
Zi Long tidak berbicara sama sekali, dia masih memikirkan apa yang Qin Chen katakan sebelumnya. Karena sudah jelas, jika menolaknya maka kematian yang akan mendatanginya.
Jika menerimanya, maka hidupnya berada di tangan Qin Chen. Memikirkan hal tersebut membuat Zi Long melihatnya dengan serius kembali.
"Apa yang ingin anda lakukan jika saya menerimanya?" Tanya Zi Long.
"Tidak ada ... Aku hanya membutuhkan pasukan besar yang dipimpin olehmu. Karena ... " Qin Chen melihat ke langit, pandangan matanya tajam setajam pedang. "Tidak lama lagi Perang akan terjadi, aku membutuhkan pasukan besar untuk melawan orang itu."
"Surga!" Sahut Zi Long.
"Entahlah ... Apa dia berada di Surga atau tidak, yang jelas orang itu harus menghilang dari Dunia. Karenanya, Dunia dalam Kekacauan Besar. Jika hanya aku sendiri, aku tidak memiliki kekuatan untuk melawannya nanti."
"Begitu ... Baiklah, saya Zi Long Jenderal Pertama Definisi pertahanan, bersumpah pada Langit dan Bumi akan setia pada anda. Yang Mulia Raja Makam." Teriaknya dengan keras di atas sana.
Suaranya terdengar hingga ke telinga semua orang, Qin Chen puas. Dia mengibaskan tangannya kesamping memberikan sesuatu yang dapat membuatnya kembali hidup dibandingkan mati.
Walaupun itu adalah Seni Iblis Qin Chen, namun kegunaannya universal. Bisa melakukan apa saja, jika di mengkhianatinya, maka kematian yang akan menjemputnya.
Jika Zi Long setia, maka kutukan itu akan membantunya meningkat lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Aku telah memberikan kutukan, kutukan yang dapat membunuhmu kapanpun jika kau mengkhianatiku. Jika kau setia, kutukan itu akan membuatmu lebih kuat puluhan kali lipat dibandingkan sebelumnya." Jelas Qin Chen dengan padat.
"Baik!"
Setelah beberapa saat, Qin Chen melihat ke arah Xia Jingyi dan Xia Hongyi. Dia sedikit menggerakkan tangannya menyuruh mereka untuk mendekat.
Mereka berdua berlari ke arah Qin Chen, karena mereka di panggil. Qin Chen tersenyum, dia memanggil mereka karena akan pergi ke Reruntuhan Makam Kuno kedua, tempat Harta Makam berada.
Setibanya di dekat Qin Chen, mereka berdua sedikit kelelahan karena belum dapat terbang. Qin Chynna melihat hal tersebut tidak berbicara, dia menyentuh tangan kirinya bertahan dalam waktu lama.
Melihat adik kecilnya telah memiliki wanita cantik seperti mereka berdua, Qin Chynna seharusnya senang.
'Kenapa ... Kenapa adik berubah menjadi seperti ini ... ' Batinnya yang masih memikirkan perubahan Qin Chen.
Qin Chynna melihat Qin Chen memiliki wanita seperti mereka berdua. Namun hal yang tidak terduga terjadi, mereka mendekat Qin Chen sambil berbicara terengah-engah.
"Ha ... Ha ... Guru ... Apa yang ingin Guru bicarakan." Tanya Xia Hongyi yang kelelahan.
"Hahaha ... Maaf-maaf meminta kalian kesini, Guru akan masuk kedalam Makam Kuno. Karena itu, Guru memanggil kalian untuk ikut Guru. Karena di dalam mungkin ada emas yang banyak, dan bisa kita rampok." Balas Qin Chen.
"Harta ... Apa kami mendapatkan Harta juga?" Tanya Xia Hongyi yang sebenarnya sangat senang, namun dia tidak ingin menjadi gadis serahkan.
"Tentu, kalian akan dapat jika benar-benar ada harta di dalam sana. Namun, Guru akan memberikan kepada kalian satu-persatu, karena Harta Makam kemungkinan ada kekuatan Jahat seperti sebelumnya. Guru tidak ingin terjadi apapun pada kalian, jadi guru akan memurnikan semuanya." Jelas Qin Chen.
"Hehehe ... Baik Guru."
Qin Chen mengusap-usap kepalanya, dia sedikit melirik ke arah Qin Chynna. "Saudari ... Apa Saudari akan ikut? Jika benar ... Aku tidak akan melarangnya, tapi perlu diingat Makam Kuno penuh dengan kekuatan Jahat."
Mereka yang berada di sekitarnya terkejut, Saudari. "Gu– Guru ... Apa wanita itu saudari Guru?" Tanya Xia Hongyi yang terkejut mengetahui hal ini.
"Tidak ... Guru tidak pernah bilang kalau Dewi Pedang adalah Saudari Guru. Humph! Guru, tidak pernah bilang, padahal Dewi Pedang adalah idolaku." Xia Hongyi cemberut memalingkan wajahnya karena tidak diberitahu oleh Qin Chen.
"Begitu ... Kalau begitu, kesanalah dan kenalan. Guru tidak melarangnya, apa Saudari Guru mau menerima gadis kecil sepertimu atau tidak."
"Eh! Ja– Jadi ... Hongyi tidak dapat ... " Balasnya yang khawatir.
Tawa kecil di belakang Qin Chen terdengar, Qin Chynna tertawa melihat murid adik kecilnya memiliki sifat yang menarik. Qin Chynna melangkah kedepan, mendekati Qin Chen.
"Hahaha ... Aku tidak menduga bahwa kalian adalah Murid adikku, kalian sangat menarik dibandingkan yang aku kira." Ucapnya sambil tertawa kecil.
Xia Hongyi malu dan gugup melihatnya, dia telah lama mendengar tentang Dewi Pedang terkenal di Sekte Pedang Elemen. Di usianya yang masih muda, dia telah mencapai Ranah Kesengsaraan.
Sementara sekarang, dia berada di ranah Kaisar Puncak. Semakin tinggi ranah yang kalian sekarang, semakin sulit pula untuk menerobos.
Setiap tingkatan membutuhkan bahan-bahan tingkat tinggi maupun harta yang melimpah. Hal tersebut adalah halangan ataupun jalan yang harus mereka capai untuk menjadi Abadi di Dunia.
"Anu ... Anu ... Anu ... Senior Dewi ... A– Aku Xia Hongyi, murid kedua Guru." Ucapnya dengan gugup menjulurkan tangannya meminta salaman.
Qin Chynna bersalaman, dia tersenyum hangat pada Xia Hongyi. "Begitu ... Aku Qin Chynna, Saudari Guru Kalian." Balasnya.
Xia Hongyi ingin berteriak keras, namun ditahan. Untuk pertama kalinya, bagi dia dapat melihat idola nya berada di depannya dan bersalaman.
Dengan gugup melepaskan salaman tersebut, Xia Jingyi hanya menghela napasnya. Dia lebih mengidolakan Qin Chen, Guru mereka berdua, karena dari manapun, Qin Chen sempurna.
Sikapnya yang baik dan Jahat sangat harmonis, kekuatan kebaikan dan kejahatan. Di usia muda telah menjadi Santo. Orang Suci yang telah kebaikan di Dunia.
Sekalipun Qin Chen Jahat, kejahatan Qin Chen tercatat di kebaikan. Karena, Origin Tree menghapus Kejahatan Qin Chen dan menjadikannya kebaikan.
Origin Tree dapat melakukan segalanya yang dikehendakinya. Karena itu, dia ada dan karena itu dia tercipta.
Qin Chen sebagai penerus Origin Tree juga memiliki kekuatan hal tersebut, walaupun belum bangkit sepenuhnya. Karena persyaratan kebangkitan harus berada di Surga.
Sekarang, Qin Chen melihat mereka Xia Hongyi yang gugup ikut tertawa. "Hahaha ... Jangan membuang-buang waktu, Guru masih memiliki banyak pekerjaan. Hongyi dapat mengobrol saat menjelajah di Makam Kuno."
Sebelum jalan, Qin Chen melihat ke arah Tetua yang mengikuti Qin Chynna sebelumnya. Ada beberapa murid lainnya, termasuk pria dengan sifat buruk disana.
Pandangan Qin Chen sebelumnya kembali biasa saja, namun berubah tajam kembali. "Satu hal yang perlu kau ingat. Menyinggung saudariku, aku akan datang pada kalian membawa Kematian!" Ucap Qin Chen dengan keras penuh niat membunuh begitu pekat.
Auranya meledak-ledak di sekujur tubuhnya, memperingati orang-orang dari Sekte Pedang Elemen untuk tidak berbuat lebih kepada Qin Chynna.
Tercekik oleh Aura Qin Chen, mereka hampir mati. Qin Chen kembali menariknya setelah memberikan peringatan keras kepada orang-orang itu, jika mereka masih melakukannya.
Semuanya akan berakhir dengan Kematian!
...
*Bersambung ...