Supreme King System

Supreme King System
Chapter 147 : Menentukan Domain! (1)


Jahat dan Baik hanyalah sifat alami yang dapat mengaturnya. Siapa yang Jahat di pertarungan sebelumnya dan siapa yang baik, tidak ada yang mengetahuinya.


Gao Dong melakukan semuanya untuk melindungi Mo Yusan, dan Mo Yusan menganggap Gao Dong adalah musuhnya dan membuat dia bekerja keras untuk bertambah kuat.


Semuanya memiliki alasan yang tidak dapat di ungkapkan melalui kata-kata. Mungkin itulah yang membuat Gao Dong berbuat hal tersebut dan mempertaruhkan nyawanya untuk masa depan Mo Yusan.


Qin Chen yang melihat hal tersebut sedikit tersenyum, dia tanpa sadar tengah membelai rambutnya Chu Qincheng disampingnya. Namun Chu Qincheng tidak berbicara, dia diam dan membiarkan Qin Chen.


"Nah, suami ... Apa kamu akan melakukan apapun jika aku menghilang nantinya?" Tanya Chu Qincheng yang tanpa sadar membuat Qin Chen terdiam.


Qin Chen berpaling, melihat ke arah Chu Qincheng. "Aku tidak dapat kehilanganmu, jika kamu menghilang secara tiba-tiba, aku akan mencari dimanapun itu berada. Jika kamu di sergap oleh Surga, aku akan datang ke Surga menghakimi Surga menghakimi Dunia ini!" Qin Chen menunjukkan sisi Iblis Tiran yang kejam dan serius ke arah Chu Qincheng.


Niatnya dapat dirasakan, dan perasaannya mengalir ke Chu Qincheng. Chu Qincheng tersipu malu, tersenyum bahagia dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Qin Chen mengetahui hal tersebut, dia langsung memeluknya dan membiarkan Chu Qincheng bahagia di pelukannya. Sikap Ketua Sekte Eternal Heaven benar-benar random, ini membuat semua orang kebingungan.


Namun para murid telah memahami semuanya, karena setiap berlatih dengan mereka, mereka sering menunjukkan kemesraan yang berbeda dibandingkan pasangan sebelumnya.


"Gombal!" Chu Qincheng bersuara sembari memukul Qin Chen dengan lembut.


"Mungkin, pertandingan telah usai dan tinggal ke tahap terakhir. Kamu sudah siap? Jika belum, kamu dapat kembali ke Sekte bersama murid-murid, aku akan mengatasinya disini sendiri!"


"Hmph! Sekalipun aku belum siap, aku lebih kuat dibandingkan dirimu. Menyebalkan, aku bukan beban, tapi sesekali jadi beban tidak buruk." Chu Qincheng menggerutu dengan perkataan Qin Chen.


"Baik-baik ... "


Saat semuanya memperhatikan mereka, seolah Dunia ini milik mereka berdua disana. Mengabaikan Kaisar Immortal sebagai penguasa Dunia atas.


Cai Wewei mengumumkan pemenang babak terakhir. "Pemenang pertandingan kali ini, Mo Yusan dari Sekte Eternal Heaven!"


Prokk ... Prok ... Prok ...


Suara tepukan tangan begitu banyak, Cai Wewei tidak menduganya dan bahkan penonton sama halnya. "Tidak terduga, Sekte Eternal Heaven benar-benar meruntuhkan sejarah lama dan menjadi sejarah baru yang akan dikenang sepanjang masa. Seluruh pertandingan dimenangkan oleh Sekte Eternal Heaven!"


"Acara terakhir adalah penyerahan hadiah yang akan diterima oleh pemenang Turnamen. Kepada seluruh peserta pemenang untuk ke panggun dan menerima hadiah kalian!"


Setelah itu, seluruh murid Qin Chen berdiri di atas panggung dengan kebanggaan masing-masing. Sebagai Ketua Sekte, Qin Chen merasa senang mendapatkan mereka sebagai sumber promosi.


Mereka secara pribadi menerima hadiah yang telah di siapkan oleh pihak penyelenggara. Setelah itu, mereka mengucapkan terimakasih banyak kepada Qin Chen begitu keras dan membantu Qin Chen mempromosikan Sekte Eternal Heaven.


Qin Chen berdiri, melangkah kedepan dengan senyuman misterius. "Kalian benar-benar membuat Guru bangga. Tidak ada banyak kata yang perlu di ungkapkan disini, kalian dapat menikmati kemenangan ini dan Guru masih ada beberapa hal yang harus di urus. Selamat atas keberhasilan kalian semua."


Mereka terdiam dan para wanita tersedu-sedu menangis tidak menyangka akan memenangkan pertandingan ini dan mendapatkan kemuliaan begitu besar.


Guru mereka begitu baik, mereka menghormatinya seperti menghormati orang tua mereka.


"Keparat! Kau benar-benar menjengkelkan dibandingkan manusia rendahan! Karenamu, rencana yang telah lama aku rencanakan gagal!"


"Itu bukan salahku, itu salah kau sendiri karena begitu bodoh! Tidak perlu basa-basi, panggil orang-orangmu, aku akan membereskannya sekarang!"


Qin Chen menghilang dan menghantam Kaisar Immortal hingga terpental jauh ke belakang. Bangunan hancur berkeping-keping, dan menyisakan penonton yang tidak bergerak disana.


Chu Qincheng berdiri setelah Qin Chen membawa Kaisar Immortal pergi dari sana, karena dia akan mengurus bagian ini. "Karena suami sudah pergi, maka Pilar Kaisar maupun Sekte Besar, kalian berurusan denganku sekarang! Siapa kalian? Aku tidak peduli, kalian yang patas mati harus mati hari ini!"


"Sombong!" Tetua membentaknya, Chu Qincheng sedikit melirik kesamping dan dia langsung hancur menjadi gumpalan daging eceran.


"Jangan berbicara omong kosong jika tidak ingin mati. Sebelum itu, para murid Sekte Eternal Heaven dapat kembali, tempat ini akan menjadi Medan Perang. Jika kalian tetap ingin disini, menjauhlah dari tempat Ketua Sekte berada."


"Disekitarnya hanya ada kekacauan primal yang melenyapkan apapun tanpa pandang bulu. Apa kalian mengerti?"


"Mengerti Tetua Agung." Mereka melesat menjauh dari tempat tersebut dengan kecepatan tinggi, mereka bukan kabur melainkan akan menyelesaikan masalah-masalah kecil seperti menghadapi murid-murid Sekte Besar.


"Sekarang, tempat ini tidak peduli siapa yang hidup dan yang mati. Jika kalian ingin hidup, pergilah dan tinggalkan tempat ini."


Mereka berlarian keluar dari Podium, Chu Qincheng yang berdiri disana memandang semuanya dengan jijik. "Sekumpulan sampah rendahan, bersikap bak Dewa Tertinggi di hadapanku. Menjengkelkan!" Tanpa kata yang jelas, Chu Qincheng memporak-porandakan Podium dibawah dengan tangannya.


Seluruh Pilar Kaisar beterbangan dan para Ketua Sekte Besar bersamaan akan menghadapi Chu Qincheng. Keluarga Qin melesat mendekati Chu Qincheng dan berdiri di sampingnya.


"Nona Chu ... Apa yang harus kami lakukan sekarang?" Tanya Paman Zhou yang sekarang tengah mengkhianati Pilar Kaisar lainnya.


"Uruslah para cecunguk Pilar Kaisar, sisanya serahkan padaku. Aku tidak ingin ada penggangu di panggungku!"


"Baik!" Paman Zhou mengangkat tangannya. "Sekarang, era Kaisar akan berakhir, runtuhkan Pilar Kaisar dan Kaisar baru akan berjaya untuk selamanya!"


"Haaaaaa!" Seluruh keluarga Qin, mulai dari Tetua maupun pemuda dan pemudi beterbangan menyerang cecunguk Pilar Kaisar.


Chu Qincheng yang tengah melayang di atas sana melihat murid-murid Sekte bertarung di luar sana melawan murid-murid Sekte lainnya. Mereka tidak perlu dikhawatirkan, karena mereka cukup kuat melindungi diri.


"Suami mengurus Kaisar, aku akan mengurus disini dengan cepat lalu membantunya disana, karena khawatir. Walaupun dia menyebalkan, sering menjahiliku! Hmph! Menyebalkan, benar-benar menyebalkan!"


Dalam kekesalannya, Chu Qincheng mulai menyerang Ketua Sekte Besar di hadapannya. Paman Zhou tidak tahu apapun tentang perkataan Chu Qincheng, di hanya melesat menyerang mengikutinya.


Pertarungan besar di langit mengguncang Gunung dan Sungai. Banyak penonton yang kabur dari sana dan melihat dari kejauhan untuk menghindari dampak yang ada disekitarnya.


...


*Bersambung ...