Supreme King System

Supreme King System
Chapter 235 : Kebenaran Dunia II


Qin Chen mengambil plat tersebut yang berisikan kekuatan untuk mereset dunia kembali keawal dunia dimana Qin Chen akan menjadi satu-satunya kekuatan yang kuat dapat mengatur segalanya dengan kehendaknya.


Roh itu melihat Qin Chen dan mengatakan apa yang ia ingat sekarang. "Satu hal yang mungkin raja belum ketahui, bahwa kita semua ini hanyalah sebuah bentuk yang diciptakan oleh dia yang saya katakan sebelumnya. Dialah Pencipta Sejati yang dapat melakukan segalanya dengan kehendaknya."


"Jika seperti itu, lalu kekuatan reset ini? Yang kau maksud adalah, kita hanya dapat mereset dunia yang berada didalam naungannya, namun tidak dapat mereset dunianya."


"Seperti itulah, namun raja dapat melebihinya selama raja menemukan jalan melepaskan diri dari dunia ini. Namun sebelum sampai disana, raja masih memiliki banyak masalah dengan kejahatan ini."


"Ya, kau benar."


Roh itu meredup melihat seluruh dosa yang Qin Chen tanggung sendiri, ini membuatnya kagum sekaligus kasihan dengan apa yang mengikatnya sekarang. "Raja, apa raja tidak merasa terbebani oleh dosa-dosa yang raja tanggung. Karena itu, ribuan Dao mengutuk raja setiap detiknya, apa raja tidak merasa semuanya tidak adil!"


"Apa yang adil? Aku tidak merasakan semuanya, aku hanya merasakan kebahagiaan bersama dengan keluargaku. Keadilan bagiku hanya sebuah kiasan kata yang tidak dapat aku raih sendiri, dan ketidakadilan adalah kenyataan yang aku terima."


"Tapi!" Ia melihat mata Qin Chen yang serius dan kosong itu membuatnya tidak dapat membatahnya. "Sebagai raja, raja pantas mendapatkan keadilan dunia. Setelah semuanya usai, dia mengatakan bahwa raja akan mendapatkan keadilan yang setimpal dengan apa yang raja perbuat sekarang ini."


Qin Chen mengangguk kecil, ia masih memikirkan tentang Origin Tree yang mengikatnya.


'Sistem, apa Origin Tree adalah dia yang roh dewa raksasa maksud sekarang ini.'


[Benar tuan. Dia menemukan Origin Tree dalam bentuk manusianya, sementara tuan menemukan Origin Tree dalam bentuk aslinya yang merupakan akar segala sesuatu yang ada di dunia.]


"Begitu rupanya ... "


Roh itu bingung tiba-tiba meliriknya dengan bingung, karena Qin Chen bersuara secara tiba-tiba.


"Keadilan, mungkin aku telah menerimanya dan tidak menyadari hal tersebut sampai sekarang ini. Jika semuanya seperti ini, aku akan melakukan tugasku sebagai raja."


"Seperti yang raja katakan, saya akan memberikan segalanya membantu raja mencapai puncak dunia dan mengatur kembali dunia ini."


"Kalau begitu, jadilah bayanganku bersama Raja Roh Kuartet."


"Baik!"


Roh itu tersenyum puas sambil menyerahkan dirinya kepada Qin Chen yang secara pribadi masuk kedalam bayangan Qin Chen kedua selain Raja Roh Kuartet.


Setelah beberapa menit berlalu, ia duduk disana sendirian menikmati secangkir air surgawi keajaiban.


[Ding!]


[Selamat tuan, karena berhasil menyelesaikan Quest Utama : Kebenaran Dunia.]


[Selamat tuan, mendapatkan hadiah kebenaran dunia, secara otomatis akan masuk kedalam pikiran tuan.]


Pada saat itu, sebuah informasi yang penting masuk kedalam pikiran dan memuat semuanya kedalam memory ingatannya. Qin Chen hanya membeku dan merasakan sakit yang mengacak-acak pikirannya karena informasi itu terlalu berlebihan.


Setelah beberapa menit berlalu, sistem berhasil menyatukan seluruh kebenaran dunia kedalam ingatan Qin Chen sehingga Qin Chen dapat mengaksesnya secara menyeluruh.


"Aku rasa aku akan kembali, untuk sekarang sampai disini dulu."


Qin Chen melangkah dan melesat kembali ke penginapan karena ia butuh istirahat menetralkan pikirannya yang kacau sebelumnya untuk mendapatkan informasi penting-penting lainnya.


***


Didalam Penginapan


Semuanya tertulis seperti buku yang dapat diakses kapapun dimanapun, ia sambil menenangkan pikirannya agar tidak terganggu selama beberapa jam maupun satu hari penuhnya.


Paginya, ia terbangun dengan mata sayup melihat dunia mulai bergerak, pasukan revolusioner sudah mulai mendekati setelah mendapatkan informasi bahwa Qin Chen mengalahkan Dewa Raksasa sebelumnya.


Kapak sebelumnya dipersiapkan untuk mengalahkan Dewa Raksasa, namun mereka tidak mengetahui bahwa Qin Chen adalah kekuatan yang hebat dibandingkan kapak itu sendiri.


"Suami, apa sudah baikan sekarang? Semalaman kamu berkeringat dingin membuatku khawatir, apa sekarang kamu sudah baikan?"


"Terimakasih karena menjagaku, semalam aku menenangkan diri untuk dapat mengakses sesuatu. Sekarang, apa yang telah terjadi di dunia ini? Aku hanya melukai Dewa Raksasa agar dia mengundang para Dewa dari surga sehingga aku dapat menyelesaikannya."


"Setelah berita itu menyebar, pasukan revolusioner mulai bergerak menuju kota ini sehingga dalam 3 hari mereka akan datang dan mungkin terburuknya adalah peperangan besar-besaran dengan Istana Raksasa."


"Mereka telah bergerak? Baguslah, kamu sekarang dapat pergi untuk melihat-lihat apa yang aku katakan sebelumnya. Setelah itu, secepat mungkin untuk kembali ke penginapan karena dunia luar sudah tidak baik-baik saja."


"Humph! Kenapa kamu seperti mengusirku, aku yakin kamu menyembunyikan wanita lain secara diam-diam dan pada saat aku pergi kamu berdua-duaan dengannya didalam ruangan ini, ya kan!"


Qin Chen menggelengkan kepalanya. "Baiklah, aku akan pergi bersamamu agar kamu tidak curiga, kita bawa Qiyuan'er bersama sambil jalan-jalan, bagaimana?"


"Baik, itu lebih baik."


Chu Qincheng meminta Qiyuan'er untuk bersiap-siap karena mereka akan melakukan perjalanan sambil memata-matai kota ini sepenuhnya. Qin Chen menggelengkan kepalanya mendapatkan istri yang suka curigaan, namun itu lebih baik.


Setelah selesai, mereka melompat melewati gedung-gedung, Qiyuan'er, ia berada di bahu Qin Chen sambil melihat-lihat kota yang luas ini dengan matanya sendiri.


"Kemana kamu akan pergi, Qincheng?"


"Hmm ... Ke timur, mungkin disana ada tempat yang mungkin bisa diselamatkan saat perang nantinya. Mau itu sedikit dan banyak, selama dapat menyelamatkan mereka itu sudah cukup, bukan?"


"Ya, mereka yang pantas hidup akan hidup, yang mati akan tetap mati. Semuanya adalah takdir mereka, karena itu aku menyerahkan semua ini padamu, karena jika aku yang memilihnya, maka pilihanku adalah merusak takdir."


"Baik-baik, aku akan mengurus hal ini, karena aku sangat hebat dalam hal ini."


Mereka melesat ke timur mencari tahu siapa saja yang pantas untuk diselamatkan, Chu Qincheng sangat pandai sehingga ia dapat mengetahui siapa saja yang pantas sehingga memudahkan Qin Chen untuk mengurangi korban jiwa yang berlebihan.


Selama beberapa jam, mereka bertiga melompat diberbagai gedung menyembunyikan keberadaan mereka sambil menikmati kota bersama Qiyuan'er disampingnya.


"Sekarang kemana?"


"Utara, karena disana adalah tempat terakhir untuk dilihat, sebelumnya aku telah memberikan tanda sehingga bisa melakukannya secepat mungkin."


"Baguslah, lalu apa Qiyuan'er menikmatinya?"


"Tentu ayah, Qiyuan'er menikmatinya, bisa terbang kesana-kesini bersama ayah dan ibu mencoba menyelamatkan dunia. Ini benar-benar sangat hebat, Qiyuan'er kagum dengan kalian."


"Hahaha, bagus-bagus!"


Mereka melesat dengan kecepatan rata-rata di langit sampai ke utara.


...


*Bersambung ...