Supreme King System

Supreme King System
Chapter 49 : Mengubah pandangan


Pagi harinya


Setelah fajar menyingsing, Qin Chen berada di ruangan. Dimana Pak Tua Gong, Kepala keluarga Xia, dan para Tetua berada di dalam satu tempat.


Dibelakang kelapa keluarga, si kembar berdiri dengan malu-malu melihat Qin Chen. Mereka tidak dapat tidur karena memikirkan Qin Chen, Qin Chen seperti telah menjadi idola mereka berdua.


Bahkan, Ayah mereka sampai mengerutkan keningnya. Dia melihat kedua putrinya seakan di cuci otak oleh Qin Chen.


"Apa yang membuat Pak Tua Gong memanggil ke ruangan ini? Jika dilihat, ada para Tetua keluarga berkumpul." Ucap Qin Chen bertanya kepada Pak Tua Gong.


"Hahaha ... Tuan, mereka semua berkumpul untuk melihat anda. Setelah apa yang saya ceritakan tentang anda, mereka penasaran. Sekaligus, saya ada berita penting untuk anda." Balasnya dengan penuh rasa hormat.


"Hoho ... Berita penting? Ini lebih menarik dibandingkan melihatku dengan tatapan mengawasi dan menganalisa kekuatanku." Qin Chen memperhatikan mereka semua dengan tatapan tajam.


Sontak, mereka mendapatkan Niat Membunuh mengerikan. Pak Tua Gong menelan ludahnya, tidak berkutik melihat pegerakan Qin Chen. "Seharusnya cukup ... Kalian tidak pantas menilai kekuatanku sebelum kalian menjadi Immortal!" Ungkapnya dengan nada dingin disertai niat membunuh.


Di pandangan mereka, di belakang Qin Chen muncul sosok hitam dengan pakaian serba hitam menutupi sekujur tubuhnya dan hanya memperlihatkan setengah wajahnya.


Sosok itu melihat mereka dengan tajam, membawa kematian di sekitarnya. Niatnya begitu jelas, sampai-sampai mereka kehilangan kesadaran dan Jiwa mereka terganggu.


Qin Chen menghentikan hal tersebut dengan cepat, karena si kembar belum melatih mental mereka. Mereka dapat saja syok, dan mengalami depresi berat.


"Ha ... " Qin Chen menghela napasnya. "Lanjutkan Pak Tua Gong, apa yang ingin anda sampaikan. Saya sangat penasaran ... Apa ini berhubungan dengan Tanah Makam?"


"Ah! Benar-benar ... " Pak Tua Gong membalasnya dengan terburu-buru. "Jika di amati dengan baik dalam beberapa hari yang lalu. Tanah Makam Kuno akan terbuka besok." Jelasnya kepada Qin Chen.


"Oh!" Qin Chen menyentuh dagunya. "Besok? Tanah Makam Kuno ... Disana ada banyak kultivator dari berbagai kalangan. Harta Makam ... Kemungkinan ada banyak Iblis yang menjaganya, ini sangat membantu bagi si kembar melatih kekuatan mental." Ucap Qin Chen.


Saat mendengar penjelasan Qin Chen, banyak orang-orang di dalam terkejut. Bahkan Pak Tua Gong terkejut mendengarnya. "Jika itu yang terbaik bagi kembar ... Aku serahkan pada Tuan untuk melatihnya."


"Ya ... Mereka akan aku ajarkan cara–" Qin Chen tersenyum tipis dengan tatapan sedikit tertutup. "Membunuh."


Satu kata terakhir Qin Chen mengertak semua orang di dalam sana. Si kembar mendengarnya, mereka sedikit gugup dan gemetar saat mendengar perkataan guru mereka.


Kepala Keluarga Xia mendengar hal tersebut tentunya tidak terima. Sekalipun putrinya menjadi kultivator, melakukan pembunuh di usia mereka 15 tahun, ini menyiksa mereka.


"Tidak!" Teriak kepala keluarga Xia berteriak keras di dalam ruangan. Pak Tua Gong terkejut, dia ingin menamparnya karena berani berteriak di depan sosok yang tidak dapat mereka singgung.


"Tuan ... Bukankah ini terlalu cepat, mereka baru berusia 15 tahun lebih. Hal seperti tidak mungkin, ditambah lagi dengan mereka adalah gadis kecil." Ucapnya dengan tergesa-gesa menghentikan niat Qin Chen.


Qin Chen tersenyum lalu tertawa. "Hahahaha ... " Tawanya menggelegar di dalam ruangan, semua orang dapat mendengar terkecuali penjaga gerbang Utama. "Kau benar ... Ini terlalu cepat untuk mereka. Namun kau salah dalam beberapa hal."


"A– Apa itu ... " Tanyanya yang gugup atas perkataan Qin Chen.


Qin Chen mengambil secangkir minuman yang disediakan, Qin Chen lalu menumpahkannya kebawah. Jatuh mengalir kebawah begitu lurus tanpa ada yang dapat menghentikannya.


Mereka semua melihat tindakan Qin Chen, mengamatinya dengan baik. Saat air itu mengenai lantai, air berpencar seperti pecahan kaca yang jatuh.


"Air yang jatuh ke bawah." Balas salah satu tetua disana.


"Bukan itu maksudku ... Aku bertanya, apa yang kalian lihat dari air ini." Tanya Qin Chen sekali lagi.


"Air yang mengalir kebawah tanpa halangan, saat mengenai lantai. Air itu pecah berkeping-keping dan menyebar di sega tempat. Apa saya benar, Guru." Sahut Xia Jingyi dengan sedikit membungkuk kepada Qin Chen.


Qin Chen tersenyum puas, jawabannya sedikit benar. "Bagus Jingyi ... Kamu benar. Air ini mengalir kebawah tanpa halangan hingga mengenai lantai, air ini menyebar. Sama seperti kehidupan, sekalipun hidup seperti air yang mengalir, pada akhirnya akan bertemu dengan halangan."


"Dunia ini dalam kekacauan, hukum rimba, aturan yang berkuasa, kekuatan jahat dan lain sebagainya. Mereka adalah halangan hidup di Dunia ini. Tidak ada hidup yang mengalir hingga akhir, semuanya akan terhalang oleh sesuatu."


"Intinya ... Sebelum penghalang itu muncul, mental mereka harus di asah untuk menerima kenyataan bahwa Dunia ini memiliki hukum sendiri, kuat memangsa yang lemah, dan yang lemah menjadi budak yang kuat!"


"Jika mereka berdua menjadi baik, mereka akan dibodohi oleh yang kuat. Mereka harus belajar menjadi jahat, Dunia ini kejam, usia tidak menjadi halangan untuk pembantaian. Kasih sayang, perasaan, semuanya akan sirna jika mereka bersikap baik." Qin Chen menjelaskan dengan nada tegas dan keras di dalam ruangan.


Amarah yang dia simpan meluap, mungkin terbawa suasana di Bumi. Di terlalu baik dan dimanfaatkan oleh perusahaan, sehingga hidupnya menjadi seperti sebelumnya.


Saat mengingat hal tersebut membuat Qin Chen marah dan marah, dia meluapkan amarahnya di ruangan untuk mendidik si kembar agar tidak menjadi orang baik dan dibodohi.


Sekalipun mereka menganggap Qin Chen Jahat dan kejam, namun Qin Chen hanya melakukan apa yang dia lakukan. Saat selesai mengatakan itu, Qin Chen diam dan duduk menyenderkan kepalanya.


Mereka tidak ada yang berbicara, apa yang dikatakan Qin Chen semuanya masuk akal. Tidak ada kesalahan, hanya penyampaian Qin Chen yang sedikit kasar.


"Jadi begitu ... " Kepala Keluarga Xia berdiri, dia berlutut memberikan hormat kepada Qin Chen. "Tuan ... Saya sungguh bodoh karena melupakan hukum Dunia ini. Apa yang anda katakan ada kebenaran, Dunia ini begitu kejam dan penuh dengan keserakahan. Saya Xia FengHo menyerahkan kedua putri hamba pada Tuan." Ungkapnya dengan penuh rasa percaya kepada Qin Chen.


Qin Chen yang mendengar hal tersebut terkejut, namun dia senang. "Tenang saja ... Mereka akan belajar hukum Dunia, aku akan melatih mereka dengan baik. Sampai mereka dapat mengukir Legenda mereka sendiri di Dunia Rendah ini."


"Terimakasih banyak, Tuan!"


Xia FengHo berdiri, dia melihat kedua putrinya yang manis sedang memperhatikan ayahnya. Dia mengusap-usap kepalanya dengan lembut. "Jingyi ... Hongyi ... Berlatihlah dengan Tuan. Tuan akan melatih kalian dengan baik, ayah menyetujui keinginan kalian berdua. Jadilah kuat agar tidak ada yang dapat menindas kalian berdua."


"Ba– Baik ... " Balas mereka berdua.


"Untuk Jingyi ... Lindungi adikmu dengan baik saat berlatih, kamu sebagai kakaknya harus mengajarkannya dengan baik."


"Baik ... "


Saat mendengar suara mereka, Qin Chen semakin yakin dan yakin. Si kembar adalah anak emas yang selalu dimanjakan oleh keluarganya, karena mereka begitu penurut dan manis.


Keluarganya takut akan hal-hal buruk dan membuat keluarga Xia menutup kekuatan agar menjadi keluarga rendah. Dengan begitu, tidak ada yang menyerang mereka.


Qin Chen tersenyum tipis, puas dengan drama ini.


...


*Bersambung ...