Supreme King System

Supreme King System
Chapter 189 : Penguasa Kota


Setelah semuanya, mereka berdua sekarang berada di luar Piramida besar yang dikelilingi oleh formasi ilahi. Sedangkan di langit-langit, ribuan monster setingkat Raja Dewa telah mengepung keseluruhan.


Mereka meraung keras mencoba memecahkan formasi tersebut namun gagal, dan malah memangil kawanan mereka untuk berkumpul dan menindas Qin Chen yang berada di dalam formasi.


"Suami, apa kamu bisa mengalahkan mereka? Aku tidak dapat membantu sekarang, karena kekuatanku hanya di Jendral Dewa, mereka berada di Raja Dewa."


"Tidak akan sulit, kamu peluk aku dan kita akan keluar sambil memusnahkan mereka semua." Balas Qin Chen.


Chu Qincheng langsung mendekat dan memeluknya, setelah itu Qin Chen mengendongnya dan melesat menembus celah yang retak sebelumnya.


Wushh!


"Roarrr!" Raungan monster terbang membuat semua monster lain ikut meraung menggetarkan ruang sekitarnya hingga pecah berkeping-keping.


Melihat hal tersebut membuka mata Qin Chen, dan tiba-tiba molekul energi besar berputar membentuk spiral keluar dari pupil matanya.


Mata Iblis Kehancuran tengah bersaing dengan lubang hitam melenyapkan apapun yang ada disekitarnya.


Duarr! Duarr! Duarr!


Monster-monster meledak di langit, daging dan darah berceceran di batu asteroid membuat kabut berdarah. Ia melintas dan menembus kabut berdarah dengan kecepatan tinggi.


"Domain Es!" Teriak Qin Chen memecahkan kesunyian.


Bang!


Dentuman besar menghempaskan apapun, dibawah kakinya dan dibelakang kecepatannya ada es yang menyebar luas dalam hitungan detik membekukan apapun yang ada di sekitarnya kedalam domain es yang mutlak!


"Wow! Seberapa banyak aku melihatnya, tapi kekuatan Domain Es milik suami benar-benar mengagumkan. Kamu seperti memanipulasi es dengan pikiran saja!" Chu Qincheng melihat bahwa di belakang Qin Chen tidak hanya membekukan langit, bahkan ada banyak pertunjukan teater.


Boneka salju saling menari dan panah es berjatuhan menghujani monster-monster. Bahkan lubang hitam yang besar itu di pita oleh domain es miliknya.


'Khuhuhu ... Untungnya aku kuat dan pintar!' Qin Chen sedikit sombong didalam dirinya.


"Apa kamu ingin melihat kembang api yang menyebar di seluruh langit?" Tanya Qin Chen yang mengubah suasana tegang menjadi lebih baik.


"Boleh?"


Ia melompat naik ke langit, dan tiba-tiba domain es miliknya membentuk sebuah gunung besar menjulang tinggi ke langit, dan tiba-tiba guntur-guntur melesat kelangit dan pecah di udara.


Bzzzrt! Bzzzrt!


Guntur-guntur itu menyebar menerangi kegelapan dan membakar sekumpulan monster di sekitarnya. Kembang api yang menakjubkan baru saja di buat oleh Qin Chen, Chu Qincheng membeku tidak dapat berkata-kata lagi karena ini benar-benar keren!


Tidak hanya suaranya yang menggelegar, namun percikan api yang dihasilkan begitu menakjubkan.


Mereka berdua lolos dari sekumpulan monster dan lubang hitam yang hampir membeku karena domain, namun kekuatan lubang hitam begitu besar sehingga kedua kekuatan saling beradu dan meruntuhkan satu sama lainnya.


***


Didalam gua sebelumnya, Qin Chen dan Chu Qincheng duduk terengah-engah setelah berlarian menghindari runtuhnya gua tersebut sehingga mereka menguras banyak tenaga mereka.


"Suami, tadi itu hampir saja kita terkurung di dalam gua."


"Hahaha, lebih penting kita mendapatkan banyak harta dan informasi. Ngomong-ngomong dunia ini sudah malam, apa kita akan menginap disini?" Balas Qin Chen setelah bertanya.


"Menginap disini, besok kita akan mencari tambang kristal dewa dan meng-klaim properti pribadi." Balas Chu Qincheng.


***


Paginya, dikediaman keluarga Duan, Qin Chen dan Chu Qincheng berada didalam ruangan tengah membicarakan hal kemarin. Penguasa kota telah setuju, dan akan bertemu hari ini di istana negeri abadi.


"Bagaimana Tuan Chen? Apa kita akan pergi sekarang ketempat penguasa negeri?" Tanya Tetua.


"Ya, lebih cepat lebih baik karena aku masih memiliki urusan di wilayah tetangga." Balas Qin Chen santai.


Mereka semua menuju istana negeri untuk membahas hal ini, menggunakan kereta kuda keluarga Duan sehingga tidak ada orang-orang bodoh yang melakukan tindakan penyerangan di tengah jalan.


Meski istana berada didalam kota, namun jarak antara kedua wilayah cukup jauh sehingga menggunakan kereta kuda. Mereka dapat terbang, mengingat kesopanan dan membuat mereka menggunakan kereta kuda.


Setelah beberapa jam berlalu, mereka tiba di istana dimana gerbang besar terbuka dan membiarkan mereka masuk kedalam.


Didalam ruangan, mereka disambut dengan para pelayan dimana mereka dibawa ke suatu ruangan yang telah disiapkan oleh penguasa negeri abadi.


Saat berada didalam ruangan, mereka hanya melihat kuris yang membelakangi mereka semua. Sementara orang yang duduk di kursi tersebut tengah melihat keluar jendela begitu santai.


"Selamat datang di istana negeri abadi, apa anda tuan Chen?" Tanyanya.


"Ya, atau tidak lebih baik berbalik dan melihat sendiri. Apa aku tuan Chen atau tidak!" Balas Qin Chen yang acuh tak acuh karena suaranya terdengar seperti wanita.


Saat ia memutar kursinya, mereka dapat melihat Ratu Istana Negeri Abadi tengah melihat mereka semua. Rombongan keluarga Duan membungkuk memberikan hormat, sedangkan Qin Chen membeku sesaat saat melihat wanita dihadapannya.


"Kau!" Mereka berdua saling bersuara keras dan menunjuk satu sama lainnya dengan tajam.


Ini memberikan tanda tanya bagi mereka semua termasuk Chu Qincheng yang sekarang istrinya.


"Pria mes*m ternyata itu kau, pantas saja nama ini tidak asing di telingaku! Ternyata itu benar-benar kau pria mes*m!" Wanita dihadapannya dengan nada kasar mengatakan bahwa ia mes*m.


"Begitu rupanya! Pantas saja negeri ini jatuh kedalam keputusasaan, ternyata pemimpin mereka wanita bodoh, keras kepala, cengeng dan menyebalkan! Tch! Jika aku tahu dari awal, aku tidak akan membantu negeri ini!" Balas Qin Chen memarahinya dengan kata-kata kasar.


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain dengan aura mencekam satu sama lain memberikan momentum kekuatan yang luar biasa.


"Hohoho! Pria mes*m dalam beberapa tahun ini kau cukup hebat dapat meningkat hingga tingkat kekuatan sekarang!" Wanita itu bersuara memandangnya dengan rendah.


"Hohoho! Aku tidak mengira akan bertemu wanita menyebalkan seperti kau disini! Bagaimana jika aku menceritakan tentang kejadian itu kepada rakyat kota, bukankah mereka akan malu memiliki penguasaan kota yang cengeng?"


Mendengar hal tersebut, ia geram ingin merobek-robek Qin Chen. Tiba-tiba aura miliknya turun dan menghilang, ia membuang nafasnya. "Baiklah, jangan katakan lagi aku telah membuang sikap sebelumnya. Jadi sekarang jangan harap dapat menindas ratu ini!"


"Seterahlah, aku tidak peduli. Sekarang aku memiliki istri kecil yang cantik dibandingkanmu. Sayang sekali, kau dulu begitu menyebalkan." Qin Chen menyombongkan dirinya memperkenalkan istrinya kepada wanita itu.


Wanita itu melihat dengan bingung, bagaimana bisa! Bahkan dia sendiri masih sendiri selama ratusan tahun lamanya!


"Tch! Jangan sampai tertipu dengan pria mes*m ini, dia akan menggunakan segala rencana licik untuk mendapatkan keinginannya." Kata wanita itu kepada Chu Qincheng.


Qin Chen mengigit jarinya, dan darah miliknya menetes di lantai membuat wanita itu mundur beberapa langkah. Ini mengejutkan mereka, bagaimana penguasa mundur setelah melihat darah yang menetes dari Qin Chen.


"Kau tau darah ini bukan? Bagaimana jika aku memasukkan darah ini kedalam mulutmu? Bukankah kau akan mati dalam beberapa menit kedepannya! Jadi, jangan ungkit-ungkit sikapku jika tidak ingin berakhir mengenaskan! Jika tidak, aku akan mengungkit semuanya ke publik." Balas Qin Chen tengah mengancam penguasa istana negeri abadi.


"Tch! Baiklah."


...


*Bersambung ...