Supreme King System

Supreme King System
Chapter 58 : Raja Iblis Tiran Qin Chen!


Setelah beristirahat beberapa menit, mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan. Tempat dimana orang-orang berkumpul, dan tempat latihan terakhir bagi si kembar untuk menjadi Kultivator Abadi Sejati.


Mereka tiba di tempat orang-orang berkumpul, mulai dari orang kecil hingga besar. Semuanya berkumpul, mereka saling bertarung untuk masuk kedalam reruntuhan.


Qin Chen yang berada tidak jauh dari sana mulai tersenyum puas. Kecoa mereka hanya beberapa yang mati, jika Qin Chen bantai semua, maka Poin Sistem akan mengalir.


"Kekekeke ... " Tawa misterius Qin Chen terdengar oleh kedua muridnya.


'Apa Guru mendapatkan sesuatu yang menyenangkan? Tapi, kenapa tawanya begitu Jahat. Ditambah, Guru melihat ke arah sekumpulan kultivator saling bertarung.' Batin Xia Jingyi.


Sama halnya dengan Xia Hongyi, dia memiringkan kepalanya melihat Gurunya. Tawanya, dan juga pandangan matanya, semuanya tertuju pada sekumpulan orang di depan.


Qin Chen merasakan dirinya di perhatikan, dia lalu melihat mereka. "Hmm ... Apa yang kalian berdua lihat?"


"Tidak ada Guru ... Hanya melihat Guru memperhatikan mereka dengan tawa Jahat. Apa Guru merencanakan sesuatu?" Tanya Xia Jingyi penasaran.


"Ya ... Guru adalah orang Jahat, tentunya Guru akan melakukan sesuatu yang Jahat. Karena apa? Karena hal ini menguntungkan bagi Guru, jika kalian merasa bahwa Guru Jahat dan Kejam. Maka kalian dapat pergi dari Guru." Balas Qin Chen.


Sontak mereka berdua terkejut, dengan cepat merangkul tangan Qin Chen. Karena Qin Chen sudah seperti keluarga bagi mereka berdua, Guru mereka sangat baik pada mereka.


Walaupun, Guru mereka Jahat, namun Guru mereka bersikap baik pada mereka berdua. Bahkan, memberikan keterampilan Dewa pada mereka berdua.


"Tidak! Kami tidak akan pergi ... Meskipun Guru memilih sifat Jahat, tapi Guru sangat baik pada kami. Kami tidak akan pergi sekalipun mengetahui guru akan membantai mereka." Ucap Xia Jingyi dengan penuh ketakutan jika pergi dari Qin Chen.


"Benar Guru ... Kami tidak ingin berpisah, kami ingin bersama dengan Guru. Guru sangat baik pada Hongyi dan Kakak." Sahut Xia Hongyi sama halnya dengan Xia Jingyi.


"Begitu ... Guru berniat membantai mereka semua, dan menyisahkan orang yang Guru kenal. Karena ini berhubungan dengan jalan kultivasi yang Guru ambil. Karena itu, hal ini sudah wajar bagi Guru."


"Sedangkan kalian, kalian Guru ajarkan mengambil Jalan Kultivasi Abadi. Dimana, hal seperti ini tidak akan dapat meningkatan kekuatan kalian. Jadi, kalian tunggu disini sampai Guru selesai mengurus mereka." Jelas Qin Chen.


Mereka melihat ke arah Qin Chen, melihat dengan serius. Keduanya memiliki pemikiran yang hampir sama, dengan cepat melepaskan tangannya.


Mengeluarkan pedang di tangan mereka, mereka berdua serius ingin membantai mereka untuk membantu Guru mereka berdua.


"Ada apa dengan kalian? Apa kalian ingin membantu Guru?" Tanya Qin Chen.


"Benar! Jika Guru Jahat, maka kami juga akan Jahat. Agar sama-sama Jahat dan tidak memandang satu sama lain. Benar tidak, adik?"


"Benar ... Kami juga akan menjadi jahat, karena Guru pernah mengatakan sebelumnya. Sebelum kami ikut denganku Guru ke Tanah Makam Kuno."


Mendengar hal tersebut, Qin Chen merasa senang. Bukan karena mengajarkan hal jahat pada muridnya, melainkan pemikiran mereka berdua.


Qin Chen mengusap-usap kepala mereka berdua dengan lembut. "Baiklah ... Jika begitu, ayo kita mulai!"


"Ya!"


Qin Chen belum tahu apa muridnya membunuh manusia, dia akan mendapatkan Poin Sistem dan Exp atau tidak. Karena itu, Qin Chen ingin membuktikannya.


Sebelumnya, mereka berdua membunuh Roh, dimana hal tersebut mungkin bertentangan dengan aturan Sistem.


Sekarang, mereka bertiga berjalan keluar dari tempat sembunyi. Pedang di tangan kedua muridnya mengundang banyak perhatian orang-orang di sana.


"Apa-apaan mereka ini, datang dengan gaya ngajak berantem! Apa mereka ingin melawan kita semua?!"


Mencemooh Qin Chen dan kedua muridnya, mereka seperti superior tertinggi di atas langit memandang rendah orang dibawah matanya.


Qin Chen menatap mereka. "Yare ... Yare ... Hanya sekumpulan orang bodoh berani menggertak dan tidak berani bertindak." Qin Chen dengan sedikit drama memancing mereka.


Kerutan kesal di jidat mereka terukir jelas, salah satu mendekati Qin Chen. Tubuhnya dua kali lebih besar dari Qin Chen, botak licin di kepala otot-otot tahu kekar dengan golok besar di diletakkan di pundak.


"Apa yang kau bilang bocah?!" Tanya orang itu, niat membunuhnya terpancar keluar mengepul seperti gas hitam.


Qin Chen tidak mendongak, karena dia tidak suka melihat orang ke atas, dia lebih suka melihat orang dibawah. Senyuman misterius di bibirnya memberikan ketakutan bagi yang melihatnya.


"Aku bilang ... Kalian semua lemah!"


Qin Chen menyentuh pusaran perut dengan telapak tangannya. Dari Dantian mengalir sejumlah molekul energi Qin Chen hingga ketempat telapak tangannya.


Gelombang kejutan menghempaskan orang tersebut kebelakang, menyeret puluhan orang di belakangnya. Serangan Qin Chen menghancurkan Dantian miliknya dan memberikan sedikit hadiah.


Saat mendekati Gunung yang memiliki ketinggian 646 Mil dengan luas 5.668 Mil. Negeri Fantasi, Puncak Gunung menembus awan paling tinggi, luasnya mencakup Negera di Benua Timur.


Pada saat tubuh mereka menghantam-hantam kaki pegunungan, sebuah kedipan cahaya putih terang menutupi langit. Semua orang yang berada di dekat sana berlarian menjauhi tempat tersebut.


Sebuah sinar ledakan besar membentuk jamur dengan suara menggema dan menggetarkan daratan. Ledakan tersebut membesar dengan gelombang lingkaran menghancurkan ribuan meter di sekitarnya.


Reruntuhan sebelumnya berada cukup jauh, sehingga tidak mendapatkan kehancuran. Sementara itu, ledakan besar menghapuskan keberadaan orang-orang di sekitarnya.


[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 659 Kondensasi Qi. Memperoleh; 32.950.000 Exp + 32.950.000 PS.]


[Selamat Tuan, karena mendapatkan Gelar; Musuh Alam.]


[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 153 Tranformasi. Memperoleh; 15.300.000 Exp + 15.300.000 PS.]


[Selamat Tuan, karena memperoleh Gelar; Raja Iblis Tiran.]


Ledakan yang dihasilkan Qin Chen membuat pandangan semua orang yang berada di sana berbeda. Rasa takut dan ngeri, rasa putus asa dan benci.


Semuanya terukir di hati mereka, sekalipun mereka hidup. Mereka akan hidup dalam bayang-bayang ketakutan seumur hidup, melihat bagaimana Raja Iblis Tiran membantai mereka.


Qin Chen yang mendapatkan Gelar Raja Iblis Tiran, kini tersenyum. Gelar tersebut cocok dengannya.


"Yo ... Selamat malam kalian semua, ingat baik-baik. Namaku, Qin Chen. Orang yang akan membantai kalian semua tanpa sisa!" Qin Chen dengan suara besar memperkenalkan diri di sana.


Suaranya menyebar melalui langit-langit, terdengar di telinga mereka. Sontak, ini mengundang banyak perhatian bagi fraksi besar yang ada.


Semua orang menundukkan kepalanya, tubuh bergetar hebat dengan ketakutan mendengar namanya.


"Raja Iblis Tiran, Qin Chen!"


...


*Bersambung ...