
"Kalian benar-benar orang yang sama seperti sebelumnya, selalu memikirkan satu hal dibandingkan memikirkan keselamatan. Benar-benar orang yang ceroboh, pantas saja penguasanya seperti ini."
Qin Chen masuk kedalam kediaman dimana altar besar berada dibawah kakinya, ia melihat reaksi altar yang besar membuatnya menyadari sesuatu tentang pegerakan tersebut.
"Altar ini, seperti Altar Pengorbanan? Jika memang benar, seharusnya ada orang yang berada disini untuk mengaktifkan altar sekarang ini."
Ia menoleh kesamping mencari tahu dan melihat seseorang dibawah sana tengah duduk menahan Altar tersebut. Qin Chen tiba-tiba muncul di belakangnya dan menariknya kedalam genggaman tangannya.
"Siapa yang mengutusmu?"
"Si- Siapa kau!"
"Siapa yang mengutusmu, aku ingin tahu itu. Jika kau ingin hidup, beritahu aku siapa yang mengutusmu. Jika tidak, kau tahu sendiri apa yang akan terjadi."
"Baik-baik!"
Qin Chen menurunkannya dan orang itu gemeteran melihat Qin Chen. "Aku diperintahkan oleh penguasa kota untuk menahan penyusup yang datang ketempat ini, karena itu aku menggunakan kekuatan altar untuk menggerakkan kekuatan hebat."
"Begitu rupanya, lalu dimana keberadaan penguasa kota sekarang? Jika kau mengatakannya, aku akan membiarkanmu hidup di dunia ini."
"Penguasa kota berada di puncak gunung naga, beliau berada disana tengah duduk di tahta menunggu musuh kuat yang mencoba menghentikannya."
"Puncak gunung naga?" Ia sedikit memiringkan kepalanya mendengar hal tersebut.
"Benar, puncak gunung naga adalah tempat penguasa berada, karena disana ia adalah Dewa yang mengatur aturan kota ini dan hukumnya. Layaknya mahkluk ilahi yang memiliki kekuatan absolute."
"Baiklah, terimakasih atas informasinya, kau dapat kembali. Jangan pernah kembali, saat aku melihatmu kembali, aku tidak akan segan-segan menghukummu."
Qin Chen melesat ke puncak gunung naga yang berada di hadapannya, ia meninggalkan bocah sebelumnya di belakang karena bocah sebelumnya tidak salah, karena ia dipaksa untuk melaksanakan perintah penguasa kota.
***
Puncak gunung naga
Diatas puncak, ia berdiri dimana melihat penguasa kota duduk ditahtanya dengan angkuh melihat Qin Chen dibawah sana, ia memandangnya seperti melihat seekor amoba yang tidak berarti.
"Penguasa kota, bukankah kau begitu angkuhnya dengan kekuatan seperti itu? Bahkan para Dewa akan berlutut melihatku berdiri disini, sebagai salah satu bidak dewa, seharusnya kau berlutut!"
Boom!
Pada saat itu, kepalanya dihantam langsung ke lantai hingga meledak membuat getaran hebat di sepanjang daratan, Qin Chen melayang ke langit melihatnya dengan mata merah darah yang begitu cerah.
"Apa kau sudah sadar sekarang? Hanya bidak dewa tanpa jiwa, kau hanya raga kosong yang dikendalikan oleh para dewa sebagai pion didalam dunia catur ini!"
Nyatanya, Qin Chen adalah Raja yang mengatur Mentri dan pasukan lainnya layaknya seorang profesional ataupun Dewa Catur yang menguasai teknik-teknik penyerangan yang sangat efektif terhadap startegi musuh.
Qin Chen dengan angkuhnya melihat orang yang sombong, ia ingin menundukkan kesombongan dengan kesombongan agar orang itu menyadari bahwa diatasnya masih ada langit yang tak terhitung jumlahnya.
"Sekarang, apa kau tahu siapa raja yang sebenarnya? Sebagai bidak dewa, kau seharusnya tahu siapa aku! Kenapa kau mempersulitku untuk membalaskan dendamku!"
"Hahaha ... Meski kau raja, aku tidak peduli itu, karena aku akan melahap kemampuanmu dan menjadi satu-satunya raja di dunia ini dengan sepenuhnya mengendalikan dunia dan aturannya!"
"Huh!" Qin Chen menambahkan tekanan kepadanya hingga tersungkur ke tanah lagi dengan keras, Qin Chen melihatnya dengan seperti itu berulang-ulang hingga seribu kali berlalu.
Boom! Boom! Boom!
Ledakan-ledakan membentuk lubang besar di puncak gunung, Qin Chen tidak berhenti disana karena ia masih mencoba menghukumnya dengan serius sehingga tidak ada lagi tempat yang menghentikan Qin Chen sekarang ini disana.
"Berhenti! Aku bilang berhenti!"
"Apa kau pikir aku sangat naif? Tentunya kau salah, karena aku tidak akan melepaskanmu setelah apa yang kau lakukan pada kami warga biasa!"
Qin Chen menariknya dan ia memberontak dan melawan Qin Chen hingga lepas dari genggaman tangan Qin Chen. Ia mengayunkan pedangnya membentuk serangan yang bertubi-tubi dimana ia mencoba memotong-motong tubuh Qin Chen dengan ribuan tebasan pedang.
Ia hanya berdiri dan melihat serangan tersebut tidak berefek satu sama lainnya. Tubuhnya seperti menghindari serangan tersebut dengan kecepatan melebihi cahaya sehingga gerakannya tidak terlihat oleh apapun dan siapapun.
"Bagaimana mungkin! Apa kau seorang Dewa dari Surga! Jawab aku!"
"Apa untungnya? Aku hanya Raja, Qin Chen! Siapa aku sebenarnya, bagaimana jika kau bertanya langsung pada Dewa Neraka di dunia bawah."
Ia mengarahkan pukulannya dengan keras menghantam wajahnya disana hingga terlempar jauh kebelakang meledakan gunung dan sungai.
Penguasa kota bergerak menyerang Qin Chen dan terhenti oleh tangannya yang menghalangi serangannya. Ia membuka matanya dengan tercengang melihat kekuatan fisiknya melebihi Kaisar Dewa Immortal (Puncak).
'Tidak mungkin! Apa dia True God! Tapi bagaimana bisa! Tangga surga baru dikabarkan terbuka, bagaimana bisa orang dari surga sudah berada di sini!'
Qin Chen melihat reaksinya dengan cepat muncul dihadapannya dan menariknya kedalam genggaman tangannya. "Terimalah ini sebagai hukuman pertamamu!" Ia langsung melemparnya ke langit dan saat ia terjatuh kebawah, Qin Chen menendangnya semakin kebawah dengan keras.
Swushh!
Boom! Boom! Boom!
Puncak gunung naga bergetar hebat dengan ledakan-ledakan besar mengguncang kota, sungai meluap dan orang-orang di kota panik merasakan gempa bumi yang menandakan akhir dunia.
Sementara itu, Qin Chen dan penguasa kota bertarung dipuncak gunung naga dengan kekuatan masing-masing, Qin Chen menang dengan mudah namun ia menghukumnya sebelum kembali ke Neraka!
[Ding!]
[Selamat tuan, karena berhasil membunuh Kaisar Dewa Immortal (Puncak). Memperoleh; 1 Septiliun Exp + 1 Septiliun Poin Sistem.]
Setelah mengalahkan kaisar dewa Immortal (puncak) Qin Chen berada di langit dengan tangannya mengibaskannya kesamping membersihkan kekacauan yang ia perbuat sekarang ini.
"Sistem, bagaimana sekarang ini?"
[Tuan tetap seperti biasa, pendirian tuan benar-benar sulit ditebak meski sudah berjalan di Jalan Raja!.]
"Kau benar, aku memang benar-benar aneh. Tapi, ini pertama kalinya aku mendapatkan Poin Sistem yang banyak, apa kau bisa meningkatkan Sistem lagi.]
[Meningkatkan sistem.]
[Ya/Tidak.]
"Ya, tingkatan kekuatanmu."
[Ding!]
[Memulai proses peningkatan sistem, sistem akan off selama 24 Jam.]
Setelah mengatakan hal tersebut, Qin Chen tersenyum puas akan hal ini karena sistem akan meningkat lagi setelah ia mendapatkan banyak Poin Sistem yang cukup untuk meningkatkan versi selanjutnya.
Ia kembali melesat melewati tempat sebelumnya kembali setelah 12 jam lamanya diluar. Meski terlihat sebentar, nyatanya ia pergi sudah setengah hari sendirian.
Qin Chen memikirkan tentang kota terkahir dimana perjalanan ini terasa hambar karena kekuatan di daratan ini berada satu tingkat dibawahnya. Meski, Dewa Raksasa benar-benar sosok yang hebat nantinya.
Saat Qin Chen berada di dekat dengan kediaman, Chu Qincheng dan Qiyuan'er telah menunggu kepulangannya di luar pintu sambil membawa beberapa mainan dari kota.
"Selamat datang kembali."
"Ya."
...
*Bersambung ...