
"Apa mereka adalah Golem Penjaga? Setidaknya memiliki kekuatan Kaisar Dewa immortal Puncak. Ini setara dengan pasukan diluar sana, sistem apa kamu tahu siapa yang menciptakannya?"
[Tidak tuan, seharusnya ini diciptakan oleh seseorang di surga. Karena Esensi kekuatan yang terkandung begitu murni meski memiliki elemen kegelapan.]
"Ya, sebelum itu aku akan mengurus mereka terlebih dahulu."
Qin Chen bergerak kedepan dan mengeluarkan tombak panjang ditangannya, saat ia berada dibelakang golem, ia menusukkan tombak tersebut ke leher bagian belakang hingga tembus keluar dari depan membuat core merah itu hancur berkeping-keping.
Golem runtuh dan membuat yang lainnya mengamuk bergerak mengayunkan kapak besar kearah Qin Chen. Serangan mereka memang lambat, namun saat terkena saja membuat apapun hancur meski itu gunung besar seperti gunung Fuji.
'Kecepatan yang lambat, reaksi yang cepat dan serangan yang mematikan. Semuanya begitu jelas telah diatur dengan baik oleh yang membuatnya, apa dia seorang maniak golem hingga penelitian miliknya sampai disini.'
Qin Chen berdiri di atas bebatuan yang runtuh, ia melihat Golem tersebut bergerak menyerang Qin Chen dengan melempar bebatuan yang dalam sekejap mata mereka ciptakan di atas telapak tangannya.
Ukuran batu-batu itu bervariasi sesuai seperti diinginkan mereka, ia menebas-nebas serangan sambil berolahraga. Saat terakhir, Qin Chen menarik nyala api ditangannya dan membakar golem-golem tersebut dengan nyala api Phoenix!
"Mereka benar-benar penjaga yang hebat, jika aku memiliki kemampuan pengendalian, aku akan mengendalikan mereka dan menjadi pasukan bertahan karena mereka memiliki fisik yang kuat."
Qin Chen lalu masuk kedalam ruangan lain dengan langkah kecil, disampingnya ada banyak monster-monster yang menyamar seperti dinding sehingga tidak diketahui tanpa menggunakan pengelihatan Qin Chen.
Mata Qin Chen bersinar merah terang didalam kegelapan itu, monster-monster disekitarnya ketakutan dan perlahan mundur kebelakang menjauhi Qin Chen.
"Hanya dengan tatapan membunuh, mereka semua kabur. Benar-benar monster merepotkan, sekarang ruangan ini penuh dengan energi kegelapan, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan atribut kehampaan."
Ia menarik energi kegelapan itu kedalam dirinya hingga membentuk badai spiral, ditangannya diselimuti oleh nyala api berwarna gelap dengan variasi warna neraka.
Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen berhenti karena merasakan kehampaan dalam dirinya meluas lebih besar. Bahkan, energi kekacauan membentuk pusaran yang telah membentuk dunia-dunia baru didalam dirinya.
Qin Chen melanjutkan perjalanan menuju lebih dalam, ia naik ke lantai dua dimana ada monster-monster dengan kekuatan racun dan ilusi, monster itu seperti hantu dengan warna ungu transparan.
"Fire!"
Boom! Boom! Boom!
Ia mendapatkan energi negatif karena membunuh hantu, energi itu masuk kedalam dirinya dan dimurnikan oleh kekacauan dalam diri sehingga dapat dimanfaatkan oleh Qin Chen, karena tubuhnya begitu spesial dan serba bisa setelah menjadi raja.
Segalanya dapat dimanfaatkan oleh Qin Chen, seolah tidak ada satupun yang tidak bisa dia manfaatkan untuk meningkatkan kekuatan maupun digunakan olehnya secara pribadi maupun tidak.
"Sistem, tampilkan peta reruntuhan ini."
Tiba-tiba layar biru muncul di hadapannya dan menunjukkan rute reruntuhan sekarang. Qin Chen mengikuti rute tersebut, ia bergerak memasuki lorong kesamping dan kanan kiri mengikuti hingga berada di puncak reruntuhan.
***
Dipuncak reruntuhan
"Sistem, apa kamu melakukan kesalahan? Dimana monumen yang kamu katakan sebelumnya, aku hanya melihat pria yang tengah berdiri dengan tenang memegang pedang di tangannya."
[Monumen itu adalah dia tuan, dialah yang akan melihat masa depan sekilas dan memberitahukan tuan. Ini bukanlah Artefak ataupun benda yang dapat di ambil, melainkan sebuah fenomena ajaib.]
Qin Chen mengangguk mengerti, ia mendekati pria itu dan berdiri dihadapannya.
"Selamat datang, raja terakhir yang dipilih oleh dia yang berkuasa atas segalanya."
Qin Chen terkejut sekaligus kebingungan dengan sikapnya, ia melihatnya dengan serius karena hanya beberapa orang yang menyadari kehadiran Qin Chen sebagai raja, sementara lainnya hanya menyadari kehadiran Qin Chen sebagai kaisar.
"Untuk pertanyaan yang ingin aku tanyakan akan aku tahan, lalu apa maksudmu menunggu disana dalam waktu yang lama dengan posisi yang tidak bergerak sedikitpun sampai bangunan ini menjadi reruntuhan."
"Untuk itu, saya menunggu kedatangan raja terakhir untuk menggunakan kekuatan terakhir saya melihat masa depan meski hanya sekilas untuk raja saksikan. Dengan begitu, raja dapat memilih jalan yang harus raja pilih demi kebaikan dunia."
Qin Chen mengangguk. "Baiklah, aku tahu kau tidak memiliki waktu lebih, karena itu lakukan menjadi tugasmu karena aku akan melihatnya langsung tanpa jeda maupun halangan lain disini sehingga kau dapat kembali beristirahat."
"Baik, saya akan menggunakan dua gambaran masa depan yang dimana keduanya adalah masa depan yang akan raja ambil. Meski hanya sekilas dengan keakuratan tidak bagus, namun dari sana raja dapat memilih jalan yang baik bagi dunia."
Ia mengangguk dan memulai melihat masa depan dengan kekuatan pria itu, pria itu menggerakkan tangannya yang telah lama tersegel di pedang tersebut. Ia memperlihatkan dua gambaran masa depan yang mungkin Qin Chen pilih salah satunya.
Dalam pengelihatannya, ia melihat dunia yang hancur akibat ia memiliki untuk mempertahankan dunia ini dengan ambisinya sendiri. Sementara di pengelihatan satunya, ia melihat dunia yang damai dimana ia menggunakan kemampuan World Reset dan membuat seluruh kehidupan kembali ke titik awal.
Namun dua gambaran tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dimana yang pertama memiliki kelebihan, yaitu. Keberadaan Qin Chen masih diketahui oleh dunia dan ditakuti oleh dunia dimana tidak ada satupun orang yang melupakannya.
Sementara disatunya, gambaran itu memiliki kekurangan dimana Qin Chen hanya akan sendirian di Kehampaan yang luas itu, dimana seluruh kehidupan termasuk orang terdekatnya seperti istrinya tidak akan mengetahui siapa Qin Chen.
Bahkan orang tuanya tidak akan mengetahui siapa Qin Chen, Qin Chen seperti orang asing yang tidak mereka kenal. Ia akan hidup dalam kehampaan abadi selamanya, meski menyelamatkan dunia ia tidak diakui keberadaannya oleh siapapun.
Melihat hal tersebut, ia tersenyum puas dengan pilihan keduanya karena itu lebih baik. Saat itu, pria itu berhenti karena sudah tidak sanggup melihat masa depan Qin Chen yang begitu suram didunia dua kehidupan/pilihannya.
Pria itu tersenyum puas melihat reaksi Qin Chen yang sekarang ini. "Maafkan saya raja, saya tidak sanggup meneruskan lagi, mungkin dari sini raja mulai mempertimbangkan pilihan raja."
"Tidurlah dengan tenang, aku mendoakanmu. Terimakasih karena telah memperlihatkan masa depanku, aku sangat berterimakasih padamu."
"Sama-sama raja, saya permisi untuk beristirahat."
Pada saat itu, matanya tertutup dan mengalami proses kematian. Qin Chen mengeluarkan nyala api dan membakarnya, memperistirahakan pria yang telah menunggunya dalam waktu yang sangat lama.
"Beristirahatlah dengan tenang disana, aku akan memilih apa yang terbaik bagi dunia meski harus mengorbankan diri sendiri."
...
*Bersambung ...