Supreme King System

Supreme King System
Chapter 223 : Mengakhiri pertarungan


"Kalian benar-benar bodoh, atau memang sombong dari awal? Melawan orang yang lebih kuat dengan kesombongan akan berakhir kedalam kematian!"


Secara tiba-tiba ia berada di hadapannya, dan tangannya dengan cepat menghantam pria itu hingga tersungkur ke lantai bawah dengan ledakan-ledakan besar menembus berbagai lapisan Paviliun dan menembus daratan besar di bawah sana.


Duarr!


Orang-orang dari berbagai lantai melihat keatas dimana Qin Chen berdiri dengan angkuhnya melihat semua orang dibawah. "Selanjutnya, satu-persatu dari kalian akan merasakan kematian seperti yang kalian lihat, tanpa suara dan tanpa rasa sakit ketusuk ribuan pedang dalam satu waktu."


"Huh! Sombong! Kau kira kami sama dengan dia! Kau salah! Kami adalah Dewa Terkuat di benua ini, membunuh bocah yang baru lahir sepertimu seperti membalikkan telapak tangan!"


Mereka menyerangnya dengan raungan langit dan cahaya solar yang seperti badai menerjang dinding langit. Qin Chen menghentakkan serangan tersebut dengan tangannya dan meledak di udara menghempaskan material di dalam ruangan.


"Kau bilang membunuhku seperti membalikkan telapak tangan, bukan? Kalau begitu, aku akan membuatnya lebih mudah sekarang." Balas Qin Chen yang tanpa diketahui oleh siapapun, ia membalikkan telapak tangannya dan tiba-tiba dua orang disampingnya meledak dan mati.


Mata mereka gemteran melihat kematian yang tiba-tiba saat Qin Chen membalikkan telapak tangannya. Qin Chen menggabungkan kekuatan ruang dimana ia menciptakan ruang isolasi yang padat dimana ia menjatuhkannya tepat di atas kepalanya sehingga kematian instan absolute disebabkan oleh tekanan besar.


"Itu adalah hal yang kau maksud, bukan? Aku telah membuktikannya, membuktikan bahwa kalian tidak berbeda dengan serangga di luar sana!"


"Keparat! Seni tubuh, tubuh amarah langit!" Teriaknya dengan keras.


Pada saat itu, tubuhnya dibaluti oleh nyala api berwarna merah hitam yang begitu panas dapat melelehkan material apapun yang disentuhnya.


Nyala api itu membuat Qin Chen sedikit menutup matanya karena silau, pria itu bergerak kedepan menyerang Qin Chen dengan tangannya. "Seni Tinju, Api kemarahan!"


Bang! Duarr!


Tangannya ditahan oleh Qin Chen dan mereka berdua beradu satu sama lain dimana Qin Chen lebih unggul dibandingkan siapapun. Tubuhnya berada dipuncak kekuatan apapun, karena ini adalah tubuh Raja Para Kaisar Void Dragon Body!


"Tidak mungkin! Aku adalah langit! Kemarahan langit, hancurkan bumi!" Teriaknya dengan keras menggetarkan Paviliun dan tiba-tiba serangan miliknya membesar membakar apapun di kota sehingga sebuah Pilar terbentuk di paviliun Immortal.


Qin Chen tersenyum kecil, Chu Qincheng hanya diam karena ini masalah suaminya dan ia tidak ikut campur dalam urusan seperti ini, karena ia hanya akan membantu saat Qin Chen memintanya saja.


Nyala api sebelumnya meluas dan membakar apapun, orang-orang berlarian ketakutan saat melihat nyala api tersebut. Qin Chen yang berada dekat dengannya, ia tidak mendapatkan efek apapun karena tubuhnya sangat kuat sehingga serangan apapun itu tidak akan mempan padanya.


"Pedang Pembelah Ruang!"


Swoosh!


Tiba-tiba nyala api itu terbelah menjadi dua bagian dimana pria itu tercengang melihat kemarahan langit terbelah begitu saja? Karena kemampuan kemarahan langit sama saja dengan hari akhir bagi dunia.


Tidak ada objek dan fenomena yang dapat menghentikannya, bahkan para Dewa Kuno akan berkerja sama untuk menghentikan serangan tersebut agar tidak menghancurkan banyak negara.


Sementara Qin Chen, ia dengan satu tangannya memotong langit dan nyala api kemarahan langit dengan mudahnya. Ini menyebabkan serangan mental yang begitu dalam sampai-sampai kehidupan keduanya akan menjadi kehampaan.


"Pedang Penghancur Jiwa!"


Didalam ruangan tertinggal satu orang, itu adalah pria sebelumnya karena pria itu memiliki role penting yang dapat di manfaatkan untuk meningkatkan kekuatan Qin Chen secara keseluruhan dan meningkatkan statistiknya.


Setelah melihatnya lagi, ia tampak sudah tidak berguna lagi karena mentalnya sudah runtuh, ini membuat Qin Chen kecewa melihat pria itu sekarang ini tengah ketakutan dengan gangguan mental mengerikan.


"Pergilah ke neraka dan menyesali perbuatan kalian disana." Kata Qin Chen dengan melambaikan tangannya kesamping dan membuat pria itu terlempar kedalam lubang hitam disampingnya.


"Apa sudah selesai suami? Bukankah ini sama saja dengan rencana awal, ini disebut sebagai penyerangan tahap pertama. Tapi sudahlah, ini lebih baik dibandingkan rencana aneh yang tidak masuk akal."


"Hahaha ... Maafkan aku, aku merasa seperti Dejavu saat melakukan hal ini, karena itu aku tidak bisa menahan diri."


"Begitu rupanya, baguslah! Karena kamu sedikit demi sedikit akan kembali ke dirimu sebenarnya! Ini tidak akan membutuh waktu lama, setelah itu aku akan meminta janjimu setelah mencapai kekuatan True God!"


"Janji? Kenapa kamu tidak mengatakannya sekarang? Aku dapat melakukan apapun selama itu berada dalam kekuasaanku, apa yang kamu butuhkan."


Chu Qincheng mendekati Qin Chen dan membisikkan sesuatu dimana Qin Chen membeku mendengarnya. Hal ini hanya ada didalam rumah tangga, apa yang Chu Qincheng minta adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan secara matang-matang, jika tidak, maka semuanya akan berantakan.


Qin Chen meliriknya dengan serius dimana Chu Qincheng dengan serius melihatnya. "Apa kamu yakin? Itu bukanlah hal yang mudah bagimu, kamu terlihat masih muda bagaimana bisa kamu meminta hal ini."


"Itu karena aku menginginkannya darimu, tidak lebih tidak kurang, karena kamu benar-benar orang yang aku percaya dan sekaligus suamiku!"


Qin Chen tidak melihat keraguan sedikitpun darinya. "Begitu rupanya, baiklah. Aku akan mengabulkannya, namun sebelum itu aku akan mencari waktu yang bagus untuk memberikan hadiah yang kamu minta, untuk sekarang bagaimana kita kembali karena urusan disini sudah selesai."


"Baik suami."


Qin Chen dan Chu Qincheng melesat untuk kembali kekediaman karena mereka telah menyelesaikan tugas pertama dimana penguasa kota akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Paviliun Immortal sebelumnya.


Dengan terpancingnya, maka pendukung dibelakangnya akan muncul saat melihat kekuatan besar seperti Qin Chen ada di dunia ini. Karena orang kuat memiliki hasrat yang kuat untuk saling bertarung dan merebut kekuatan musuhnya.


Sementara ditempat wanita sebelumnya, ia membeku karena stress melihat kekacauan yang terjadi di paviliun miliknya. Karena biaya Paviliun Immortal ini sangatlah mahal dikarenakan bahan-bahan material Paviliun Immortal sangatlah langka.


Sedangkan pembuat onar itu telah pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa menggantikan biaya sedikitpun disana. Ini membuat wanita itu geram meski begitu ia tidak berani melawan Qin Chen sekarang ini.


"Suami, bagaimana musim panas? Atau musim dingin di tahun depan, karena kedua musim ini adalah hari yang spesial bagiku!"


"Baiklah, aku akan mengaturnya untuk hal tersebut, sekarang kita akan kembali."


"Terimakasih ... "


...


*Bersambung ...