Supreme King System

Supreme King System
Chapter 137 : Turnamen (1)


Musim Semi, awal dari Musim Semi di Dunia Atas membuat bunga-bunga yang menutup membuka keindahannya. Seluruh hamparan rumput dan bunga, mereka bergoyang dengan iringan hembusan angin dari puncak gunung.


Awal Musim Semi membuat Ibukota begitu padat akan kunjungi orang-orang dari luar Wilayah maupun Kota.


Burung berterbangan membuka cakrawala baru di langit. Ikan koi berenang melompat Gunung dan Langit, mereka berfantasi.


Sementara di Sekte Eternal Heaven, para murid berkumpul di alun-alun Sekte. Di atas panggung terdapat Qin Chen, Chu Qincheng dan Zi Long tengah melihat api membakar tubuh murid Sekte.


Mereka bersemangat!


"Tidak buruk ... " Qin Chen bergumam, lalu melihat ke sekitar. Bunga bermekaran, ini adalah hari dimana hari terpenting baginya.


Qin Chen sedikit menghela napasnya, lalu Aura Penguasa muncul menyelimuti dirinya. Membalut menyerupai Nyala Api yang membakar langit. "Karena kalian telah berkumpul, maka aku akan langsung ke intinya."


"Inilah waktu yang telah kalian tunggu-tunggu! Penghinaan, cacian, cemoohan! Maupun apapun itu yang kalian dapat dahulu, sekarang! Kalian dapat menjungkirbalikkan seluruh penghinaan sebelumnya!"


Mereka diam, apa yang dikatakan oleh Guru mereka memang benar. Tidak ada keraguan maupun rasa benci, melainkan ada rasa yang ingin mereka keluarkan di Turnamen.


"Turnamen akan di adakan di Sword Mountain Valley! Tempat kuburan pedang di Gunung Pedang di Barat Ibukota."


Mereka membuka mata lebar-lebar, mendengar perkataan Guru mereka, mereka merasakan rasa bangga tersendiri.


"Bu- Bukankah itu adalah Lembah Gunung Pedang yang legendaris?! Konon katanya di sana merupakan Lembah yang mengubur ribuan Pedang di sepanjang Gunung! Para Master Pedang masa lampau yang berperang melawan bangsa Iblis Barat!"


"Tidak diragukan lagi, itu memang Lembah Gunung Pedang yang legendaris! Sangat sulit untuk kesana, hanya orang-orang kelas atas yang dapat melihat ribuan pedang tertancap di sepanjang dataran!"


Murid Sekte Eternal Heaven ribut karena mendengar bahwa tempat Turnamen di adakan di Lembah Gunung Pedang. Karena tempat itu adalah tempat yang legendaris di Benua Seribu Pedang.


"Karena kalian telah mengetahui tempat Turnamen. Maka Guru tua akan mengatakan hal lain, sekarang kita akan berangkat menggunakan Profound Ark untuk kesana!"


Qin Chen berbalik, lalu melihat Profound Ark di langit. Melesat diikuti oleh murid-murid yang sekarang berada di Ranah Immortal dalam satu bulan setengah di Sekte Eternal Heaven.


***


Sword Mountain Valley/Lembah Gunung Pedang.


Bagian Barat Ibukota Seribu Pedang, ratusan Profound Ark berlayar di langit yang hampa, melewati gunung-gunung dan sungai yang luas di wilayah tersebut.


Ribuan orang dibawah berjalan kaki maupun menggunakan kereta kuda, ribuan lainnya beterbangan di langit dengan kecepatan luar biasa.


Dibawah, Lembah Gunung Pedang tempat pemakaman pedang-pedang dari Master Pedang terdahulu begitu mengagumkan, ada ribuan bahkan puluhan ribu pedang tak berbentuk dengan manifestasi Aura yang ganas dan mencekam.


Orang luar maupun dalam berdatangan ke tempat Turnamen, dan Ibukota begitu padat akan pengunjung luar yang berdatangan. Bahkan pedagang kaki lima menghasilkan uang melimpah setiap menitnya.


Qin Chen dan lainnya tiba disana, melihat sembilan Gunung besar mengelilingi podium Turnamen yang begitu besar dan luas di tengah-tengah.


Disekitar podium, hanya ada bangunan-bangunan yang runtuh akibat pertarungan dahulu kala.


Sementara orang-orang penting telah berkumpul untuk naik ke tempat mereka masing-masing.


Qin Chen dan lainnya bersamaan turun kebawah, kedatangan Qin Chen membuat keributan di depan podium. Aura yang Qin Chen keluarkan mendominasi dibandingkan Sekte Besar lainnya, bahkan Kaisar Immortal itu sendiri.


Semua orang memalingkan wajahnya, merasakan Aura yang penuh Dominasi dan Penguasa.


"Siapa mereka? Aku tidak pernah melihat mereka selama ini, apa mereka dari kultivator tersembunyi di Benua?"


"Mungkin saja, yang jelas Aura mereka lebih mendominasi dibandingkan yang lainnya! Seolah mereka adalah Monster yang turun ke langit untuk menelan langit itu sendiri."


Mereka semua tidak salah, Aura Qin Chen memang tengah menginjak-injak langit! Bahkan mengejek Surga dan Bumi di bawah kakinya untuk di hancurkan!


Matanya memandang rendah, Qin Chen dengan dingin turun kebawah didampingi Chu Qincheng disampingnya.


Saat berada dibawah, mereka melewati orang-orang di sekitarnya, dan Sekte Besar lainnya tanpa sedikitpun menegur.


Saat berada di dalam podium, Qin Chen melirik kesamping. Tepatnya dimana Kaisar Immortal berada dengan sombong, bahkan seperti Dewa Dunia.


Dibelakangnya terdapat 3 Tetua dengan kekuatan besar. Bisa dirasakan bahwa mereka berada di Ranah True Immortal, sama seperti Qin Chen dan Chu Qincheng.


Qin Chen pergi ke tempatnya, dimana murid-muridnya duduk dibelakangnya, maupun berdiri disampingnya untuk melihat panggung Turnamen.


"Suami ... Apa kamu merasakannya?" Chu Qincheng melihat sekelilingnya tampak ada yang mengawasi mereka dibalik penonton di bangku penonton.


"Ya, beberapa orang bodoh melakukan hal bodoh. Namun tidak perlu khawatir, ini bukanlah masalah besar bagiku. Tetapi, mereka cukup menarik yang berada di barisan penonton dengan menyembunyikan keberadaan mereka."


"Benar ... Sekalipun di sembunyikan keberadaan mereka, itu sangat jelas bagiku merasakan bahwa mereka tengah menyembunyikan kekuatan."


Chu Qincheng tertawa kecil sembari mengeluarkan cemilan melalui celah langit yang tercipta di sampingnya. Dia mengeluarkan beberapa cemilan untuk menemaninya menonton pertandingan.


Tidak lama setelah itu, wanita muda naik ke atas panggung dengan gaun merah, cantik dan manis.


Seluruh penonton ribut melihat kecantikan di atas panggung. Sementara Chu Qincheng mencubit pinggang Qin Chen, karena mata Qin Chen melihat wanita disana, padahalan disampingnya ada kecantikan yang lebih unggul dari hal apapun.


Mencubit!


"Humph! Menyebalkan! Benar-benar menyebalkan!"


Qin Chen tertawa canggung, dia melihat Chu Qincheng lalu mencubit pipinya dengan lembut agar tidak marah.


"Perhatian semuanya ... " Mereka berhenti bersuara saat wanita itu di panggung. "Saya Cai Wewei, selaku moderator di acara kali ini. Awal Musim Semi, Turnamen yang di adakan 10 Tahun sekali akan di mulai!"


"Sebelum memulai Acara Turnamen, saya akan memberitahu peraturan yang akan digunakan. Pertandingan pertama adalah Alkemis, dimana setiap peserta akan memurnikan Pil yang ditentukan panitia."


"Aturan Pertama, tidak boleh melakukan kecurangan. Jika kedapatan melakukan pelanggaran, maka akan didiskualifikasi dari Turnamen."


"Kedua, tidak boleh menggunakan Harta simpanan. Seperti penambah stamina, dan lain sebagainya. Karena kalian telah mengetahui aturan yang singkat ini, maka Acara Turnamen di mulai!"


Seluruh penonton bersorak bertepuk tangan dengan meriah, ada banyak kemeriahan dimana-mana. Bahkan pedagang Lolipop di depan pintu masuk podium ikut bersorak.


Cai Wewei mundur beberapa langkah kebelakang, dan dari sisi lain terlihat peserta mulai naik ke atas panggung.


Qin Chen tersenyum, dia memilih Murid bernama, Xu Dadao. Murid berbakat dalam bidang Alkemis, Qin Chen puas dengan perkembangannya.


Xu Dadao yang berada di panggung melihat ke arah Qin Chen. Dia lalu membungkuk memberikan hormat kepada Qin Chen sekaligus memberikan isyarat bahwa dia akan memenangkan Turnamen.


Semua orang melihat Pemuda itu membungkuk kepada Pemuda di atas sana.


Ditempat lainnya, dua Pria bertubuh besar mengangkat lemari yang penuh dengan bahan-bahan untuk memurnikan Pil.


Didepan setiap peserta telah terdapat Tungku Alkemis yang sudah d sediakan oleh Pihak Penyelenggara. Dimana setiap Tungku Alkemis adalah Harta Kelas Bumi.


"Disisi lain kalian terdapat lemari yang telah disediakan bahan-bahan memurnikan Pil oleh Pihak Penyelenggara. Para peserta dapat mengambilnya."


"Namun sebelum itu, kalian akan memasuki babak dimana untuk menunjukkan Nyala Api masing-masing untuk memastikan bahwa Nyala Api peserta dapat digunakan untuk memurnikan Pil."


Untungnya, Qin Chen telah memberikan Nyala Api kepada masing-masing muridnya. Walaupun harus membakar Poin Sistem miliknya.


Walaupun Nyala Api mereka di Kelas Langit. Namun itu adalah Rank Pertama hingga ke Sepuluh di Kelas Langit.


Sementara di Benua ini, mungkin hanya ada satu kelas Langit di urutan 11 hingga 21.


Banyak peserta yang menunjukkan kesombongan masing-masing Nyala Api. Karena mereka memiliki Nyala Api Kelas Bumi yang berada di urutan terbaik di antara Kelas Bumi.


Sementara urutan Nyala Api di Dunia ini dibagi menjadi 4 kelas; Bumi, Langit, Surga, dan Ilahi. Ada Rank yang menentukan seberapa hebat Nyala Api, dan itu dibagi menjadi 21 Rank.


Rank 1 adalah Nyala Api terbaik dan sekaligus terhebat di jajaran Nyala Api lainnya. Sedangkan Qin Chen, dia memiliki Nyala Api Kelas Surga, Rank 9.


Menyebalkan, nanti aku akan cari Nyala Api Kelas Ilahi! Kelas terbaik, rank 1!


Walaupun begitu, masing-masing Nyala Api memiliki macam-macam kegunaan, dan itu masih misteri karena Jumlah Nyala Api begitu banyak dan tersebar di Dunia.


...


*Bersambung ...