Supreme King System

Supreme King System
Chapter 198 : Elves


Pusat tanah iblis surgawi


Disana, orang-orang berkumpul dan bahkan kaisar iblis beserta pasukannya telah tiba disana terlebih dahulu. Tanah Iblis Surgawi ini tidaklah sulit apa yang dibayangkan, karena hanya melawan monster, iblis, dan berbagai halangan lainnya.


Saat Qin Chen tiba disana, ia membuat semua orang berlutut ketakutan dengan keputusasaan melihat sosok yang tidak berbentuk di langit. Dimata Qin Chen, ia memiliki bentuk seperti manusia, tampan dan tinggi, ditambah kharisma hebat dan lain sebagainya.


Sedangkan di mata orang-orang, ia seperti gumpalan gas energi kegelapan yang pekat membentuk seperti monster mengerikan. Namun, bentuknya tidak terverifikasi seperti apa bentuknya maupun wujud aslinya, semuanya hanya terlihat seperti gas hitam pekat dan padat.


Seakan, Qin Chen adalah Pusat Kekacauan!


Ia memperhatikan reaksi dan ekspresi orang-orang dibawah sana, ia lalu meliriknya sekilas dan tiba-tiba kekuatan besar meledak didepan mata mereka hingga beberapa orang terkena serangan mental dan mati.


"Dimana harta itu?" Tanya Qin Chen.


Ditelinga mereka. "Bersujudlah dan tunggu kematian kalian!"


Hickk!


Ketakutan setengah mati tercekik oleh sesuatu yang tak terlihat, mereka berlutut dengan putus asa. Sekalipun itu adalah pembudidaya tahap Raja Dewa, mereka tidak berkutik didepan mata Qin Chen yang sekarang. Melihat reaksi mereka yang aneh ini, ia bertanya kepada sistem dibenaknya.


'Sistem, apa yang sekarang terjadi? Kenapa mereka melihatku seperti melihat monster saja!'


[Menjawab Tuan: Tuan sekarang tidak menyembunyikan wujud tuan rumah yang sekarang, karena itu mereka semua ketakutan melihat wujud tuan. Jika tuan tidak percaya, tuan dapat melihatnya melalui pengelihatan spiritual.]


'Huh?'


Qin Chen menutup matanya dan melihat melalui pengelihatan spiritual. Saat ia melihat dirinya sendiri membuat Qin Chen tercengang tidak berkata-kata lagi, karena ia melihat dirinya seperti gas hitam pekat membentuk perwujudan yang mengerikan.


'Gahhh! Apa-apaan ini, siapa pria buruk itu! Itu bukan aku, aku adalah pria tampan! Aku menolak ini!'


[...]


Ia dengan cepat menyembunyikan perwujudan dari kekacauan dunia, dengan kecepatan yang luar biasa itu menciptakan badai spiral dilangit. Padahal Qin Chen berniat baik, namun niat baiknya berubah menjadi ketakutan bagi orang-orang dibawah.


Setelah beberapa menit berlalu, wujudnya seperti manusia akhirnya terlihat. Matanya tenang, tapi kosong. Senyuman tipis, memiliki niat tersembunyi yang jahat. Aura yang tidak terasa, namun memiliki kekuatan yang luar biasa.


Ia tampak seperti orang normal, namun sebenarnya tengah menyembunyikan kekuatan aslinya. Ini mengerikan.


"Siapa sosok itu! Kehadirannya bagaikan Dewa Dunia, bahkan Raja Dewa tidak sanggup menahan sedikit lambaian tangannya!" Ucap pria itu dengan nada ketakutan.


"Jangan bicara besar-besar, lihat dibelakangmu. Ribuan pasukan kita kehilangan akal sehat, mati terkena serangan mental, lalu ada yang jatuh kedalam keputusasaan!" Sahut pria disampingnya.


Saat ia melihat kebelakang, pasukan yang mereka bawa sebelumnya telah kehilangan banyak. Kematian tidak dapat dihindarkan saat melihat Qin Chen di atas sana tengah melihat mereka.


Qin Chen perlahan turun kebawah, ia membuat orang-orang disana mundur ketakutan. Pada saat itu, dari sisi timur melesat sebuah cahaya melintas membuat semuanya terdiam karena cahaya itu melesat ke arah Qin Chen.


"Suami ... Huaaaaa ... "


"Istri kecil, aku bisa mati saat kamu memelukku begitu erat. Ayo katakan padaku, kenapa kamu bisa ketakutan? Siapa yang melukaimu di sini! Aku akan membunuhnya dan memberikannya siksaan neraka!"


"Huaaa ... Suara tadi, suara tadi membuatku takut, aku hampir mati karena suara itu. Suami, dimana kamu, aku ketakutan sebelumnya, huaaaaa ... "


"Cup ... Cup ... " Qin Chen masih bingung, karena sedari tadi ia hanya bermeditasi dan meningkatkan kekuatannya, karena itu ia tidak mengetahui apa yang terjadi di luar sana setelah selesai.


'Sistem, apa kamu tahu suara apa yang dikatakan Istriku?'


[Menjawab Tuan: Suara itu adalah suara akhir, atau suara asal yang mengandung niat kematian yang begitu kuat. Suara itu keluar saat tuan menggabungkan kehampaan dengan Bloodline Azure Dragon milik tuan. Jadi, suara itu dihasilkan dari tuan sendiri.]


Qin Chen terdiam, ia membelai rambut istrinya dengan lembut, membiarkan ia membasahi pakaiannya. Bagaimanapun, ia adalah orang yang menciptakan suara mengerikan sebelumnya.


Setelah beberapa menit berlalu, tidak ada satupun orang-orang bergerak saat mata Qin Chen melihat dengan tenang, namun pupil matanya begitu tajam seperti mata naga yang siap merobek-robek tubuh mereka.


"Sudah ... Sudah ... Jangan takut lagi, aku sekarang berada di sini. Kamu jangan takut lagi, suara sebelumnya hanyalah sebuah frekuensi hasil dari proses kenaikanku." Jelas Qin Chen.


"Huh?" Chu Qincheng kebingungan, ia bingung sekarang karena suara sebelumnya ada frekuensi suara hasil kenaikan suaminya. Itu berarti, suaminya telah naik level lagi dan lagi, bagaimana bisa!


Qin Chen membawa Chu Qincheng masuk kedalam reruntuhan kuno didepannya, dibelakangnya tidak bergerak karena tidak ada yang berani, Qin Chen masuk kedalam meninggalkan mereka semua yang ada disana termasuk Kaisar Iblis Mo Wushuang.


***


Didalam reruntuhan kuno, Qin Chen berada di pohon besar yang telah mati karena usia ataupun hal lainnya. Dibawahnya ada kolam berisikan air ajaib yang mereka tunggu selama ini, melihat harta tersebut membuat Qin Chen tersenyum puas.


Dao apa yang akan ia bangkitan, ini membuatnya bingung karena ia tidak tahu dan tidak bisa menentukannya sendiri seperti sebelumnya.


"Tunggu suami!"


Tiba-tiba Chu Qincheng menghentikan Qin Chen, karena dihadapannya ada penunggu kolam air ajaib tersebut, sosok itu adalah seorang wanita elves yang tengah memainkan melodi suara yang begitu tenang memiliki arti yang begitu ajaib.


"Seorang elves menjaga pohon yang telah lama mati, apa air ini adalah kehidupan pohon tersebut? Tidak, sepertinya itu bukan karena bagaimana bisa?" Gumam Chu Qincheng.


Qin Chen melangkah kedepan, ia mendekati kolam tersebut dan meninggalkan Chu Qincheng dibelakang agar tidak ikut campur dalam hal ini, karena ia memiliki firasat tidak baik saat di dalam sini.


Saat ia berada didekatnya, elves itu membuka matanya dan melihat Qin Chen dengan mata tajam. Tiba-tiba akar pohon bergerak mencoba mengikat Qin Chen, pada saat akar itu mengenai Qin Chen, akar tersebut hancur berkeping-keping seolah asal muasal akar tersebut dihancurkan.


"Jangan bertindak gegabah disaat menghadapi sosok yang tidak bisa kau kalahkan. Aku datang dengan baik untuk mengambil air ini, sekalipun kau menolak memberikannya, aku secara paksa akan mengambilnya." Kata Qin Chen dengan suara tenang.


"Tuan yang bijak, tolong selamatkan saya dari penjara ini." Balas elves meminta bantuan dari Qin Chen yang tengah berdiri dihadapannya.


...


*Bersambung ...