Supreme King System

Supreme King System
Chapter 114 : Kemenangan


Surga bersuara menyerupai sirine akhir Dunia, suara itu menggema lalu perlahan bertambah keras seiring berjalannya waktu. Saat yang bersamaan, sebuah jari telunjuk jatuh kebawah menekan Benua tersebut kedalam kehampaan tanpa batas.


Sementara itu, Qin Chen menyeringai puas melihatnya. Melalui jalan Surga, Qin Chen mengangkat kedua tangannya tinggi ke langit-langit.


Dua bayangan besar menyerupai tangan menahan jari tersebut dengan sekuat tenaga yang di hasilkan. Qin Chen merasakan tekanan yang hebat di sekujur tubuhnya.


"Kekeke ... Menarik!" Ungkapnya dengan disertai tawa iblis.


Mendorong jari Surga ke atas, Qin Chen menghempaskan jari tersebut ke dalam retakan langit. Tulang-tulang Qin Chen mengalami retakan yang begitu parah, darah mengalir dari mulutnya dan matanya, tidak ada rasa sakit dalam dirinya.


Menetes bagaikan hujan mengenai wajah Chu Qincheng, Chu Qincheng gemetaran. Melihat ke arah Qin Chen yang berdarah, matanya mengungkapkan kemarahan mendalam pada Surga.


"Keparat!" Suara Chu Qincheng membuat Zi Long melangkah mundur beberapa langkah kebelakang. Chu Qincheng tengah menahan amarahnya di sana.


Dalam benak Zi Long, sudah habis sudah, tidak ada satupun kehidupan di Dunia ini yang dapat menahannya setelah mengamuk nanti.


Gertakan giginya menyebabkan gelombang ultrasonik di langit, menghempaskan awan gelap di sekitarnya, Qin Chen sempat terkejut melihatnya.


Sekalipun kekuatan Qin Chen berada di Half Way Immortal, melawan sedikit kekuatan Surga sama saja dengan bunuh diri. Namun, rasa tersebut menyenangkan dibandingkan mengurus keroco dibawah.


Chu Qincheng mengangkat bibirnya. "Seni Lima Elemen Langit dan Bumi. Tranformasi Roh!"


Bang!


Dentuman besar mengguncang Dunia, Lima Elemen di sekitarnya membentuk Tranformasi Roh yang begitu besar mengelilingi Ibukota Seribu Pedang.


Lima Elemen Langit dan Bumi membuat Qin Chen tersenyum puas. Angin, Tanah, Api, Kayu, dan Metal membentuk Roh setinggi 30.000 meter. Kelima elemen menyerang, dan memborbardir Jari Surga di langit.


Qin Chen melirik kebawah, Chu Qincheng tengah berusaha membantunya. Melihat keringat bercucuran dari keningnya, Zi Long tidak dapat berbuat apapun disana, kekuatan dirinya berbeda dari mereka, sehingga yang bisa dia lakukan adalah mencatat bakat murid.


Memikirkan hal tersebut, Zi Long lebih baik diam dibandingkan menjadi beban dalam pertarungan ini.


Sementara itu, Qin Chen yang dalam kendali kekuatan Jahat kembali menatap langit. Jari tersebut merasakan bahwa dia tengah di ancam oleh kedua orang itu.


Qin Chen menghentakkan kakinya, melesat melewati ruang yang kosong di langit. Energi besar di tangan kanannya berkumpul begitu padat.


Saat mendekati Jari itu, Qin Chen mengarahkan segalanya dengan sangat keras.


Boom!


Ledakan besar membuat orang-orang dibawah terhentak menghantam tanah. Dalam sekejap mata, ada banyak kematian, di dalam kabut, api, angin, dan kayu mulai berkombinasi membakar jari.


Panas menyerupai matahari yang akan jatuh menghanguskan kehidupan di sekitarnya. Qin Chen tersenyum tipis saat perlahan retakan dari ujung jari tercipta lalu menyebar dibantu dengan suhu panas.


Surga yang mengamuk mulai mereda, ancaman Qin Chen yang sebelumnya telah menyebabkan banyak kekacauan lagi dan lagi di bagian Surga terdalam.


Qin Chen menarik pedangnya, melesat ke sampingnya dengan cepat. Mengangkat pedang setinggi langit lalu energi besar terbentuk menyelimuti bilah pedang.


"Seni Pedang Ajaib Bunga Malam!" Saat suara itu terdengar, langit tiba-tiba gelap dengan bulan cerah di belakang kepalanya membentuk sabit.


Bunga yang membawa aroma wangi tersebar seperti dedaunan yang terlepas dari ranting pohon.


Qin Chen meminta Chu Qincheng untuk menahan Jari Surga dengan Tranformasi Roh miliknya.


Saat pedangnya di ayunkan, energi bulan tak terbatas melesat membawa percikan api yang berwarna. Keajaiban disekitarnya terbentuk, kehidupan yang telah mati, kini kembali hidup seperti sediakala.


Satu ayunan nya dapat membelah apapun, satu ayunannya dapat membawa kehidupan yang telah mati.


Serangan Qin Chen membelah jari Surga, Surga berteriak menghancurkan apapun. Ribuan bahkan jutaan Dunia dengan kontinum ruang-waktu yang berbeda-beda hancur berkeping-keping menjadi embun bintang terbengkalai.


Qin Chen tertawa, lalu menghisap jari tersebut masuk kedalam Ruang Penyimpanan Sistem yang sudah di tentukan.


Jari Surga dalam waktu singkat menghilang dari langit dan meninggalkan Dunia tersebut. Dalam pertarungan kali ini, Qin Chen memenangkan pertarungan tersebut, dan Surga kalah dalam babak pertama.


Walaupun begitu, Qin Chen kalah dalam aspek dalam, tulang-tulang patah sehingga banyak darah mengalir keluar dari mulutnya.


Namun itu tidak menghambat Qin Chen, dalam rentang waktu yang tak terbayangkan, luka-luka dalam Qin Chen mulai membaik.


Setelah itu, Qin Chen turun kebawah sembari mendekati Chu Qincheng yang tengah kelelahan saat membantu Qin Chen sebelumnya.


Qin Chen mengetuk keningnya dengan lembut dan bersuara. "Terimakasih ... Kamu telah bekerja keras membantuku, beristirahatlah sekarang."


"Huft ... Huft ... Terimakasih, menggunakan kemampuan itu seperti membakar energi dalam diri begitu besar. Lima Elemen dengan gabungan Tranformasi Roh membutuhkan banyak energi. Hmmm ... Sepertinya aku harus bertambah kuat dalam waktu singkat, dengan begitu dapat membantu lebih dibandingkan sekarang." Jelasnya yang perlahan turun kebawah, tubuhnya lemas karena energi berkurang seperti membakarnya.


Qin Chen menariknya dan menuntunnya duduk dibawah, lalu Qin Chen mengeluarkan Pil Pemulihan dari Toko Sistem.


"Telanlah ... Setelah ini bermeditasi untuk memulihkan energi milikmu, aku akan melanjutkan sisanya." Jelas Qin Chen, Chu Qincheng tanpa menolak mengambil lalu menelan Pil tersebut.


Duduk bermeditasi, Qin Chen memerhatikan murid yang memiliki bakat yang hebat tersebut. Satu pemuda yang duduk di sudut, Qin Chen hanya tersenyum tipis.


Zi Long mendekati Qin Chen, lalu memberikan sebuah kertas kepadanya. "Yang Mulia ... Ini adalah catatan bakat-bakat yang dimiliki Murid Sekte. Saya telah mencatat semuanya, karena tidak dapat membantu dalam pertarungan, saya melakukan hal lain yang berguna bagi anda."


"Ini lebih baik ... Terimakasih Zi Long, kedepannya ... Kamu dapat bebas melakukan tugasmu. Dalam hal ini, sebisa mungkin menguntungkan bagiku, itu saja."


"Baik Yang Mulia."


Setelah menyerahkan catatan yang dia buat sebelumnya, Zi Long kembali bertugas sebisa mungkin menguntungkan bagi Tuan-nya.


Sementara itu, Qin Chen melihatnya dengan seksama. Murid yang memiliki Bakat tersebut itu adalah Mo Yusan, Bakat Surga yaitu Tulang Dao.


Kemampuan bawaan yang terhalang oleh Aturan Surga. Sekarang, Tulang Dao bangkit dan akan menjadi pembudidaya terhebat di Dunia.


Qin Chen tersenyum puas, sementara murid-murid lainnya memiliki bakat yang tidak kalah hebatnya. Namun, Tulang Dao tetap satu-satunya Bakat Surga yang lebih menyeramkan.


"Perkembangan Mo Yusan sudah ditentukan di masa depan, dia akan mendapatkan manfaat lebih dari dapat kultivator lainnya. Tulang Dao miliknya memungkinkan dia mencapai Puncak Kekuatan Dunia." Gumam Qin Chen.


Qin Chen melihat ke langit, lalu perlahan retakan yang besar kembali pulih seperti sediakala.


...


*Bersambung ...