Supreme King System

Supreme King System
Chapter 242 : Ruang Spasial


"Hahahahaha! Kau sangat menarik, manusia! Sekian banyak manusia yang melihatku, mereka merasakan rasa takut yang mendalam dan tenggelam kedalam keputusasaan abadi selamanya."


"Huh! Kau benar dan kau salah, kebanyakan orang memang ketakutan saat melihatmu, karena kau diselimuti oleh kegelapan dan energi kematian yang padat. Namun bagiku, itu hanya secuil roti dibawah gunung besar dan tinggi sepertiku."


"Hahaha! Manusia tetaplah manusia, kau tidak akan melampaui batas kemanusiaan dan masuk kedalam keabadian tanpa batas seperti kami! Nyatanya, manusia memiliki hati yang lemah sehingga mereka takut pada kematian sepertiku."


Qin Chen tersenyum mendengarnya, kesombongan dan kepercayaan dirinya benar-benar bagus, karena bagaimanapun orang sepertinya memang dibutuhkan di dunia yang kacau ini. Melihat hal seperti ini, Qin Chen tidak dapat menahan rasa kagumnya, sekalipun ia adalah raja, namun sifat karakter dihadapannya benar-benar menarik.


"Ya, kau tidak salah sama sekali, Raja Undead. Manusia takut kematian, dan manusia ingin keabadian. Sebagai seorang raja, itu adalah tugas yang sulit untuk ditanggung di dunia yang kacau ini."


"Hoo! Sulit adalah kata bagi raja yang mementingkan dua hal, pertama rakyatnya dan kedua adalah keputusan. Sedikit saja salah mengambil keputusan, maka banyak orang yang menderita dan banyak orang mencaci maki keputusannya. Sementara aku, aku adalah Raja Undead, penguasa kematian dan sekaligus raja kematian yang membawa pasukan kejalan keabadian dengan cara membantai yang menghalangi sampai akhir!"


Qin Chen tersenyum puas, ia tidak mengharapkan karakter seperti Raja Undead benar-benar ada di dunia ini. Antara Qin Chen dan Raja Undead, mereka berdua adalah kebalikannya, meksi mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu keabadian!


Keabadian disini adalah membawa seluruh rakyat yang berada didalam naungannya hidup dengan damai tanpa merasakan tekanan maupun rasa takut dari dunia lain. Qin Chen tiba-tiba tertawa, ia lalu kembali berbicara. "Aku tidak akan menanggung urusanmu menghancurkan daratan di dunia ini dan mengambil kekuasaannya. Namun aku akan memberikan peringatan khusus untukmu, jangan lukai orang-orang baik di daratan ini, karena mereka dibawah kekuasaanku, selebihnya kau dapat melakukan apapun."


"Hoo! Kau kira aku takut denganmu? Aku melakukan semuanya atas keinginan dan kehendakku! Membantai, membunuh, bahkan menghancurkan segalanya atas keinginanku sendiri, persetan denganmu, aku akan melakukan apapun atas keinginanku sendiri!"


Qin Chen melihatnya dengan dingin dan menghela nafasnya. "Kau akan tahu sendiri, dan jangan menyesalinnya nanti setelah kau mengetahuinya."


Setelah mengatakan itu, ia melesat di atasnya melintasi langit bersama Jendral Bayang dibelakangnya. "Benar-benar keberadaan yang menarik." Qin Chen bergumam kecil dan kembali ke penginapan.


***


Paginya


Satu hari sebelum perang besar akan di mulai, Istana Raksasa telah mulai bergerak menyiapkan banyak pasukan. Pasukan revolusioner mulai berdatangan, mereka yang terdekat dengan Ibukota mulai berdatangan, sementara pasukan revolusioner utama masih dalam perjalanan dan tiba pada saat perang dimulai.


Sedangkan di penginapan, Qin Chen tengah mengamati satu-persatu sambil mencari tahu tangga surga ada dimana. Satu hal itu membuat banyak pertanyaan yang muncul, dimana tangga surga berada, apa mungkin tangga surga sebenarnya tidak ada?


"Besok, perang besar dimulai ... Antara Revolusioner, Kaisar Iblis, Dewa Raksasa dan True God beserta Dewa dibawahnya. Daratan ini akan berubah kacau, kembali pada zaman kehancuran sebelum terbentuknya daratan dan lautan."


"Bukankah itu adalah yang terbaik? Katamu, kematian adalah satu-satunya hal yang membuat orang bahagia."


"Ya, aku sebelumnya menggunakan kekuatan kekacauan dan meratakan seluruh Dimensi Langit sendirian. Meski begitu, aku menggunakan sedikit kekuatan suci untuk memurnikan mereka sehingga mereka akan mendapatkan kehidupan yang layak setelah kematian, naif bukan?"


"Ya, sangat naif sampai-sampai aku ingin menghajarmu agar tidak melakukan hal seperti ini. Biarkan aku yang melakukan tindakan mengotori tangan, sedangkan kamu melakukan tindakan kebajikan sampai merubah seluruh dunia ini, dan menjadi raja satu-satunya dari awal dan terakhir."


"Tidak mungkin, aku sebelumnya berada di Jalan Iblis dan memegang Demon Throne milik Iblis Tiran, melakukan tindakan kotor untuk kebaikan bukanlah masalah. Aku telah terikat oleh kegelapan, kehampaan dan dikutuk oleh ribuan Dao dan bahkan tak terhitung berapa banyak Dao mencoba membunuhku."


"Sudahlah! Dasar tidak memiliki perasaan, aku mau berlatih dulu!"


"Jangan jadi seperti ibumu yang suka marah dan cemberut."


"Baik ayah."


Sementara itu, didalam ruangan spasial milik Chu Qincheng, Chu Qincheng berdiri di atas permukaan air yang cerah dimana mereka ia tengah merenung beberapa saat kemudian ia kembali hidup.


"Humph! Dasar tidak memiliki perasaan. Lihat saja, aku akan menyelesaikan kekuatanku cepat atau lambat! Setelah itu, aku akan mengutuk ribuan Dao itu dan menyelamatkanmu dari penderitaan ini! Lihat saja sampai kamu memujiku!"


Dengan ekspresi cemberut, ia mengambil bunga sebelumnya yang Qin Chen berikan saat berada di Benua Seribu Pedang. Disana, ia memurnikan satu kelopak lagi sebelum perang besar nantinya, karena dengan 7 kelopak berhasil dimurnikan, ia akan menjadi satu-satunya keberadaan yang memegang kendali atas hukum dunia secara mutlak.


Dengan begitu, ia dapat menghukum ribuan Dao itu dan menyelamatkan Qin Chen dari penderitaan yang ia alami sekarang ini. Meski hanya nikah kontrak, karena alasan tertentu, ia tetaplah istrinya dan harus menunjukkan bahwa ia selalu berpihak padanya sampai akhir!


"Pemurnian abadi! Pikiran Hukum, mulai!"


Didalam ruang spasial itu, Chu Qincheng mencoba meningkatkan level hukum miliknya yang masih sedikit ia pahami. Dengan begitu, saat 7 kelopak bunga berhasil dimurnikan, maka ia dapat menghukum Dao itu dengan kekuatannya dan membuat Qin Chen terbebas dari ketidakadilan dunia ini.


Seperti proses yang pernah Qin Chen alami, Chu Qincheng ikut mengalaminya dimana pikirannya dihancurkan dan dimurnikan lalu dibentuk kembali membuatnya banyak mengeluarkan darah. Perasaan intens atas kematian membuatnya mengigit bibirnya sendiri menahan rasa sakit itu dan tidak ingin berteriak.


Sementara Qin Chen diluar, ia yang memiliki ikatan takdir dengan Chu Qincheng merasakan sesuatu yang aneh dan tiba-tiba ia mengeluarkan darah dari mulutnya tanpa sebab dan akibat.


Qiyuan'er terkejut melihat ayahnya tiba-tiba berdarah, sama halnya dengan Qin Chen yang tidak mengetahui apapun. Sampai dimana suara sistem di benaknya memberitahukan dirinya tentang apa yang sebenarnya terjadi.


[Ding!]


[Kerusakan diri Chu Qincheng ditransfer kedalam diri tuan.]


Mata Qin Chen terbuka lebar, mendengar kerusakan diri Chu Qincheng? Ini membuatnya khawatir, ia menghubungi Jendral untuk datang ke ruangan dan tiba-tiba ia datang dengan cepat.


"Jendral, jaga Qiyuan'er sampai aku kembali."


"Baik."


Qiyuan'er mundur mendekati Jendral dimana Qin Chen mulai berdiri dan menghilang dari ruangan tersebut ketempat yang sepi karena ia akan pergi ke ruangan spasial milik Chu Qincheng.


...


*Bersambung ...