Supreme King System

Supreme King System
Chapter 230 : Menuju Istana Raksasa


Paginya


Selama dua hari ini tidak ada musuh-musuh yang berdatangan ketempat Qin Chen meski keberadaannya telah diketahui oleh banyak orang-orang. Nyatanya, Jendral sebelumnya mendapatkan banyak informasi tentang pembelot di Istana sehingga memudahkan Qin Chen untuk masuk ke wilayah kekuasaan Dewa Raksasa.


Informasi keberadaan Qin Chen memang telah menyebar dan banyak dari mereka bersiap-siap menangkapnya. Namun mereka berhenti karena mendengar bahwa Qin Chen memiliki kekuatan hebat yang kuat sehingga membutuhkan waktu untuk membentuk aliansi sepuluh ribu Sekte menghadapi Qin Chen.


Sekarang, Qin Chen dan Chu Qincheng berada ditempat sebelumnya tengah mengajari Qiyuan'er. Bahkan ia memberikan cara bagaimana melawan musuh yang kuat diatasnya saat keadaan genting, kemampuan tersebut dinamakan Perpindahan Dunia.


Ada dua hal yang akan mereka dapatkan, dapat berpindah tempat dari tempat satu ketempat lainnya dalam waktu singkat. Kedua, mereka dapat menggunakan kekuatan asal muasal Qin Chen untuk menghadapi musuh-musuh yang kuat.


Kemampuan itu ia kembangkan semalam, karena kemampuan itu dapat membantu Chu Qincheng, maupun Qiyuan'er saat menghadapi musuh kuat kedepannya. Dengan menggunakan kekuatan Qin Chen, mereka dapat mengalahkan musuh kuat.


Hiya! Hiya!


Qiyuan'er mengayunkan pedangnya kedepan membuat batu besar dihadapan membekas. Pedang miliknya diberikan oleh Chu Qincheng, karena Chu Qincheng memiliki harta lebih banyak dibandingkan Qin Chen sehingga senjata kelas Dewa maupun Surga ia miliki lebih banyak.


"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!"


Swoosh!


Seketika batu dihadapannya terbelah menjadi dua bagian dengan awan di langit ikut terbelah membentang luas. Daratan dihadapannya dipisahkan menjadi dua daratan, Qin Chen dan Chu Qincheng tercengang melihatnya.


"Ha! Dia mengikuti jejak ayahnya yang seorang Monster!" Gumam Chu Qincheng mengedipkan matanya melihat Qin Chen.


"Bagaimanapun dia itu putriku, meski tidak memiliki garis darah keluarga Qin, namun ketrampilanku dapat ia pahami diusia dini dengan kekuatan besar."


"Humph! Dia juga putriku, jangan lupa kalau kamu punya istri!"


"Baik-baik."


Mereka berdua duduk disana melihat perkembangan latihan Qiyuan'er. Setelah itu mereka bertiga bermain hingga larut malam lagi sampai-sampai lupa bahwa ada banyak musuh yang menantikan mereka berdua.


***


Malamnya


Qin Chen, Chu Qincheng dan Jendral berada di dalam ruangan tengah membicarakan tentang orang-orang yang membuat aliansi untuk memburunya. Didalam ruangan, mereka bertiga berdebat kecil tentang siapa yang memulai duluan.


"Bagaimana menurutmu, Qincheng? Tentang masalahku sekarang ini? Bukankah sangat menarik untuk dibahas ataupun di selesaikan, karena ada banyak Poin yang akan di peroleh sekarang ini. Pertama, keberadaanku akan ditakutin dunia. Kedua, orang-orang akan mengetahui bahwa aku ada disini."


"Memang menarik, aku akui itu. Tapi kamu salah satu hal. Kamu tidak menyadari bahwa hal ini akan menyebabkan banyak kekacauan di dunia. Termasuk surga dan neraka, keberadaanmu begitu kuat sehingga tidak ada satupun Pencipta berani menantangmu di Perang Suci."


"Benar, aku belum masuk perang suci akhir-akhir ini. Kapan-kapan aku akan masuk kedalam perang suci dan merebut peringkat pertama disana agar surga dan neraka bersiap-siap atas kedatanganku di surga sebentar lagi."


"Benar-benar, mereka harus bersiap-siap agar tidak mengecewakanmu. Aku ingin melihat reaksi surga saat melihat kedatanganmu di surga."


"Maaf menyela Kaisar, lalu bagaimana dengan masalah ini? Apa yang perlu saya lakukan untuk membereskan mereka semua."


"Jangan, mereka itu Poin yang penting bagiku. Aku ingin melihat mereka berkumpul satu tempat dimana mereka akan menjadi saksi kematian Dewa Raksasa dan sekaligus kuburan mereka, karena tidak ada orang yang baik disana."


"Kamu benar."


"Jendral, malam ini carilah informasi tentang Istana lebih rinci lagi dari orang-orang. Aku membutuhkan lebih, dengan begitu saat berada di Istana Raksasa, aku memiliki informasi yang cukup untuk membuat orang-orang itu berlutut."


"Baik Kaisar, saya akan kembali mencari informasi."


"Pergilah."


Jendral menghilang dari ruangan meninggalkan Qin Chen untuk mencari informasi lagi. Tugasnya selama ini hanya mencari informasi dan melindungi Qin Chen, ia tidak melakukan hal lain selain hal tersebut.


"Lalu? Apa kita akan lewat jalan belakang? Tapi tanda ini, aku pernah sekali melihatnya di dunia rendah, ini adalah tanda rumah perbudakan yang membuat macam-macam ras menjadi budak bagi yang kuat."


"Kamu benar, aku sedikit tertegun melihat tanda ini pada awalnya. Sebelum perang dimulai, aku akan mengevakuasi orang-orang yang pantas untuk dilindungi, lalu membiarkan yang lainnya mengetahui bahwa mereka telah salah memilih jalan mereka."


"Baiklah, aku akan melakukan evakuasi pada saat itu dengan kemampuanku. Kamu dapat melakukan tugasmu memimpin mereka kedalam jalanmu, untuk sekarang aku ingin mendengar rencanamu."


"Pertama, saat berada di istana, aku akan melakukan evaluasi terhadap kehidupan disana mencari tahu tentang mereka. Kedua, menandai tempat-tempat yang tidak dihancurkan karena alasan tertentu. Ketiga, menciptakan sebuah momentum untuk membuat mereka bergerak terlebih dahulu memangil bantuan dari surga. Keempat, ini adalah yang terpenting, aku ingin menguji sendiri tentang Dewa Raksasa."


Chu Qincheng hanya diam mendengarnya, ia tidak memutuskan pembicaraan ini sampai ia berbicara kembali. "Lalu, bagaimana dengan tangga surga?"


"Tentang itu, mungkin karena aku kehilangan ingatan lamaku, aku mendapatkan ingatan tentang cara menggunakan tangga surga sehingga tidak perlu dikhawatirkan, untuk sekarang khawatirkan tentang siapa dan bagaimana cara memisahkan dua kubu dalam satu waktu dengan kepercayaan masing-masing."


"Baiklah, aku akan memikirkan hal tersebut."


Chu Qincheng duduk memikirkan rencananya sendiri, sementara Qin Chen memandangi langit malam dengan mata redup. Ia tidak melihat sebuah kehidupan yang harmonis didepan matanya, karena aura hitam pekat seperti tinta berada di depan matanya tengah menunggunya datang.


Perasaan itu membuat Qin Chen tidak berbicara, ia tidak tahu apa yang mereka rencanakan dan niat mereka sebenarnya. Namun semua bukti bahwa keberadaannya membahayakan dunia, karena mereka tidak membutuhkan orang seperti Qin Chen untuk memimpin dunia ini.


'Beberapa kali aku mengingat kenangan lama, meski samar-samar itu semua sangat jelas untuk dilihat.'


[Tuan, sistem memiliki beberapa informasi tentang penguasa benua ini. Setelah melakukan pencarian terhadap Dewa Raksasa, sistem menemukan sebuah keanehan.]


'Apa itu, sistem?'


[Dewa Raksasa merupakan anak dari dua Dewa dari surga dimana ia mempunyai tugas untuk menguasai Dunia Atas ini sebagai bentuk Kesempurnaan Dewa.]


[Intinya, dengan adanya penguasa dari keturunan Dewa, maka akan tercipta kepimpinan baik. Namun nyatanya, Dewa Raksasa memiliki kelainan pada Jiwa miliknya, dimana seolah ia memiliki dua jiwa yang berbeda dalam satu tubuh.]


'Apa maksudmu? Tunggu!'


Qin Chen membeku dan memiliki beberapa alibi yang sangat mungkin. Bagaimanapun benua ini pernah ditaklukkan oleh Kaisar Iblis terdahulu, dan bagaimana bisa Dewa Raksasa tiba-tiba menyerang setelah kematian Kaisar Iblis, karena orang yang bisa membunuh Kaisar Iblis tentunya memiliki kekuatan sangat hebat.


Memikirkan hal tersebut membuat Qin Chen mencurigai satu hal.


'Apa mungkin, Jiwa aslinya Dewa Raksasa tersegel ditempat yang tidak diketahui, dan Jiwa yang sekarang adalah orang lain!'


[Ding!]


[Jawaban tuan adalah benar, bentuk Jiwa Dewa Raksasa sekarang adalah orang lain, dimana Jiwa aslinya berada di ruang hampa didalam dirinya tengah tersegel.]


'Berikan aku satu pernyataan, sistem.'


[Ding!]


[Quest Utama!]


[Misi : Selamatkan Jiwa Dewa Raksasa dan temukan kebenaran dunia.]


[Hadiah : Terungkapnya kebenaran dunia!]


[Gagal : Dunia akan kembali kacau sekali lagi, kekuatan jahat akan mengelapkan dunia. Seluruh kehidupan akan mati dan seluruh cahaya akan redup, dunia akan kehilangan harapan. Jadilah satu-satunya cahaya di langit yang gelap dengan menopang kejahatan dunia sendirian.]


...


*Bersambung ...