yang melimpah sebelumnya tanpa kegeniusannya.


Namun semuanya dibantah oleh penampilan Qin Chen!


Qin Chen kembali menatap langit, serangan sebelumnya adalah Kehendak Surga. Sekarang adalah kemurkaan Surga, serangan ganas yang akan dia munculkan.


Surga mengamuk menciptakan kekacauan abadi dimana-mana, air laut meluap-luap seakan ingin menenggelamkan Dunia.


Gunung-gunung meledak menciptakan Neraka Dunia Atas. Bahkan tidak hanya di situ saja, ada banyak kekacauan di Surga akibat perbuatan Qin Chen kali ini.


Tangannya yang meneror Surga dan Neraka sebelumnya telah menciptakan kebencian yang tak terlupakan. Memberikan tamparan keras ke Surga, Surga mengamuk kali ini, Qin Chen hanya tertawa terbahak-bahak di atas sana.


Tidak yang menghibur selain mengacaukan kekacauan besar itu sendiri.


Bahkan jika Surga mengamuk, Qin Chen hanya tertawa lantang di atas sana.


Tidak ada yang dapat mentang jalanya untuk merebut Tahta Raja Tertinggi. Sekalipun itu Origin Tree, Origin Tree hanya memberikan satu tujuan tanpa alasan, rebut Tahta Raja Tertinggi.


Qin Chen hanya menyeringai tanpa bentuk perasaan bersalah di hatinya.


Tidak ada alasan bagi Qin Chen untuk bersalah maupun melindungi manusia dan Dunia dibawahnya. Selama tujuannya tercapai, itu lebih dari cukup dibawah kehancuran!


"Kekekeke ... " Suara Iblis Tiran mulai menggema di tengah kekacauan yang terjadi, Chu Qincheng merasakan merinding di sekujur tubuhnya.


Gemuruh hancur, suara yang memekakkan telinga tercipta menghantui segala sesuatu di bawahnya. Qin Chen hanya menyeringai dengan matanya memandang acuh tak acuh kepada Langit dan Surga.


"Turunlah jika kau mampu!" Ungkapnya sembari memberikan tekanan di Surga terdalam.


...


*Bersambung ...