
Diatas panggung, Nyala Api para peserta bermunculan dengan bervariasi warna dan bentuk. Bahkan dapat dirasakan oleh penonton dan lainnya, bahwa di belakang punggung mereka terdapat Roh Api yang saling menatap satu sama lainnya.
Begitu mendominasi, karena Roh Api yang kuat akan menekan Roh Api yang lemah. Sementara yang lemah akan menciut dan menjadi buntang di pinggir panggung.
Mereka dapat menyaksikan keajaiban itu di atas panggung, dimana para peserta menunjukkan Roh Api mereka.
"Hahaha! Roh Api kalian semua benar-benar menjijikkan, sangat lemah! Lihatlah Roh Api milikku!" Pria itu dengan sombongnya mengeluarkan Roh Api miliknya.
Seketika, Roh Api peserta lainnya mulai menciut ketakutan saat merasakan Aura Dominasi dari Roh Api miliknya yang muncul membawa penindasan bagi Roh Api lainnya.
Bang
"Apa!" Seluruh penonton terkejut melihat Roh Api tersebut.
"Bukankah itu adalah Nyala Api Kelas Bumi Rank 1, Api Raja Sembilan Bentuk! Yang aku tahu, Nyala Api itu berada di bagian Barat Wilayah Reruntuhan Raja Kuno di masa lampau. Tidak menyangka, murid dari Sekte Besar Heavenly Sword mendapatkannya."
"Tunggu! Coba kau lihat satu peserta yang belum mengeluarkan Nyala Api. Apa dia tidak memiliki Nyala Api, cih! Dia memalukan jika tidak memiliki Nyala Api."
Saat mereka mengagumkan Murid Sekte Heavenly Sword, mereka juga mengutuk peserta yang merupakan murid Sekte Eternal Heaven.
Xu Dadao tersenyum tipis, dia mengikuti gaya Gurunya.
"Peraturan Murid Sekte Eternal Heaven, tidak boleh menyombongkan diri, karena di atas langit masih ada langit." Itulah yang Qin Chen katakan kepada seluruh murid.
Walaupun mereka tahu artinya, namun dengan sifat Guru yang sekarang. Itu hanya berlaku untuk pertama, atau awal Acara. Sedangkan selanjutnya, mereka dapat menyombongkan ketrampilan mereka di atas panggung!
"Tch! Murid Sekte Eternal Heaven benar-benar memalukan! Jika kau tidak memiliki Nyala Api, lebih kau menjauh dengan cara berguling! Kau membuang-buang Waktu berhargaku!"
Cai Wewei melihat ke arah peserta yang hanya diam.
"Ah! Maafkan aku, aku tidak berkonsentrasi dengan baik sebelumnya." Xu Dadao bersuara canggung kepada mereka, seolah dia tidak memiliki keberanian untuk mengeluarkan Nyala Api.
Mereka mencemooh Xu Dadao, namun Xu Dadao hanya tersenyum tipis, dia mengangkat tangannya dan perlahan partikel-partikel langit berputar membentuk badai di atas telapak tangannya.
Nyala Api dari berbagai peserta mulai merasakan keputusasaan mendalam dan secara signifikan redup karena ketakutan. Aura yang ganas menyebar di seluruh area membuat para Tetua Sekte dan Pilar Kaisar merasakan penindasan.
Mereka sontak berdiri!
Saat partikel itu berkumpul dan memadat menjadi Nyala Api, momentum Roh Api muncul di punggung Xu Dadao dengan napasnya menciptakan ketakutan bagi yang hidup di Dunia.
Itu adalah manifestasi dari Iblis Penelan langit.
"Ah! Maafkan aku, Nyala Api milikku memukul kalian!" Dengan suara yang terdengar kecil disertai senyuman menyeringai Xu Dadao.
Murid Sekte Heavenly Sword mengertak giginya, dalam sekejap mata dia mendapatkan penghinaan terbesar dalam seumur hidupnya.
Sementara Xu Dadao menatap tajam dengan mata biru memandang rendah kebawah!
"Tidak terduga, Murid Sekte Eternal Heaven memiliki Nyala Api Iblis Neraka Penelan Langit! Bahkan ini adalah Rank 1 di antara 21 Nyala Api di Kelas Langit!" Cai Wewei berteriak keras memeriahkan acara tersebut.
Mereka semua tercengang, bahkan ketua Sekte Besar menatap tajam ke arah Xu Dadao berada.
Sementara itu, pandangan Pilar Kaisar menuju ke arah Qin Chen yang menompang kakinya sembari menikmati secangkir wine yang entah dari mana muncul minuman tersebut.
"Suami ... Kamu cukup licik." Chu Qincheng tertawa kecil menutup matanya, dia hanya melihat kebodohan murid-murid dari Sekte Besar lainnya.
Di atas panggung, Cai Wewei lalu melanjutkan acaranya. "Kita telah menyaksikan Nyala Api terbaik kelas langit hari ini, maka pertandingan Alkemis di mulai!"
"Peserta pertandingan harus memurnikan Pil berkualitas tinggi dengan kesempurnaan terbaik masing-masing. Pil yang memiliki kualitas terbaik akan menjadi pemenang pertandingan."
"Secara resmi, pertandingan dimulai!"
Di atas panggung, Nyala Api membakar dan membara di setiap peserta. Mereka telah membakar Tungku dengan Nyala Api masing-masing dengan baik. Kontrol Api yang baik, bahkan tidak sedikitpun ada peserta yang kewalahan.
Walaupun begitu, pertandingan ini sangat menegangkan karena harus memurnikan Pil dengan kualitas terbaik agar memenangkan pertandingan sekarang.
Xu Dadao membakar tungku, dia melihat bahan-bahan yang berada di sampingnya.
"Rumput Naga kelopak tiga, mutiara langit, dan Bunga Tiga Sungai Kematian." Gumamnya yang sedang memikirkan Pil apa yang akan di murnikan sekarang.
Walaupun dia telah memilih bahan tersebut, namun nyatanya dia kebingungan mau memurnikan apa.
Mengingat pelajaran, ada banyak Pil Kelas Dewa yang di ajarkan Guru mereka. Sementara pelajaran terakhir, mereka memurnikan Pil Kelas Surga yang Guru mereka ajarkan. Walaupun begitu, di Paviliun terdapat banyak Variasi Pil yang dapat mereka pelajari.
"Benar ... Pil Dewa Sembilan Napas Tribulation Langit. Seharusnya ini adalah Pil Dewa yang dapat meningkatkan kekuatan yang memiliki atribut Petir." Gumamnya.
Dia memasukkan semua bahan kedalam Tungku. Semua orang melihatnya seolah dia adalah bodoh yang bawaan m karena apa? Karena memasuki semua bahan kedalam tungku secara bersamaan.
Namun, Xu Dadao hanya tersenyum tipis mengontrol Api di dalam tungku dengan sempurna. Banyak Tetua yang mengagumi kontrol api Xu Dadao, karena bakatnya benar-benar mengerikan.
Walaupun mereka belum tahu, Pil apa yang dimurnikan oleh Xu Dadao.
Setelah satu batang dupa berlalu, banyak murid-murid berhasil memurnikan Pil Kelas Bumi.
"Pil Roh Cakrawala!" Peserta yang sombong sebelumnya menunjukkan Pil kelas Bumi dengan kesempurnaan terbaik di antara terbaik.
Pil Roh Cakrawala sangat bermanfaat bagi kultivator di ranah Creation untuk menembus Ranah Half Way Immortal, dimana mereka akan membuka Pembatas antara Langit dan Bumi.
Semua penonton bersorak bertepuk tangan dengan meriah, sama halnya dengan Sekte yang dia ikuti. Mereka memberikan apresiasi dengan bangga.
"Hohoho ... Ketua Bi, sepertinya tahun ini anda memiliki murid yang berbakat dibandingkan tahun sebelumnya." Sahut Ketua Sekte di sebelahnya.
"Hahahaha ... Ketua Yi, apa anda menyindirku atau anda iri dengan bakat murid-murid Sekteku? Ayolah, murid yang anda miliki tidak buruk-buruk amat."
Mereka berdua beradu ejekan satu sama lain selama satu batang dupa berlalu. Sementara Sekte lainnya mengamati peserta yang berbakat untuk di undang menjadi murid mereka dan di latih.
Sementara Xu Dadao yang terakhir belum menunjukkan Pil buatannya, karena Pemurnian miliknya adalah Kelas Dewa, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memurnikan Pil terbaik.
...
*Bersambung ...